Thorn Birds Episode 1

11 Feb

Episode 1 dimulai dengan flashback kehidupan Jung Eun, Yoo Kyung dan Young Joo, 17 tahun lalu dari masa prolog. Saat itu Yoo Kyung dan Jung Eun masih SMP dan Young Joo masih SMA.


Sekelompok anak perempuan sedang melakukan pertujukan tarian tradisional Korea yang awalnya diiringi musik mendayu-dayu khas tarian tradisional, namun tiba-tiba musik berubah menjadi musik ceria dan para penari pun menari dengan lebih ceria.



Di sisi penonton, ada seorang gadis yang merekam salah satu penari di panggung tersebut dengan sangat bahagia, dia terus mengikuti pergerakan sang penari berbaju berwarna merah muda itu.


Ternyata salah satu penari itu adalah Jung Eun kecil dan gadis yang merekam performancenya adalah Yoo Kyung kecil. Keduanya berlari-lari di taman dengan menjauhi kerumunan orang-orang.


Yoo kyung: “Apakah kau yakin tidak seorang pun yang tahu? Aku sangat gugup.

Jung Eun: Aku juga,, ayo cepat pergi”


Keduanya pun mengendap-ngendap pergi dari taman menuju suatu ruangan bawah tanah tempat menyimpan arsip-arsip Panti asuhan.


Jung Eun dan Yoo Kyung datang ke ruangan arsip itu untuk mencari arsip identitas ibu kandung Jung Eun yang sayangnya tidak ditemukan, karena di arsip tentang Jung Eun sama sekali tidak ada identitas ibunya. Sialnya aksi mereka malah ketahuan oleh ibu panti dan ini membuat Jung Eun dan Yoo Kyung mendapat hukuman.


Ibu panti bertanya, siapa sebenarnya Yoo Kyung. Jung Eun pun mengenalkan Yoo Kyung sebagai sahabatnya di sekolah.


Yoo Kyung berkata pada Ibu panti: “Tidak bisakah anda memperlihatkan catatan kelahiran Jung Eun”

Ibu panti: “Tidak bisa”

Yoo Kyung: “Kenapa? Seorang anak ingin bertemu dengan ibunya, bukankah itu hal yang wajar.”

Ibu panti: “Seo Jung Eun, apakah kau masih anak kecil? Kami sudah berjanji pada ibu kandung Jung Eun untuk merahasiakan identitasnya.”


Jung Eun yang sejak tadi masih berlutut karena dihukum, kini berdiri dan angkat bicara

Jung Eun: “Aku bisa saja pergi ke kantor polisi dan melaporkan ibuku sebagai anggota keluarga yang hilang.Tapi itu akan memakan waktu yang sangat lama, apakah mungkin aku bisa menemukan ibuku jika aku bahkan tidak tahu siapa namanya”


Ibu panti mulai mengeluh dengan sikap Jung Eun yang keras kepala, namun kemudian berkata,”Kau bisa bertemu dengannya bila saatnya tiba, kau hanya harus fokuslah pada sekolah mu sekarang ini. Di masa depan, Kau akan bisa bertemu dengan mereka. Ketika saat itu tiba percayalah semuanya akan baik-baik saja.”


Jung Eun kembali membantah: “Tidak bisakah aku mencari dia sekarang?”


Ibu panti semakin sulit menghadapi kekeras kepalaan Jung Eun, akhirnya dia pun berkata:

“Mari kita melihat dengan cara lain, Setelah melahirkanmu, Ibumu segera mengirimmu kesini, dia hanya ingin memulai hidup baru. Bukankah begitu?”


Jung Eun kecil menghela nafas, merasa semakin putus asa untuk menemukan ibunya.


Ibu panti melanjutkan perkataanya: “Bisa saja, dia sudah menikah lagi dan memiliki anak lain dari pernikahannya itu. Jika kau menjadi Ibumu, apakah kau ingin semua orang tahu tentang masa lalumu?”


Dengan wajah yang hampir menangis, Jung Eun kecil pun berkata dengan keras kepala, “Mungkin hatinya sudah berubah sekarang, dan ingin menemuiku”


Ibu Panti semakin putus asa, akhirnya memberi nasihat pada Jung Eun untuk tak lagi mencari ibunya, karena suatu saatpun dia pasti bisa bertemu dengan orang tuanya.


Jung Eun pun menangis, karena lagi-lagi kali ini , dia gagal kembali untuk mendapatkan nama Ibu kandungnya

****


Yoo Kyung pun menghibur kesedihan Jung Eun dengan menggenggam tangannya.  Mereka berjalan bergandengan tangan saat menuruni tangga. Jung Eun berkata pada Yoo Kyung untuk segera pulang, karena tak ingin Yoo Kyung dimarahi ibunya. Tapi Yoo Kyung malah berkata, bahwa Ibunya kini sudah tak memperhatikannya lagi, dan sepertinya orang tuanya akan bercerai, namun dengan ceria Yoo Kyung berkata, bahwa bila akhirnya mereka bercerai pun mereka akan tetap jadi keluarga, jadi Jung Eun tak perlu cemas. Yoo Kyung malah memberi semangat pada Jung Eun, bahwa polisi pasti akan segera menemukan ibu kandung Jung Eun. 


Jung Eun lalu berkata, bahwa dia ingin menunjukkan foto ibunya. Maka Jung Eun pun menunjukkan sebuah gambar aktris Korea yang sedang terkenal Lee Ae Rin.


Yoo Kyung bertanya: “Bukankah ini Artis Lee Ae Rin? Apa yang sebenarnya terjadi?

Jung Eun menjawab: “Dia adalah ibu yang selama ini aku bayangkan, aku punya perasaan ibu akan terlihat seperti itu”


Jung Eun kemudian menceritakan, ketika pertama kali dia menemukan foto Lee Ae Rin saat dia masih kecil, maka dia sangat berharap bahwa ibu kandungnya akan secantik dan sebaik aktris Lee Ae Rin.


Jung Eun bertanya pada Yoo Kyung bagaimana penampilannya hari ini di panggung, Yoo Kyung memuji bahwa Jung Eun yang terbaik. Jung Eun pun memuji Yoo Kyung bahwa Yoo Kyung sudah seperti sutradara beneran saat merekam gambarnya di panggung tadi.


Yoo Kyung lalu bertanya, apakah Jung Eun benar-benar ingin menjadi Aktris setelah dewasa nanti? Jung Eung menjawab, dia ingin jadi aktris terkenal suatu hari nanti agat ibunya bisa melihatnya di TV dan akhirnya mau menemuinya.


Yoo Kyung pun memberi ide, agar Jung Eun membuat pesan Video untuk ibunya saat Jung Eun melakukan debutnya sebagai aktris. Maka Yoo Kyung pun membantu Jung Eun membuat Video itu dengan merekam Jung Eun yang berterimakasih pada Ibunya karena telah melahirkannya ke dunia. Setelah rekaman itu, Jung Eun pun berterimakasih pada Yoo Kyung karena telah menjadi teman baiknya selama ini. Yoo Kyung pun jadi gugup dan merasa terharu juga.


Jung Eun mengantar Yoo Kyung ke halte bis dan mereka pun berpisah saat bis Yoo Kyung datang. Setelah Yoo Kyung masuk bis, Jung Eun tidak sengaja menabrak seorang anak lelaki yang tidak meminta maaf setelah menabraknya dan hanya melihatnya sekilas kemudian pergi begitu saja.


Anak Lelaki itu yang menabrak Jung Eun di halte bis, ternyata Young Joo muda yang selalu ditindas seorang berandal yang mengaku sebagai kakaknya. Saat Young Joo sedang di tindas berandal itu, Jung Eun melihat hal itu dan berusaha menolong Young Joo. Bukannya berterima kasih, Young Joo malah bertanya mengapa gadis kecil seperti Jung Eun masih berkeliaran tengah malam seerti itu. Jung Eun berkata bahwa dirinya bukan gadis kecil, dia bahkan malah bertanya mengapa orang tadi mengganggunya?


Young Joo yang sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Jung Eun, malah bertanya di mana rumah Jung Eun dan menyuruhnya untuk segera pulang. Jung Eun pun berjalan menjauh dari Young Joo, tapi bukannya pulang, dia malah bersembunyi di balik sebuah tembok dan memperhatikan Young joo yang berjalan pergi. So,, nampaknya Jung Eun kecil kita ini jatuh cinta.


Dan benar saja, esoknya dia menceritakan pertemuannya dengan seorang pemuda tadi malam pada Yoo Kyung dengan malu-malu. Yoo Kyung yang penasaran dengan sikap malu-malu Jung Eun berlari mengejar Jung Eun yang telah lari lebih dahulu, hingga akhirnya Yoo Kyung tertabrak mobil, yang ternyata mobilnya aktris cantik Lee Ae Rin.  


Untungnya Yoo Kyung tidak apa-apa, maka setelah meminta maaf dan memberikan tanda tangannya di foto yang dimiliki Jung Eun, dia melihat Yoo Kyung dan berkata bahwa Yoo Kyung memiliki teman yang yang sangat baik. Mereka pun berpisah.


Tujuan Lee Ae Rin adalah sebuah rumah dari seorang Chaebol, direktur utama Haeju Grup, yang tak lain adalah kakek Young Joo. Sepertinya Manajer Lee Ae Rin, Choi Jong Dal sedang membujuk sang direktur untuk tetap mendukung Lee Ae Rin dalam dunia keartisannya. 


Setelah urusannya selesai,  Lee Ae Rin dan manajernya bertemu Young Joo. Saat menyapa pemuda itu, Manajer Choi tidak sengaja mengatakan tentang ibu kandung Young Joo yang masih hidup. Tentu saja Young Joo syok mendengar hal ini. Selama ini, Young Joo tahu bahwa dirinya bukan anak kandung menantu keluarga itu, namun ia tak menyangka bahwa ibu kandungnya masih hidup.


Young Joo pun bertanya pada kakeknya tentang kebenaran itu, tapi kakek dan ibu tirinya malah marah mendengar pertanyaan Young Joo.

Maka Young Joo pun mencari Lee Ae Rin untuk mencari tahu kebenaran tentang ibu kandungnya.

Lee Ae Rin pun menceritakan tentang siapa ibu kandung Young Joo yang dulunya ternyata sahabat Lee Ae Rin, yang jatuh cinta pada ayah Young Joo, hingga lahirlah Young Joo. Namun karena ayah Young Joo yang telah sakit-sakitan akhirnya meninggal tak berapa lama setelah Young Joo lahir, Ibu Young Joo yang tak sanggup mengurus Young Joo dengan keadaan ekonominya, akhirnya memberikan Young Joo untuk diurus oleh kakek Young Joo bahkan secara hukum, Young Joo didaftarkan sebagai anak dari istri sah ayah kandungnya.


Lee Ae Rin pun bercerita, bahwa setelah hari pemakaman ayah Young Joo,  dia tak pernah lagi melihat ibu kandung Young Joo yang mungkin kini tinggal dengan anak lelaki pertamanya. Young Joo bertanya dimana kemungkinan ibu kandungnya tinggal, karena dia ingin tahu apakah alasannya membuang Young Joo ke keluarga itu hanya karena alasan ekonomi, atau memang karena memang tidak menginginkannya. Lee Ae Rin malah naik pitam, dan berkata, Young Joo tidak perlu menemui ibu kandungnya, karena orang yang tega membuang anaknya sendiri bukanlah manusia.


Harapan terakhir Young Joo adalah brandalan yang selalu mengaku sebagai kakaknya. Bila selama ini Young Joo tidak meladeninya, kini Young Joo lah yang buat gara-gara dengan berandal itu hingga akhirnya mereka berdua dibawa ke kantor polisi. 


Tujuan Young Joo berhasil, Ibu berandal itu pun datang, dan tentu saja, akhirnya Young Joo pun bertemu dengan Ibu kandungnya, namun sayangnya ibunya tidak ingin mengakuinya sebagai anak. Ibunya berkata bahwa Young Joo hanya harus hidup baik-baik di rumah itu, dan berhasil menjadi orang sukses yang bisa membuat kakeknya bangga.


Di kantor polisi yang sama dengan yang didatangi Young Joo, Jung Eun sedang bertanya tentang perkembangan laporannya tentang kehilangan ibunya. Namun sepertinya laporannya tidak ada perkembangan, apalagi Jung Eun belum berhasil mengetahui nama ibu kandungnya tersebut. Jung Eun yang sedang bersedih karena belum juga berhasil menemukan ibunya melihat Young Joo yang sedang ditolak ibunya. Jung Eun yang merasa memiliki emosi yang sama dengan Young Joo yang ingin diakui oleh ibunya berteriak pada Ibu kandung Young Joo bahwa, apa salahnya bila seorang anak ingin diakui oleh ibunya, dan mengapa seorang ibu begitu tega meninggalkan anak kandungnya sendirian. Namun Ibu Young Joo tak menggubris kata-kata Jung Eun.


Jung Eun kembali ke kantor polisi dan masih penasaran dengan kabar ibunya, namun polisi yang menangani laporan Jung Eun, meminta gadis itu untuk menyerah, karena akan sulit sekali bagi Jung Eun untuk menemukan ibunya yang telah hilang (sebenarnya meninggalkannya) selama belasan tahun itu.  Jung Eun akhirnya hanya bisa menangis sambil memanggil-manggil “Omma,, ommma” dan Young Joo melihat hal tersebut. 


Young Joo yang tidak tega melihat tangisan Jung Eun mendekati gadis itu, lalu bertanya “apa kau lapar?”

Young Joo mengajak Jung Eun memakan Mie panas dalam cuaca dingin di sebuah warung yang ada di pasar tradisional dan berbaik hati membuka kan sumpit untuk Jung Eun. Mereka menikmati Mie yang mereka makan dengan gembira.


Selesai makan mereka berjalan bersama, saat melewati sebuah jembatan Jung Eun berkata bahwa dia tidak membenci ibunya meskipun ibu kandungnya itu telah meninggalkan dia 3 bulan setelah dia dilahirkan, Jung Eun menyarankan pada Young Joo, Young Joo pun jangan membenci ibunya. Jung Eun berkata, jika Young Joo membenci ibunya, Young Joo hanya akan lelah sendiri.


 Jung Eun pun berkata:

“Nenekku pernah berkata, saat kau sedih, kesepian atau merasa bersalah, jangan terus menyimpannya dalam hati. Karena jika itu terus disimpan dalam hati, maka akan timbul bibit keburukan yang tertanam dalam hatimu dan akan tumbuh menjadi duri”


Young Joo bingung dengan perkataan Jung Eun dan bertanya: “Apa maksudmu?”


Jung Eun kembali menjelaskan: “Setiap kali aku menangis, Nenek selalu bilang,, Aigo,, hatimu akan dipenuhi oleh duri”


Young Joo: “Jadi, saat kau menangis seperti sekarang, bibit keburukan akan tertanam di dalam hatimu dan menjadi duri? Jika kau menangis selama satu jam duri itu akan menjadi sebesar pohon?”


Jung Eun baru tersadar: “ Kau sudah menemaniku lebih dari satu jam? Bagaimana mungkin? Tapi tenang saja itu tidak akan terjadi, karena malaikat penjagaku akan mencegahnya.


Young Joo: “Apa?”

Jung Eun: “Malaikat penjagaku. Saat aku merasa sedih dan hatiku dipenuhi duri, dia akan membantuku mengancurkan duri tersebut. Terima kasih”

(Jadi Jung Eun menganggap Young Joo sebagai malaikat penjaganya? Hahaha,, Young Joo sampe bengong mendengar ucapan terima kasih Jung Eun).


Young Joo: “Dasar,, jangan bilang apa-apa lagi, Lebih baik kita cepat pergi dari sini, Gummo
(Gummo – artinya gadis kecil)

Jung Eun: “Kau selalu memanggilku Gummo.. gummo,, suatu saat kau akan melihatku tumbuh dewasa dan menjadi wanita yang sangat seksi”

Young Joo: “memangnya kau mengerti apa yang dimaksud dengan seksi?”

Jung Eun: “mengapa bertanya begitu? aku hanya belajar hal itu dari kakek”

Young Joo tertawa mendengar jawaban Jung Eun, dan merekapun tertawa bersama. Young Joo mengajak Jung Eung segera pergi dari jembatan itu dan melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.


Jung Eun baru tersadar, jika saat itu sudah larut. Dia membuka pager miliknya dan mencari telepon umum, karena teringat pada pesan Yoo Kyung di pager nya. Jung Eun pun menemukan telepon umum dan mendengarkan pesan Yoo Kyung yang menunggunya di suatu tempat. Sementara itu, Young Joo yang mengantar Jung Eun ke telepon umum membeli sebuah syal berwarna merah.


Jung Eun yang telah selesai mendengarkan pesan Yoo Kyung, segera keluar dari telepon umum dan berpamitan pada Young Joo yang belum selesai belanja. Saat Young Joo berkata, tunggulah sebentar, karena Young Joo akan mengantarnya, Jung Eun menolak, karena dia harus segera menemui seorang teman.  Saat Jung Eun berpamitan untuk pergi, Young Joo menahannya sejenak.


Young Joo: “Tunggu,,, minggu depan ada film yang menarik, apakah kau ingin melihatnya bersamaku?”

Jung Eun tersenyum dan mengangguk, Young Joo pun kegirangan

Young Joo: “kalau begitu, kamis minggu depan, mari kita bertemu disini jam 5 sore, bagaimana?”

Jung Eun: “Baik, kamis minggu depan jam 5 sore”

Young Joo: “pergilah”

Jung Eung: “iya”


Jung Eun pun pergi dengan sepedanya meninggalkan Young Joo yang masih berdiri di depan penjual syal dengan wajah yang penuh senyum gembira.


Di sebuah restoran, Yoo Kyung sedang menunggu Jung Eun, diganggu oleh seorang pemuda yang mengajaknya untuk makan di meja pemuda itu dan teman-temannya. Tapi Yoo Kyung tak mempedulikan pemuda itu, dan hanya melongok keluar, mencari Jung Eun yang belum juga datang. Merasa kesal karena diganggu terus, Yoo Kyung pun keluar dari restoran dan menunggu Jung Eun di luar.


Jung Eun yang sedang menaiki sepedanya untuk menemui Yoo Kyung,  terjatuh karena menabrak orang, ini membuatnya semakin terlambat untuk menemui Yoo Kyung.


Yoo Kyung diikuti oleh para pemuda yang mengganggunya direstroran tadi, dan hal itu terlihat oleh teman sekolahnya. Yoo Kyung pergi ke telepon umum dan meninggalkan pesan di pagernya Jung Eun

“Jung Eun, mengapa kau tidak datang juga, cepatlah datang, aku sangat takut”

Para pemuda tadi mendatangi Yoo Kyung dan mengajak Yoo Kyung bermain, Yoo Kyung menolak dan mencoba kabur dari para pemuda itu, namun mereka segera mengejar Yoo Kyung.


Jung Eun akhirnya sampai di restoran tempat dia dan Yoo Kyung janjian, tapi tak menemukan Yoo Kyung. Dia bertemu dengan teman sekelasnya yang tadi melihat Yoo Kyung diikuti para pemuda. Jung Eun bertanya apakah mereka melihat Yoo Kyung, mereka berkata mereka melihatnya berjalan ke arah sana, saat Jung Eun akan beranjak untuk menemui Yoo Kyung, kedua temannya memperingati Jung Eun untuk hati-hati, mungkin karena Yoo Kyung diikuti pada pemuda nakal.


Benar saja, Yoo Kyung memang sedang diganggu pemuda itu di sebuah gang sempit. Mereka mendorong Yoo Kyung ke tumpukan kardus sampah dan mengambil tasnya. Yoo Kyung kesal dan berteriak, salah satu pemuda itu malah menamparnya. Yoo Kyung mencoba melawan, dengan memukul-mukul para pemuda itu dengan tas-nya. Mereka jadi marah dan mencoba menyerang Yoo Kyung hingga membuat tangan gadis itu berdarah. Yoo Kyung pun mulai menjerit.


Jung Eun yang sedang mencari Yoo Kyung, menemukan syal Yoo Kyung yang terjatuh, tidak lama dia mendengar teriakan Yoo Kyung. 


Jung Eun pun akhirnya menemukan Yoo Kyung yang diserang pada pemuda, dia berusaha menolong Yoo Kyung dengan berteriak meminta pertolongan. Untungnya ada tiga orang lelaki yang lewat jalan itu dan melihat para pemuda itu menyerang Yoo Kyung dan menghalangi Jung Eun yang berusaha menolong Yoo Kyung.


Para lelaki itu pun bertanya apa yang dilakukan para pemuda itu, ketakutan karena perbuatannya dilihat orang dewasa, merekapun pergi meninggalkan Yoo Kyung, dan ketiga lelaki itu mengejar para pemuda yang menyerang Yoo Kyung.


Jung Eun bertanya apakah Yoo Kyung baik-baik saja? dengan gemetar, Yoo Kyung berkata bahwa dia baik-baik saja sambil menangis sesegukan, walaupun penuh darah di tangan dan wajahnya. Jung Eun pun jadi merasa bersalah. Dia mengantar Yoo Kyung ke rumah sakit untuk mengobati luka di tangannya.


Saat keluar dari rumah sakit, Yoo Kyung yang sudah tenang bertanya tentang perkembangan laporan Jung Eun tentang ibunya di kantor polisi. Jung Eun hanya menggeleng lesu, dan berkata dia belum menemukan apapun, tapi tenang saja, suatu saat dia pasti bisa menemukannya. Jung Eun lalu menceritakan pertemuan keduanya dengan pemuda yang ditemuinya waktu itu pada Yoo Kyung, dan meminta maaf, Jung Eun jadi terlambat menemui Yoo Kyung karena makan mie bersama pemuda itu. Yoo Kyung bilang tidak apa-apa, dan malah mengajak Jung Eun untuk menginap dirumahnya.


Saat sampai di rumah Yoo Kyung, Jung Eun dan Yoo Kyung, mendengar ibu Yoo Kyung sedang menelpon seseorang dan berkata bahwa dia tak sanggup lagi mengurus putri dari orang yang ditelponnya. Yoo Kyung syok mendengar hal itu, dan dia mengerti bahwa sebenarnya orang yang dia anggap sebagai ibunya ternyata bukan ibu kandungnya. Dia meminta penjelasan pada ibunya, dan ibunya menceritakan bahwa Yoo Kyung memang bukan anak kandungnya. Dia juga menceritakan bahwa ibu kandungnya memberikan uang padanya untuk membesarkan Yoo Kyung. Ibunya mulai berteriak pada Yoo Kyung untuk tak lagi memanggilnya ibu, saat Yoo Kyung terus memanggilnya ibu.


Saat ibu Yoo Kyung melihat Jung Eun, dia malah meminta Jung Eun memabawa Yoo Kyung ke panti asuhan juga. Ibu Yoo Kyung segera masuk kamar dan menepis Yoo Kyung yang mencoba mencegahnya hingga Yoo Kyung terjatuh. Jung Eun berusaha membantu Yoo Kyung berdiri, tapi Yoo Kyung malah meminta Jung Eun pergi. Yoo Kyung yang sedang emosi pun, akhirnya malah berteriak pada Jung Eun dan memintanya untuk segera pergi.


Yoo Kyung jatuh terduduk di sisi tempat tidurnya, karena harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata selama ini dia di buang oleh ibunya.


Di tempat lain,, Aktris Lee Ae Rin sedang menyesap alkoholnya dan berteriak kesal pada dirinya sendiri.


Ibu kandung Young Joo pun berjalan di jalan dalam keadaan mabuk dan menabrak orang, kemudian memarahi orang itu.

Sementara Young Joo berdiri didepan rumah kakeknya, dengan keadaan hati galau setelah bertemu dengan ibu kandungnya.


Jung Eun pun merasa tak tenang, hingga dia tak bisa tidur, saat adik-adik di panti asuhannya sedang lelap tertidur.


Pagi hari pun datang, ibu Yoo Kyung terbangun dengan kepala pusing, dan mendapati sebuah tangan terluka yang memeluk dirinya, tangan siapa lagi,, kalo itu bukan tangan Yoo Kyung yang terus menahannya untuk tidak beranjak dari tempat tidur dan malah semakin erat memeluknya.


Yoo Kyung pergi ke sekolah, dan mendengar teman-teman sekolahnya membicarakan dia yang telah diserang oleh para pemuda jalanan. Yoo Kyung awalnya bingung bagaimana kabar itu bisa tersebar di sekolah, tapi dia malah memergoki Jung Eun yang sedang menceritakan kejadian sebenarnya pada dua orang teman sekolahnya yang salah paham terhadap insiden penyerangan itu. 


Yoo Kyung pun jadi kesal pada Jung Eun. Dia bahkan menampar Jung Eun saat mereka berbicara berdua di dalam kelas. Jung Eun mencoba menjelaskan bahwa dia tak bermaksud menceritakan insiden itu pada orang-orang, dia hanya ingin meluruskan rumor tidak benar yang tersebar. Tapi Yoo Kyung kadung kesal pada Jung Eun dan berkata:

“Semua ini karena mu, karena aku menunggumu, Tapi apa? Kau malah pergi makan mie bersama pemuda yang bahkan tidak kau ketahui namanya”


Jung Eun meminta maaf, tapi hati Yoo Kyung yang memang sedang terluka tidak mau memaafkan Jung Eun dan malah mulai mencerca Jung Eun dengan mengatakan bahwa Jung Eun adalah orang yang paling menjijikan sedunia, karena berpura-pura merasa kasihan padanya saat dihadapannya, tetapi dibelakangnya malah membicarakannya dengan orang lain.


Yoo Kyung bahkan berkata:

“Meski aku tidak akan bertemu denganmu lagi, aku masih ingin pindah sekolah. Jika suatu hari kita bertemu kau harus berpura-pura tidak mengenalku. Jangan pernah muncul lagi dihadapanku”


Jung Eun yang merasa bersalah sekaligus terluka dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Yoo Kyung hanya bisa menatap kepergian Yoo Kyung yang kini telah membencinya.


Hari Janjian Young Joo dan Jung Eun pun tiba. Young Joo menunggu Jung Eun di tempat janjian mereka tepat jam 5 sambil membawa syal merah yang dibelinya hari itu untuk dihadiahkan pada Jung Eun. Young Joo lama menunggu, namun Jung Eun tak kunjung datang.


Jung Eun yang sedang tak enak hati karena bertengkar dengan Yoo Kyung, baru ingat dengan janjinya dengan Young Joo.


Jung Eun segera berlari ke tempat janjian mereka, namun Young Joo sudah tak ada. Ternyata Young Joo sedang mencari rumah Jung Eun di tempat pertama kali mereka bertemu namun tak berhasil menemukannya.


Young Joo pun akhirnya pergi sekolah ke luar negeri, saat pergi dia memakai Syal merah yang tadinya akan diberikannya pada Jung Eun. Sementara Jung Eun sering datang ke jembatan tempat mereka janjian, berharap bisa bertemu Young Joo di tempat itu dan meminta maaf padanya karena tak menepati janji.


SEPULUH TAHUN KEMUDIAN


Seorang gadis terburu-buru masuk ke sebuah gedung perusahaan besar. Dia adalah Seo Jung Eun yang telah tumbuh dewasa. Dia kebingungan dan terlihat mencari seseorang. Di depan meja resepsionis Jung Eun berdiri menunggu seseorang. Seorang lelaki menghampirinya, dia adalah Young Joo yang telah dewasa dan kini telah menjadi Produser di perusahaan Haeju Picture milik kakeknya.



“Seo Jung Eun-ssi” sapa Young Joo saat melihat gadis yang seperti menunggu seseorang.


Seorang gadis lainnya yang sedang menulis sesuatu di meja resepsionis, berhenti menulis saat mendengar nama Jung Eun. Dia adalah Han Yoo Kyung dewasa.


“Iya itu aku” kata Jung Eun menjawab sapaan Young Joo.


Yoo Kyung menoleh kearah Jung Eun dan Young Joo yang sedang bertemu dan melihat mereka berdua.


Young Joo: “Aku Lee Young Joo, ada urusan apa kau mencariku?”

Jung Eun: “Kau kenal Yang Mi Ryun kan?”

Young Joo: “Aku tidak kenal”

Jung Eun tertawa kesal mendengar jawaban Young Joo

Young Joo: “Katakan saja, untuk apa kau mencariku?”

Bukan jawaban yang didapat Young Joo, malah sebuah tamparan dari Jung Eun yang bersarang dipipinya.


Yoo Kyung yang melihat hal itu pun jadi kaget dan memperhatikan mereka berdua. Jung Eun  menatap Young Joo dengan kesal setelah menamparnya. Dan Young Joo kebingungan, mengapa diriya bisa tiba-tiba ditampar oleh wanita yang tidak dikenalnya didepan banyak orang.

Source : http://cakrawala-senja-1314.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: