Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 11

10 Feb

Episode 11 dimulai dengan kedatangan Wol untuk menemui Hwon dan Yang Myung menghalangi jalan Wol dan langsung menariknya dan bertanya apakah Wol mengenalinya. Penjaga bertanya siapa Yang Myung dan yang lain menarik Yang Myung menjauh dari Wol dan berkata di tubuh siapa kau berani meletakkan tanganmu. Yang Myung akhirnya mengatakan kalau ia adalah Pangeran. Penjaga mundur dan Myung bertanya lagi pada Wol : Apakah kau tahu siapa aku? Dan Myung mulai mengatakan di mana mereka pertama kali bertemu tapi tiba-tiba Shaman Jang muncul dan meminta Myung melepaskan tangan Wol. Shaman Jang meminta penjaga membawa Wol segera. Myung berkata ‘tunggu sebentar’ saat penjaga membawa Wol untuk menemui Hwon. Shaman Jang menghalangi Myung. Myung : Jalan siapa yang kau halangi sekarang?

Hwon sendiri masih menunggu Wol di kamarnya dan ia meyakinkan dirinya bahwa ‘itu tak mungkin, Wol tak mungkin adalah Yeon Woo’.

Wol datang dan ia memberi hormat pada Hwon.

Shaman Jang minta Myung kembali, ia mengatakan Myung tak bisa melakukan itu. Myung : Apa maksudmu aku tak bisa melakukannya? Shaman Jang mengatakan bagaimanapun Wol adalah jimat manusia, hanya itu. Shaman jang bertanya bagaimana Myung bisa mempersulit hidupnya sendiri.myung mengatakan itu tak masalah karena hidupnya tak lebih baik dari pada hidup Wol. Shaman Jang berata itu bukanlah takdir Yang Myung. Myung marah dan bertanya : Siapa yang membuat takdir seperti itu?
Shaman Jang : Sebagai seorang shaman, Aku mengatakan padamu apa yang tuhan katakan. Myung : Itu adalah sesuatu yang aku putuskan – bukan tuhan. Shaman Jang : bukan hanya kau, tapi anak itu akan membahayakan anda.Shaman Jang mengatakan bagaimana Wol akan menyebabkan perang dan berada di antara perang. Ia meminta Hwon tak usah mencari Wol lagi. Ia mengatakan jika Myung peduli pada Wol, maka jangan mencari Wol lagi, jauhi Wil. dan Woon ternyata melihat mereka.

Hwon berteriak : Cepat jawab aku! Aku bertanya di mana kau di lahirkan?! Wol mengatakan ia tak tahu pasti. Ia mengatakan ia lahir ditempat ynag jauh dari Joseon. Hwon bertanya apa itu artinya Wol lahir di Wonyang. Wol mengatakan ia mengikuti ibu angkatnya, berkeliling dan tinggal di sana sini. Hwon bertanya di mana orang tua dan saudara Wol. Wol mengatakan kalau ia tak punya. Wol mengatakan saat ia tumbuh dewasa, maka orang yang hidup bersamanya adalah keluarganya (Seul, Jansil dan Shaman jang kali ya?). Hwon bertanya lagi apa itu artinya Wol yatim piatu. Wol mengatakan, dulu ia mempunyai keluarga, tapi saat mereka mengetahui kemampuan psikisnya (sebagai shaman) mereka meninggalkannya. Dan sekarang Wol tak mengingat mereka. Hwon : Berarti kau bukan yatim piatu sejak awal? Apakah kau ingat orang tua dan saudara yang kau miliki? Wol mengingatkan kalau Seorang shaman akan kehilangan ingatan mereka saat kemampuan psikis mereka muncul. Wol mengatakan ia tak ingat masa lalunya. Hwon bertanya itu artinya kenangan masa lalu Wol sudah di hapus / di potong? Wol mengiyakan. Hwon meminta Wol untuk bersumpah dan mengingat masa lalunya di mana ia lahir dan di mana ia tumbuh dan juga siapa namanya sebelum menjadi seorang shaman.

Wol menangis dan berkata Yang Mulia. Hwon bertanya kapan, di mana, dan karena siapa ia kehilangan memori masa lalunya. Hwon menangis dan berkata secara kebetulan dalam kenangan masa lalumu, apakah aku tidak ada di sana? Wol menangis dan memohon agar Hwon berhenti. Wol mengatakan ia tak akan memberi jawaban yang diinginkan Hwon apapun yang Hwon tanyakan. Wol mengatakan karena ia bukalah orang yang di maksudkan Hwon. Wol mengatakan ia tak tahu seberapa miripnya ia dengan orang itu, dan jika Hwon punya pertanyaan maka tanyakan saja pada orang itu.

Shaman jang berteriak pada Jansil : Kau tak mendengar aku mengatakan agar kau pergi sekarang. Jansil memohon dan mengatakan ia salah. Shaman jang mengatakan jika Jansil ingin pergi, seharusnya ia tak kembali, dan sekarang kenapa Jansil kembali lagi. Jansil mengatakan dan ia memohon, ia tak punya tempat untuk pulang jadi jangan mengusirnya. Shaman jang mengatakan ia sudah mengingatkan Jansil untuk tidak berbicara mengenai Wol, dan kenapa jansil tak bisa tutup mulut. Shaman jang mengatakan kalau jansil bukan lagi shaman Seongsucheong, jadi ia minta Jansil untuk pergi. Jansil memohon dan menangis, maafkan aku. Seul mengatakan Jansil memang selalu melakukannya, jadi lupakan itu dan akhiri. Jansil : aku melakukannya karena aku merasa kasihan pada kakak. hanya satu hal, aku ingin memberikan hanya satu hal pada kakak. Raja memiliki segalanya tapi kakak tidak.. Shaman Jang berbalik dan melotot pada Jansil.

Yang Myung berfikir sendiri dan bertanya-tanya : Wol, jika itu benar-benar kau, apakah kau sudah bertemu raja pertama kali? Jika itu benar-benar kau, apa kau akan tinggal di sisi raja?

Shaman Jang berteriak pada Jansil dan mengatakan agar Jansil segera meninggalkan tempat itu. Jansil berdiri dan berbicara ‘mengapa kau mengatakan padaku untuk hidup untk orang lain?’

Yang Myung bertemu dengan ibunya. Ibu bertanya apa yang membawa Nyung menemuinya. Myung bertanya apa yang di lakukan ibunya. Ibu berkata seperti biasa ia berdoa untuk kesehatan Raja. Myung marah : Hanya sekali – sebelum ibu mengatakan nama Raja – tidak bisakah ibu mengatakan nama ku dulu? Ibu bertanya bagaimana Myung bisa berkata seperti itu. Myung menangis dan berteriak : bertahan, membuangnya, menyerah, menyembunyikannya, jangan goyah. Ibu bertanya ada apa dengan Myung. Myung : Hanya sekali, hanya satu hal. Tidak bisakah kau mengatakan lakukan apa yang kau mau. Tidak apa-apa kau menjadi serakah untuk satu hal. Bisakah kau mengatakan itu padaku? Aku tak akan hidup lagi demi orang lain. Kata-kata Jansil : Tertawa ketika kau ingin tertawa, marah ketika kau ingin marah, mencuri ketika kau ingin mencuri dan aku akan hidup seperti itu.
(Wow, apa itu artinya sekarang Myung akan punya ambisi? Ia akan melakukan apa yang ia inginkan? Untuk mendapatkan Wol? dan tahta juga?).

Wol datang dan Jansil meminta Wol untuk melarikan diri dengannya. itu adalah kata-kata Myung : Melarikan diri denganku. Kalau aku, aku akan melindungimu. Kalau aku, aku tak akan meninggalkan mu sendirian seperti ini. Kalau aku… Shaman jang memegang kepala Jansil dan mengatakan berhenti sebelum aku merobek mulutmu. Saman Jang minta mereka membawa Jansil keluar. Wol bertanya mengapa Jang nelakukan hal itu. Shaman Jang minta tak ada yang membiarkan Jansil kembali ke istana atau mereka akan berhadapan dengan kekuatan Shaman jang. Wol mulai pergi ketika Jansil dibawa, dan Shaman Jang bertanya apakah Wol ingin ditendang keluar juga. Jansil diseret keluar.

Wol mengatakan : Sepeti aku, dia masih tidak memiliki kontrol untuk kekuatannya. Bahkan jika dia melakukan kesalahan…. Shaman jang memotong dan berkata agar Wol berhenti berusaha mengubah fikirannya dan pergi istirahat. Seul mengatakan pada Wol untuk meninggalkan Shaman Jang sendiri. Wol mengatakan Jansil tak punya tempat untuk pergi dan dia akan kedinginan di tengah cuaca dingin. Seul tak terlalu mengkhawatirkan Jansil dan mengatakan pada akhirnya Jansil akan kembali dan Shaman jang akan mengambilnya kembali. Seul mengatakan mereka sudah sering mengalami hal itu sejak tinggal bersama.

Wol masuk untuk berbicara dengan Shaman jang. Shaman jang berkata jika itu tentang Jansil, ia tak mau bicara (tidak membuka mulut jika itu tentang Jansil). Wol : Aku akan meninggalkan Seongsucheong juga.Shaman jang : Apa kau sedang mengancamku? Wol : itu bukan ancaman. Jang : kau serius ingin meninggalkan Seongsucheong? Wol mengatakan dulu Jang pernah berkata jika Wol ingin, shaman Jang akan melindunginya dan dia bisa melarikan diri dengan Seul. Shaman jang : kenapa kau menanyakan itu. Wol : Karena Seul, Jansil dan Aku. Rasanya tempat ini tidak cocok untuk kami bertiga, mkanya aku bertanya. Shaman Jang : mengapa kau membuat keputusan seperti itu? mengapa kau berfikir untuk meninggalkan tempat ini? Wol : Apa yang kau katakan benar. Dengan hati yang bingung, seharusnya aku tidak berada di sisi orang itu. Aku menyadari tak ada hal yang bisa ku lakukan untuknya. Aku mencoba meringankan bebannya, bukan membuat dia bingung. Tapi sepertinya aku membuatnya bingung. Orang yang ia butuhkan bukan aku. Akan lebih baik jika aku pergi, itu akan membantunya.

Hwon menatap semua surat Yeon Woo. Hyung Sun mengatakan Hwon belum tidur sama sekali dan memintanya untuk istirahat sebentar. Hwon ingat bagaimana Wol mengatakan kalau ia mirip gadi itu dan Hwon harus bertanya pada orang itu sendiri. Hwon mengatakan pada dirinya sendiri, kalau Orang itu (Yeon Woo) sudah mati, bagaimana ia bisa bertanya padanya untuk mengkonfirmasi? Hwon ingat bagaimana Yeon Woo mengatakan dalam suratnya bahwa ayahnya segera datang membawakan obat dan ia akan segera pergi sehingga tak dapat melihat Hwon selamanya. Hwon bertanya pada Woon apa artinya itu. Woon mengatakan sepertinya ia tahu kalau ia akan mati (Yeon woo sedang mempersiapkan diri untuk kematian). Hwon mengatakan dia juga berfikir begitu pada awalnya, tapi kata-kata itu terdengar seperti jika dia mengambil obat yang di bawa ayahnya maka dia akan mati. Hyung Sun berfikir tak mungkin ayahnya membunuh puterinya sendiri. Hwon mengatakan itulah yang aneh, Juga ada hal-hal lain yang aneh, bukan hanya satu atau dua hal. Yeon Woo sangat sehat dan segera/tiba-tiba meninggal. Hyung Sun bertanya apa Hwon curiga. Hwon bertanya bagaimana jika kematian Yeon woo bukan karena penyakit. Hwon meminta Woon mencari tahu obat yang diminum Yeon woo. Woon mengatakan tak ada cara mengetahuinya. (Hwon sedang berfikir bahwa kematian Yeon Woo adalah sebuah konspirasi di mana ayah Yeon woo terlibat di dalamnya.)

Yeom berkemas untuk pergi. Dia ingat percakapannya dengan Hwon. Yeom bertanya-tanya apakah ia harus pergi melakukan perjalanan. Hwon mengatakan ia tak bermaksud apa-apa, ia hanya ingin Yeom melakukan perjalanan untuk relaksasi. Ibu mengatakan Yeom akan pergi lama dan bertanya apakah Yeom sudah pamit pada putri. Yeom mengatakan ia belum pamitan pada istrinya. Ibu mengatakan agar Yeom cepat menemui Min Hwa karena putri pasti sedang menunggu Yeom dan Yeom harus menghibur hati putri yang bersedih. Yeom mengatakan ia akan melakukannya.

Min Hwa menangis ketika Yeom masuk ke dalam kamarnya. Dia berpaling dari Yeom dan Yeom bertanya mengapa Min Hwa menghindarinya. Yeom berkata ia akan segera berangkat dan bertanya apakah Min Hwa tak akan membiarkannya melihat wajah min hwa sebelum ia pergi. Min Hwa bertanya apakah dia tak bisa ikut. Yeom mengatakan perjalanan ini tak baik untk Min Hwa dan dia pergi juga karena perintah Raja. Min Hwa mengatakan dia tak suka kalau mereka akan berpisah dalam waktu yang lama. Yeom mengatakan ia akan segera kembali karena Min Hwa menunggunya. Min Hwa berfikir kalau Yeom tak menyukainya karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Yeom mengatakan bukan seperti itu. Min Hwa berkata karena dialah Yeom tak bisa bekerja dengan baik (menjabat dipemerintahan) dan rumahnya juga tak kaya, makanya pasti Yeom sangat membencinya. Yeom mengatakan dia tak membenci Min Hwa. Min Hwa mengatakan Yeom berbohong.

Yeom memegang tangan Min Hwa dan mengatakan bagaimana Min hwa sudah menyelamatkan keluarganya. Memberikan senyuman pada mereka kembali, saat kehidupan mereka akan sangat mengerikan ketika adiknya meninggal. Yeom mengatakan ia sangat berterima kasih pada Min Hwa. Min Hwa bertanya apakah Yeom tak akan meninggalannya. Yeom bertanya kenapa Min Hwa menanyakan hal itu lagi. Min Hwa minta Yeom berjanji tidak akan membuang Min Hwa suatu hari nanti. Yeom mengingatkan kalau ia sudah pernah berjanji padanya. Min Hwa mengatakan Ia percaya pada janji Yeom, tidak akan membuangnya, janji untuk datang kembali dengan segera. Meskipun dia akan menangis setiap malam, dia akan bertahan dan menunggu.
(Ini adalah pasangan yang paling aku khawatirkan apabila semuanya terungkap nanti. memang, Min Hwa sangat, sangat menyayangi Yeom dan ibu Yeom, pasti rasa bersalah dalam dirinya saat melihat Yeon Woo meninggal, dimana ia tahu semuanya, sekarang masih menghantuinya. Ia takut Yeom akan meninggalkannya saat semuanya terbongkar. Makanya ia selalu meminta Yeom berjanji untuk tidak meninggalkannya. Apakah nanti Yeom akan menepati janjinya?).

Mentri sedang bergosip lagi, bagaimana Hwon meminta Yeom melakukan sebuah perjalanan. Mereka berkata jika raja menginginkanseseorang melakukan perjalanan harusnya Hwon menyuruh salah satu dari mereka. Yang satu berkata tempat itu adalah tempat terkenal yang memiliki ginseng yang indah seperti mutiara (tempat yang Yeom tuju).

Hwon mengatakan ternyata rumor cepat menyebar tentang perjalanan Yeom. Hwon bertanya apa masalahnya. Mentri mengatakan Yeom pergi ke suatu tempat yang dilarang. Mereka ingin Hwon mengambil kembali perintahnya. Hwon mengatakan Yeom tidak akan menyebabkan masalah, dan putri mempercayai Yeom dan tidak usah khawatir pada Yeom, dan itulah sebabnya Hwon meminta Yeom medapatkan udara segar (Hwon bersikeras kalau Yeom hanya melakukan perjalanan, dan itu saja, mungkin para mentri takut Yeom melakukan perjalanan itu untuk tugas rahasia). Para mentri ingin Hwon mengubah lokasi tujuan perjalanan Hwon. (mereka khawatir perjalanan Yeom digunakan untuk mengumpulakn pendukung).

Hwon berjalan keluar dan berkata pada dirinya sendiri ‘tak cukup bagi kalian memotong sayap Yeom dan sekarang kalian membuatku takut (dengan mengancam keselamatan Yeom). Hwon berhenti berjalan dan Hyung Sun bertanya ada apa. Hwon mengatakan pada Woon ia ingin bersenang-senang.
Hwon melempar buku-buku, ia berteriak dan marah pada para mentri, tentang bagaiman mereka mengurus hal-hal dan mereka melawan Yeom yang pergi dalam perjalanannya. Ia memarahi para menteri sedangkan Woon keruangan lainnya untuk menemukan beberapa buku. Woon menyerahkannya ke Hwon dan Hwon tersenyum, tandanya Hwon menemukan apa yang ia butuhkan.

Hwon membaca buku yang di temukan woon dan Woon bertanya apa ada yang ditemukan Hwon. Hwon berkata tak ada disana, tak ada yang aneh sama sekali. Hwon : aku fikir aku bisa mencari tahu apa yang terjadi 8 tahun lalu ketika Yeon Woo meninggal, namun semua yang tertulis disini hanya dia meninggal karena penyakit. Jika kau fikir lahi, bukankan ini terlalu tiba-tiba?. Dia sehat, bagaiman ia bisa mati seperti itu. kenapa? dari semua waktu, kenapa hal itu harus terjadi pada waktu itu? (Hwon menanyakan kemana Yeon Woo mati tepat sebelum mereka menikah, padahal kan waktu itu sebelum itu, semalam sebelumnya, Yeon Woo masih sangat sehat, kenapa tiba-tiba bisa sakit? *bagus Hwon, lanjutkan!*)

Bo Kyung bertemu mata-matanya dan bertanya : Apa yang baru kau katakan? Jimat itu mirip seseorang? Mata-mata itu bilang dia tak yakin, tapi ia mendengar begitu. Bo Kyung minta mata-mata itu menjelaskan lebih spesifik. Gadis itu berkata kalau Hwon berteriak dan gadis itu mengatakan kepada raja : “Aku tak tahu seberapa miripnya aku dengannya. Jika anda punya pertanyaan lagi, maka tanyakan langsung pada orang itu dan pastikan”. Itu yang dikatakannya pada Raja.

Bo Kyung lewat dan mendengar tangisan dari tempat tinggal Yeon Woo. Bo Kyung bertanya apakah dayangnya tak mendengar suara seorang gadis yang menangis di tempat itu sekarang. Dayangnya melihat pada dayang lain dan mereka menggeleng-gelengkan kepala tanda mereka tak mendengar apapun.

Bo Kyung pergi menemui Nenek dan bertanya siapa yang ada di dalam. Dia mengatakan seorang shaman dari Seongsucheong. Bo Kyung : Shaman dari seongsucheong?

Shaman jang dan nenek sedang berbicara. nenek mengatakan kalau Shaman Jang melakukannya dengan baik. Dia memuji anak angkat shaman Jang dan jika malam penyempurnaan sukses, nenek akan memberikan hadia besar pada anak itu. Shaman jang mengatakan ia ingin mengatakan sesuatu tentang masalah itu. Shaman Jang berkata ia sedang berfikir untuk mengambil jimat itu / menghilangkan jimatnya. Nenek bertanya apa maksudnya. Shaman Jang berkata tanpa jimat sekarang, Hwon akan baik-baik saja. Nenek khawatir kalau Jimatnya diambil maka akan membuat Hwon sakit lagi. Shaman Jang berkata jika Wol tetap disisi Hwon dimana Wol tidak menyerap roh jahat lagi, itu akan berbahaya. Shaman jang berkata jimat untuk menyerap penyakit dan jimat untuk malam penyempurnaan berbeda. Jadi, untuk malam ini Shaman Jang akan menggunakan jimat untuk malam penyempurnaan. Nenek bertanya apa ada jimat seperti itu. Shaman Jang mengatakan Jimat untuk malam penyempurnaan adalah untuk tujuan itu. Nenek akhirnya setuju.

Shaman jang keluar dan Bo Kyung ada disana. Bo Kyung memuji putri angkat Shaman Jang yang sudah membuat kesehatan Hwon membaik. dan Bo Kyung bertanya apakah gadis itu mirip Heo Yeon Woo yang sudah mati. Shaman jang bertanya mengapa Bo Kyung menanyakan itu. Bo Kyung : aku hanya ingin tahu dan tidak ada rahasia di istana bikan? Jika gadis itu tidak mirip Yeon Woo tidak mungkin Raja membiarkannya berada disisinya. Bukankah anak itu mirip Yeon Woo?
Shaman Jang mengatakan putrinya hanya gadis biasa. Bo Kyung minta ia ingin bertemu secara pribadi dengan anak itu. Bo Kyung mulai bertanya kapan waktu yang tepat, tapi Shaman jang mulai menakut nakuti Bo Kyung. Shaman Jang : Wajahmu terlihat seperti bagaimana kepribadianmu. Sejak kapan kau mulai mendengar tangisan dari tempat itu? Jangan khawatir putriku akan segera meninggalkan istana. Malam penyempurnaanmu akan baik. Semuanya akan terjadi seperti yang kau inginkan.

Shaman Jang mengatakan kalau Wol sudah mendapat izin dari Nenek sehingga tidak perlu pergi ketempat raja lagi. Aku melakukan apa yang kau inginkan, lalu kenapa kau terlihat kecewa? Wol : bukan, hanya saja aku merasa tak enak merepotkan anda. Shaman jang meminta pada Wol untuk segera bersiap dan pergi dengan Seul, Wol mengatakan ia akan melakukannya.

Wol menerima surat dari Jansil. Jansil mengatakan : Wol unni, ini Jansil. Kau mengkhawatirkan aku kan? Saat ini berkat seseorang yang baik, aku baik-baik saja. Siapa orang itu… Seseorang yang sangat keren dan baik (Yang Myung). Ia tampan dan bersemangat. Berkat orang itu aku tinggal disuatu tempat dan apa aku bisa minta tolong. Tolong ambilkan barangku tapi kau harus merahasiakannya dari shaman jang, dan jangan membawa unni Seul. Aku melihatnya pagi ini, dia bersama ibu angkat.

Wol mengemasi barang-barang Jansil dan menemukan sesuatu terbungkus. ITU ADALAH HAIR PIN yang diberikan Hwon Pada Yeon Woo!!!Wol mendengarkan suara-suara dan ia meletakkannya kembali. (Omo!!!! Hairpin Yeon Woo! Kok bisa ada sama Jansil? kenapa bukan pada shaman jang? Apa Yeon Woo tak ingat apa pun?).

Hwon berfikir dan mengatakan hal-hal dikepalanya Bagaimana Yeon Woo mengambil obat itu dan meninggal, sedangkan ayahnya yang memberi Yeon Woo obat sudah meninggal. Semua orang yang tahu itu semua sudah mati dan tak ada disana. Tidak ada seseorang pun yang hidup… ada seseorang yang hidup. Orang yang bertugas paling dekat dengan raja. Sang Seon Jung. Hwon mengatakan : Woon ah~
(Seon Jung adalah orang yang melayani raja seperti Hyung Sun pada Hwon.).

Hyung Sun datang dengan membawa boneka salju dengan tangannya yang masih dingin. Dia bertanya-tanya mengapa Hwon tiba-tiba menyuruhnya membuat manusia salju. Dia mengatakan ia sudah membuat seperti yang diinginkan Hwon. Dia masuk dan Hwon tak ada. Hyung Sun berteriak “Yang Mulia!!” (hahahhaha, paman Hyung Sun kena lagi…).

Hwon pura-pura mendengar Hyung Sun berteriak memanggilnya dan mnutup telinganya. Ia dan Woon sudah jauh dari istana, mereka menyemar sebagai bangsawan. Woon bertanya mengapa Hwon melakukannya. Hwon tersenyum dan berkata : Kenapa bertanya ketika kau sudah tahu. Bukankah kau bilang rumahnya disana. Woon : Iya, yang mulia.

Hwon pergi menemui orang yang melayani ayahnya dulu. Pelayan Orang itu bertanya apa benar Hwon yang dikirim oleh raja.Hwon bertanya apa tuanmu ada didalam. Pelayan Orang itu berbohong dan mengatakan kalau majikannya sedang sakit dan pegi jauh. Tapi Hown melihat sepatunya dan ia tahu pelayannya berbohong. Hwon berteriak agar pria yang bersembunyi mendengarnya : Raja memiliki sesuatu untuk di bicarakan. Hwon kepada pelayan : Beritahu majikanmu, tak peduli berapa banyak ia mencoba menyembunyikannya, kebenaran pasti akan terungkap.bahkan jika ia menghindari sekarang, ia akan dihukum lebih berat. Hwon mengatakan ia akan pergi, jika ia tak muncul juga maka bukan istana, ia akan bertemu di penjara. katakan itu padanya. (sebenarnya aku agak bingung, kenapa Hwon berfikir pelayan ayahnya tahu masalah kematian Yeon Woo? apa memang pelayannya tahu ya? apa ada yang aku lewatkan di episode sebelumnya, di mana kemungkinan keterlibatan pelayan ayahnya? Hm~~~).

Woon : anda tahu dia ada di dalam, mengapa anda tidak bertemu denganya? Hwon : Dia hidup selama 8 tahun untuk menutup mulutnya dan jika dia menghindariku itu artinya dia mengubur kebenaran tentang ayahky. jika kita terburu-buru, ia akan membunuh dirinya sendiri. dan kita akan kehilangan apa yang kita ingin tahu. hari ini kau hanya ingin mengkonfirmasi saja. Woon : Dapatkan aku bertanya apa yang kau duga?
Hwon : Kematian Yeon woo tidak alami. Jika kebetulan dia tidak meninggal karena penyakit, tapi di bunuh, mengapa ayahku menyembunyikan kebenaran? Dia jelas punya alasan melakukan itu (mungkin ayahnya tak punya pilihan lain). Dia harusnya meninggalkan sebuah alasan di suatu tempat. Kepalaku sakit. Ayo kita mencari udara segar.

Hwon dan woon berjalan. Jansil dan Yang Myung ada didekat mereka. Myung melihat Jansil makan. Myung memberitahu Jansil untuk kembali ke Seungsucheong setelah selesai makan. Jansil tersedak, Myung bertanya apa Jansil baik-baik saja. Jansil : Bisakan aku tak usah kembali ke Seungsucheong, kakak? Myung : Hanya karena kau takut, berapa lama lagi kau akan lari? Dengarkan aku dan kembali. Jansil berkata ibu angkatnya kana melakukan apa yang sudah dikatakannya. Akan sulit membuatnya utuh kalau ia kembali (Shaman jang akan merobek mulutnya atau mematahkan tangan dan kaki Jansil kalau ia akan kembali, dan shaman jang akan melakukannya, makanya ia takut kembali). Myung bertanya kenapa Jansil membentunya jika ia takut. Jansil berkata, kalau Myung adalah yang pertama, seseorang yang menempatkan hidupnya pada baris dan membantunya, menyelamatkannya, Yang Myung lah yang pertama. AKu tak dapat ingat wajah orang tuaku yang melemparkan / membuangku sama sekali. Tapi anda membawaku di punggungmu, aku tak pernah melupakan wajahmu sekalipun. Myung mengatakan mirip dengan dia. Jansil : Maksudmu kau juga dibuang orang tuamu dan kau mempunyai seseorang yang tidak bisa kau lupakan bahkan setelah dia meninggal? Myung mengatakan itu sama. Jansil : Orang macam apa dia yang tak bisa kau lupakan bahkan setelah kematian? Myung : Seseorang yang sangat cantik dan cerdas. Seseorang yang membuat saya merasa terhibur bahkan hanya dengan melihatnya. Dia membuatku banyak mengalami rasa sakit, tapi orang itu juga membuatku merasa sangat bahagia. Jansil : Lalu aku memanggil Wol unni. Myung : Apa katamu? Jansil : Aku memanggil Wol unni agar bisa bertemu denganmu. (Wow, akankah nanti ada kisah manis antara Jansil dan Myung? ^^).

Wol berjalan menuju tempat yang ada dalam kertas dan ia ingat percakapannya dengan Seul tentang surat permintaan maaf. Lalu ia melewati pandai besi dan ingat bagaimana Seul mengatakan ia akan pergi hanya satu menit. Lalu bagaimana Shaman jang menyuruhnya lari karena itu bukan takdir yang bisa ia tangani dan Wol juga mengingat saat hwon bermain sepak bola. Dia ingat Hwon mengambil topeng di wajahnya dan bertanya : APa kau mengenaliku? Kau ingin aku melupakanmu. Wol pusing dan hampir jatuh tapi Hwon datang dan memegangi Wol. Mereka saling menatap. (Wah,, percikan ingatan akan masa lalunya sudah hampir semuanya keluar, walaupun ia belum menyadari kalau ingatan itu miliknya, atau mungkin masih bingung dengan ingatan itu. Yang muncul hanya ingatan yang berhubungan dengan Hwon, kemana ingatan bahagianya bersama Ayah, kakak, dan ibunya??? Aku harap Wol ingat semuanya…..T_T).

Para mentri sedang berjalan dan membicarakan mengenai tempat minum baru. Ia tak sabar dan mengatakan akan memesankan tempat untuk mereka.

Hwon dan Wol berjalan bersama-sama. Hwon mencari-cari topik pembicaraan. Hwon bertanya apa yang mebuat Wol keluar istana. Hwon : Oh Ya, kau bilang kau keluar karena ada sesuatu yang ingin dilakukan. AKu di sini untuk jalan-jalan, oh ya, aku sudah mengatakan hal itu padamu tadi. (Hahahhaha, Hwon lucu!!!). Wol bertanya kenapa Hwon keluar tanpa pengawal. Hwon mengatakan bahkan jika kau tak dapat melihat Hwon, dia ada di suatu tempat menjagaku. Hwon : dapatkah Seorang jimat berjalan disiang hari seperti ini?tak heran aku merasa sakit di sana sini setelah bangun. sekarang aku tahu alasannya. jimat yang mengawasiku tak istirahat, tak heran kenapa aku sakit kepala. Wol bertanya apa Hwon merasa tak sehat? Hwon : KAu hanya bercanda. Bagaimana kau tak tahu lelucon? Wol : Itu bagus. Wol berkata ia akan pergi sekarang. Wol pergi dengan cepat dan hwon berteriak ‘tunggu’. (Poor Hwon, padahal ia cuma ingin bersikap biasa paad Wol).

Hwon melihat seorang menteri datang dan ia berpaling. Woon mengatakan menteri Yoon dan yang lai menuju jalan itu dan mereka harus segera pergi, sebelum bertemu menteri dan rombongannya. Hwon tidak setuju.

Wol berjalan pergi dan kembali untuk melihat Hwon. Ia melihat menteri berteriak pada seorang anak yang menabrak mentri dan membuat pakaiannya kotor. Mentri berkata pakaiannya terbuat dari sutera yang mahal dan bagaiman anak itu akan membayar untuk itu. Anak itu berkata ia salah dan meminta maaf. Mentri berkata ia benci orang yang menggunakan kata itu untuk segala hal, ia ingin akan itu membayar dengan tubuhnya bukan mulutnya (bekerja tanpa bayaran). Ia minta anak itu diseret ke rumahnya untuk memmotong kayu. Wol mengatakan biarkan anak itu pergi. Wol : Jika tempat itu ramai dan banyakorang maka wajar untuk menabrak orang lain. Anak itu tidak melakukannya dengan sengaja, maka maafkan dia. Mentri mengatakan suteranya mahal, anak itu tak bisa membayarnya, jadi ia ingin menggunakan anak itu sebagai budaknya, jadi apa masalahnya? Wol mengatakan kalau menteri tampak seperti orang yang tinggi. Mentri mengatakan Wol benar dan mengatakan gelarnya. Mentri dan Wol sedikit bertengkar mulut dan samapi pada masalah impor pakaian dan bla bla bla…

Saat Wol akan di bawa juga, Hwon datang dan membawanya lari. Menteri berteriak dan menyuruh untuk menangkap Wol dan Hwon. Hwon dan wol berlari menuju menteri Yoon yang melihat mereka dan mereka berlari melewatinya. Yoon berfikir dalam hati : Raja?

Hwon berteriak pada Wol, bagaimana bisa seorang gadis sepertimu tak memiliki rasa takut? Apa yang akan kau lakukan jika kau diseret ke penjara. Wol mengatakan ia tak bisa berdiri diam melihat sesuatu yang tak adil seperti itu. Hwon mengatakan pakaian menteri kotor dan mentri tentu dapat meminta bayaran atas itu. Lalu kembali wol mengatakan tentang impor pakaian dan bla bla bla… Sampai Hwon berkata bagaimana bisa gadis shaman seperti mu mengatakan hal-hal seperti itu. Wol berpaling dan melihat pertunjukan boneka. Hwon berkata bagaimana bisa Wol berpaling saat ia berbicara. Hwon : Apa yang kau lihat? Dan hwon juga melihatnya, pertunjukan boneka itu. Seorang pria datang dan berkata untuk menonton juga, jangan hanya melihat dari jauh. Dia mengatakan ini adalah tentang cinta pertama dan kursi dibaris depan masih kosong. Ia mengatakan jangan memutuskan terlalu lama atau mereka akan kehilangan kursi mereka.

Dia meraih lengan Hwon dan meminta mengikutinya, kau tak akan menyesal. Ia meminta uang pada Hwon dan menunjukkantempat mereka di mana mereka bisa melihat dengan baik. Wol membayar orang itu. Pria itu berkata bersenang-senanglah. Hwon duduk dan Wol duduk disebelahnya. Hwon mengatakan ia akan membayar kembali, jadi jangan khawatir. Mereka menonton pertunjukan boneka. Boneka gadis mengatakan dia sudah melakukan kesalahan. Boneka raja mengatakan apa yang dilakukannya itu salah. Hwon Bosan dan merasa tak nyaman.

Hwon mulai meregangkan badan, ia megantuk, orang-orang dibelakangnya mengatakan agar Hwon jangan menggerakkan kepala karena mereka tak bisa melihat. Ia merentangkan tangannya dan mereka mengatakan ‘lengan anda’. Hwon berteriak : Apa yang kalian lakuakn-tidakkah kau tahu siapa aku? ^^ Dialog boneka mengatakan sesuatu tentang raja : Sebagai raja, jika aku tak dapat memilikimu, apa artinya posisi ini? Hwon tak suka mendengar kata-kata itu. Hwon menanyakan apa Wol menikmati pertunjukannya. Wol mengatakan itu menyenangkan. Hwon menatapnya.

Yang Myung masih menunggu Wol bersama Jansil. Myung mengatakan dia terlambat. Dia bertanya apakah Jansil memberikan petunjuk / jalan yang benar? Myung melihat Jansil tertidur, dan menutupinya. Ia berjalan mencari Wol (T_T kadang aku sedih melihat Myung, tapi aku tetap suka sama Wol-Hwon).

Hwon masih menatap Wol. Wol bertanya apakah kau betemu orang itu? Kau bertemu dengannya?
Hwon : Aku tak bisa bertemu dengannya.
Wol : Mengapa kau tak bisa bertemu dengannya? Mengapa tak bisa?
Hwon : Karena aak itu sudah tak ada di dunia ini lagi. Itu salahku. Aku harusnya melindunginya, tapi aku tak bisa melindunginya. Aku punya banyak hal yang ingin ku katakan padanya, tapi aku tak sempat mengatakannya. Jadi aku belum bisa melepaskannya. mereka mengatakan Seorang shaman bisa berbicara dengan roh, apakah itu benar?
Wol : Aku juga mendengarnya begitu.
Hwon : Lalu, apakah kau akan memberitahu anak itu sesuatu untukku?
Wol : apa yang ingin kau katakan padanya?
Hwon : Bahwa aku menyukainya, sangat sangat menyukainya.

Hwon tersenyum padanya dan Yang myung kembali melihat mereka berdua dan ada airmata di matanya.

End..

Source : myls-koreanlover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: