Thorn Birds Episode 8

11 Feb

Lee Ae Rin memeluk putri Yoo Kyung dan berkata, “Anakku…” sepertinya dia melihat kemiripan anak itu seperti Yoo Kyung saat bayi. Jung Eun pergi ke dapur dan membuatkan susu untuk bayi itu, kemudian memberikan susu itu pada Lee Ae Rin.


Lee Ae Rin kemudian berkata bahwa dia bahkan tidak berani keluar untuk syuting setelah tersebarnya video Jung Eun yang mengakuinya sebagai ibu. 


Jung Eun segera membantah dan berkata bukan dia yang melakukannya. Lee Ae Rin bingung, Jung Eun berkata, “Bayi ini memang cucumu tap aku bukan putrimu. Jadi besarkanlah dia, yang tidak bisa kau lakukan 25 tahun lalu terhadap putrimu lakukanlah sekarang”

Lee Ae Rin bingung: “Apa?”

Jung Eun hanya berkata: “pampersnya tidak cukup, juga harus memandikannya, aku akan pergi dulu ke pasar untuk membeli perlengkapnnya dan sedikit sayuran”

Jung Eun pun segera beranjak pergi,

Lee Ae Rin semakin bingung dan berteriak: “Kau mau kemana?”


Jung Eun menemui Yoo Kyung dan mengatakan bahwa dia telah memberikan putri Yoo Kyung pada Lee Ae Rin. Yoo Kyung marah dan berkata apakah Jung Eun sudah gila, memberikan anak yang baru lahir pada nenek tua yang bahkan tidak bisa mngurus dirinya sendiri. Jung Eun berkata, bagaimana lagi, dia tidak punya pilihan karena dia harus pergi jauh besok pagi. Yoo Kyung pun berkata bahwa ia juga harus pergi ke luar negeri besok pagi.


Jung Eun: “Yoo Kyung, ini adalah kesempatan terakhirmu”

Yoo Kyung: “Kamu sebenarnya ingin aku bagaimana?”

Jung Eun: “Besarkanlah anakmu dan jagalah ibumu”

Yoo Kyung: “tidak bisa”

Jung Eun: “Pikirkanlah lagi sebelum kau menyesal nantinya, kamu juga sudah melihat rumahnya kecil dan entah kapan akan dibongkar, di tempat itulah Ibu dan putrimu tinggal”

Yoo Kyung: “Tidak mau”

Jung Eun: “Ibumu dalam sekejap, langsung mengenali bayi yang kau lahirkan, dan berkata dia mirip denganmu 25 tahun yang lalu”


Yoo Kyung: “Kau gadis jahat, mengapa harus melakukan ini padaku? Mengapa kau membuatku berubah menjadi wanita yang jahat? Kau sebenarnya mengapa begini?”

Jung Eun: “Ibuku sudah meninggal, karena tidak memiliki siapapun dia meninggal dalam kesepian dan hanya meninggalkan sebuah foto. Aku bahkan baru tahu tentang kematiannya setelah 10 hari”

Yoo Kyung: “Jadi,,, apa itu ada hubungannya denganku?”

Jung Eun: “Ada hubungannya, ada kemungkinan cerita itu terjadi padamu. Aku tidak ingin membiarkan kamu juga mati seperti itu. Jangan biarkan anakmu juga menyedihkan seperti aku, dimana kita harus melalui hidup kita setiap hari dengan memanggil ibu sambil menangis. Jangan biarkan, anakmu hidup seperti kau dan aku.”

Yoo Kyung hanya bisa diam dan menelan ludahnya, namun ia sama sekali tak tersentuh dengan bujukan Jung Eun.

Yoo Kyung: “Benar, suatu hari aku juga akan mati, waktu mati karena sudah tua aku akan meninggalkan penyesalan besar karena melakukan hal itu, tapi bagaimana lagi, tidak ada jalan lagi. Aku tidak boleh berhenti di tengah-tengah, aku harus berhasil. Harus membalas dendam pada semua orang yang meremehkan dan menertawaiku. Aku harus berhasil dan jadi orang sukses”

Jung Eun: “Balas dendam itu apa gunanya? Apa kau tega membiarkan Lee Ae Rin mengurus bayi itu sendirian?”

Yoo Kyung: “Yoo Myung Ja mungkin akan membuang anak itu juga”

JunG Eun: “Apa?”

Yoo Kyung: “Dia pernah membuang anaknya sekali, kini jika hidupnya sendiri menderita, dia juga bisa membuang bayi sekali lagi. Apakah wanita itu sudah tahu aku adalah putrinya?”

Jung Eun: “Dia belum tahu”

Yoo Kyung: “Maka katakanlah, katakan Han Yoo Kyung adalah putrinya yang telah menyebarkan video pengakuan yang menghancurkan hidupnya, katakan juga bahwa aku telah membuang putriku juga, katakan semua itu padanya.”

Jung Eun: “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?”

Yoo Kyung: “Bukankah kau bilang, akan sangat baik jika dia adalah ibumu?  maka katakankah bahwa kau adalah putrinya.”

Jung Eun: “Lalu bagaimana dengan anakmu?”

Yoo Kyung: “Di catatan kelahiran kau adalah ibunya, maka akui saja dia sebagai putrimu!”

Jung Eun: “ Baiklah, aku akan menanggung semuanya. Aku Akan mewakili dirimu melakukan semuanya”

Yoo Kyung kaget mendengar jawaban Jung Eun.


Lee Ae Rin melihat catatan kelahiran bayi yang kini ada di sampingnya, dan disitu jelas tertulis bahwa Jung Eun adalah ibu bayi itu. 


Maka saat Jung Eun baru kembali dari belanja, Lee Ae Rin melemparkan semua berkas itu ke hadapan Jung Eun dan berkata, “Dengan semua catatan ini, kau masih menyangkal kau bukan putriku? Di tempat syuting, sudah lama melihatmu, tidak pernah terpikir bahwa kau adalah putriku. Binatang juga bisa menganali anak sendiri, tapi aku lebih buruk dari binatang jadi tidak bisa mengenalimu. Tapi anak itu, aku langsung mengenalinya karena selalu teringat pada bayiku dulu. Kau jelas-jelas anakku, ibu dari bayi itu kan?”


Jung Eun tidak menjawab. Lee Ae Rin kembali bertanya: “Apakah kau adalah putriku? katakanlah yang jelas, karena kini aku seperti orang buta, jadi harus mendengar kamu yang mengatakannya aku baru bisa percaya”

Jung Eun pun akhirnya berkata: “Iya”


Lee Ae Rin akhirnya bertanya: “Untuk apa datang kesini? Bukankah kau ingin menjadi aktris. Tidak seharusnya kau mengakui dirimu sebagai putriku, mengapa kau datang kesini? Sudah membuatku jatuh, kau ingin berbuat apalagi?”

Jung Eun: “Ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu”

Lee Ae Rin terduduk mendengar jawaban Jung Eun.

Jung Eun berkata: “Mengapa kau seperti ini? Mengapa tidak mengatakan bahwa kau sakit? Ada kemungkinan bisa mati, mengapa kau hidup seperti ini?”

Lee Ae Rin: “Aku mengira, aku akan mati, tapi aku mengapa aku masih hidup? Umurku harus sampai kapan? Mengapa kau harus melihatku yang seperti ini?”

Lee Ae Rin menertawai hidupnya, Jung Eun sudah menangis saja pendengar kata-kata Lee Ae Rin.

Lee Ae Ri bertanya: “Siapa ayah anak ini? Jika ingin membuang anak, maka pasti ada alasannya, cepat katakan apa alasanmu?”

Jung Eun: “Orang yang sudah mempunyai istri, dan sekarang tidak ada di Korea, aku tidak bisa menemukannya” (Ups,, ini sih yang dikatakan Yoo Kyung untuk menutupi dari Jung Eun tentang siapa ayah bayi itu sebenarnya)

Lee Ae Rin: “Jadi kau mau hidup dengan status sebagai ibu yang belum menikah?”

Jung Eun diam tak menjawab pertanyaan itu. Lee Ae Rin mulai menangis meratapi nasib putrinya.

Lee Ae Rin: “ Akan sangat bagus, jika kau hidup dengan baik, mengapa kau juga harus seperti aku? apa yang akan kau lakukan nanti?”

Jung Eun bingung harus menjawab apa. 


Tiba-tiba sang bayi menangis, Jung Eun panik dan segera menghampiri bayi itu dan menggendongnya untuk menenangkannya, namun bayi itu terus menangis. 


Lee Ae Rin datang dan segera mengambil kendali dengan memeberikan susu pada bayi itu, sang bayi pun langsung terdiam.


Jung Eun dan Lee Ae Rin pun akhirnya mengurus bayi itu bersama-sama dengan gembira.


Kang Woo sedang menonton pembuatan film terakhir Lee Ae Rin yang batal rilis dan melihat Jung Eun, Young Joo datang dan dia pun melihat wajah Jung Eun di video itu. Dia pun tersenyum.


Jung Eun pergi bekerja sementara Lee Ae Rin mengurus anak Yoo Kyung di rumahnya. Jung Eun berkata, harusnya dia memberikan hanphone pada Lee Ae Rin agar bisa menghubunginya. Jung Eun pun kembali bekerja. 


Kang Woo datang dan berniat membantu pekerjaan Jung Eun agar dia bisa mengobrol bersama Jung Eun, namun Jung Eun berkata bahwa dia harus segera pulang.


Kang Woo pun mengantar Jung Eun pulang dan membicarakan tentang audisi pertama Jung Eun dan berkata bahwa Mi Ryun sangat beruntung karena memiliki teman seperti Jung Eun yang rela melakukan Echo saat adegan “O genki desu ka” pada audisi itu. Jung Eun pun tersenyum mendengarnya. (Oh,, Kang Woo-ssi benar-benar berusaha keras membuat Jung Eun nyaman berada di sisinya)


Mereka pun sampai, Jung Eun turun dan pamit pada Kang Woo karena ada orang yang menunggunya di rumah. Jung Eun berkata pada Kang Woo untuk bertanya tentang siapa yang ada di rumahnya.

Kang Woo: “apakah kau punya tamu?”

Jung Eun: “bukan tamu, tapi keluarga. Ibu yang sakit dan seorang anak”

Kang Woo: “Apa?”

Jung Eun: “dirumahku ada bayi yang baru dilahirkan”

Kang Woo jadi tertawa mendengarnya menganggap Jung Eun hanya bercanda.

Jung Eun: “Ini sungguhan”

Kang Woo: “Waktu kencan pertama, kau bilang sudah punya kekasih, setelah itu langsung bilang mau menikah dan kali ini seorang anak?”

Jung Eun: “Percaya atau tidak terserah padamu, Aku juga tidak tahu mengapa aku harus seperti ini tiap kali bertemu denganmu? Aku permisi”

Jung Eun pun segera pergi meninggalkan Kang Woo.


Jung Eun masuk ke rumah Lee Ae Rin dan melihat bayi kecil itu tertidur di samping neneknya, kemudian Jung Eun pun ikut tertidur di samping Lee Ae Rin. 


Di tengah malam, Lee Ae Rin terbangun dan menyelimuti Jung Eun yang telah tertidur pulas.


Direktur Choi dan Lee Young Gook sepertinya berencana menghalangi karir Young Joo. dia bahkan menemui rekan kerja baru Young Joo dan menawarkan kerja sama dengannya dengan imbalan membuat Young Joo dipecat dari pekerjaannya sekarang.


Yoo Kyung yang mendengar Young Joo dipecat langsung menelpon Young Joo dan berkata bahwa apakah Young Joo berpikir bawa dia dipecat karena dirinya. Young Joo bilang tidak menyalahkan Yoo Kyung dan berkata mengapa Yoo Kyung meminta bertemu padahal hubungan mereka sudah berakhir. Yoo Kyung pun bertanya mengapa Young Joo datang kalau begitu. Young Joo tidak menjawab dan berkata bahwa Yoo Kyung pasti sibuk karena besok akan pergi ke luar negeri. Young Joo berniat beranjak pergi namun Yoo Kyung berteriak padanya karena kesal melihat sikap Young Joo yang selalu berpura-pura.


Yoo Kyung: “Mengapa kau selalu seperti ini, saat uangmu diambil oleh ibu dan kakak tirimu kau diam saja, seolah tak terjadi apapun, sekarang juga seperti itu. Bukankah kau tidak menyukai film? Mengapa kau tetap bertahan di dunia perfilman?”


Young Joo: “Aku ingin tetap bertahan di dunia perfilman, karena kau menyukai film, aku berharap bisa melupakanmu dengan menyukai hal yang kau sukai, kau bertanya mengapa aku datang hari ini, karena aku menyukaimu. Semua yang aku lakukan adalah karena mu. Karena aku menyukai Han Yoo Kyung”

Young Joo pun pergi meninggalkan Yoo Kyung yang terlihat terpukul mendengar semua kata-kata Young Joo.

Jung Eun, Mi Ryun dan Han Soo bertemu di sebuah restoran. Mi Ryun menyerahkan undangan pernikahnnya pada Jung Eun dan Han Soo. Orang yang paling kaget sepertinya Han  Soo yang bertanya mengapa Mi Ryun tega melakukan semua ini, setelah apa yang terjadi pada mereka berdua saat mereka berdua meninggalkan Jung Eun dan Young Joo di sauna malam itu. Mi Ryun marah, mengapa Han Soo harus mengungkit hal itu, di saat kini dia akan menikah dengan laki-laki lain. Mi Ryun dan Han Soo mulai bertengkar dan membuat Jung Eun merasa tak enak dan meninggalkan mereka berdua.


Mi Ryun memberikan uang yang diberikan Young Joo untuk mereka berdua dalam rangka mengganti kerugian yang diderita keduanya akibat penipuan. Jung Eun bertanya bagaimana Mi Ryun mendapatkan uang itu, dan dia pun berkata bahwa Young Joo yang memberikannya. Jung Eun kaget dan berkata, mengapa Mi Ryun menerima uang dari orang yang ingin membeli rumah?


Ahjussi adik Lee Ae Rin, sepertinya mulai mengkhawatirkan keadaan kakak perempuannya dan pergi menemui Kim Kye Sun, ibu kandung Young Joo untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya, hingga dia menghilang seperti ini. Namun belum sempat Ahjussi bertanya Ny. Kim mendapat panggilan dan harus segera pergi sehingga Ahjussi hanya ditinggal berdua dengan teman Ny. Kim yang memberitahu tentang kekhawatiran Ny. Kim terhadap putra bungsunya Lee Young Joo yang diusir dari keluarga ayahnya. Ahjussi pun meminta nomor telepon Young Joo.


Ahjussi segera menelpon Young Joo dan berkata ingin bertemu. Setelah memberikan alamat, Ahjussi pun berkata dia menunggu Young Joo. Mengapa Ahjussi ingin bertemu Young Joo, ternyata karena amanat kakek Young Joo yang menitipkan Young Joo padanya. Ahjussi terkenang akan amanat kakek Young Joo padanya yang mengatakan cucu bungsunya itu pasti akan tersisih dari keluarganya setelah kematian dirinya. Jadi Kakek meminta Ahjussi untuk mendidik Young Joo yang nanti akan kehilangan seluruh warisannya untuk memulai segalanya dari bawah agar kelak cucu bungsunya itu bisa sukses seperti dirinya.


Young Joo pun datang ke pasar dan mencari toko kain Ahjussi. Di sisi lain Jun Eun pun datang ke pasar dan melihat Hak Gu, anak Ahjussi dan Ahjuma keluarga Lee Ae Rin sedang berfoto dengan turis Jepang di toko pakaiannya. Hak Gu melihat Jung Eun dan menawarkan baju model terbaru, Jung Eun tidak tertarik. Hak Gu pun berkata apakah Jung Eun ingin minum teh bersamanya? Jung Eun membenarkan. Hak Gu jadi kegeeran deh, berpikir Jung Eun sedang mengejar dirinya sampai meminta nomor teleponnya, alamat rumah dan toko kain milik ayahnya.


Jung Eun pun pergi untuk mendatangi toko kain itu, di jalan tanpa dia sadari dia berpapasan dengan Young Joo yang juga mencari toko kain itu, namun mereka tak bertemu. 


Jung Eun sampai di toko kain itu dan melihat toko kain itu agak lama, saat Ahjussi yang sedang menunggu Young joo keluar, Jung Eun segera pergi dan saat itulah Young Joo datang, jadi Jung Eun dan Young Joo pun tak sempat bertemu lagi.


Ternyata toko kain itu milik kakek Young Joo, Ahjussi selama ini hanya mengelolanya. Dan Kakeknya telah mewariskan toko tersebut pada Young Joo dan berharap Young Joo bisa mengelola toko kain tersebut. Karena di disitulah awal mulanya berdiri perusahaan Haeju yang ditinggalkan kakeknya saat ini. Tapi Young Joo bilang, dia sedang dalam keadaan tidak ingin melakukan bisnis, dan berharap bisa tetap menjadi produser film seperti selama ini, namun dia akan memikirkannya. Ahjussi memperingatkan bahwa Young Joo harus hati-hati pada Choi Jong Dal dan Lee Young Gook yang tidak akan melepaskannya begitu saja.


Young Joo mencari warung mie, tempat dia dan Jung Eun makan mie bersama untuk pertama kaliya. Young Joo memesan mie dan kaget karena melihat Jung Eun yang sedang makan di situ (akhirnya ketemu juga,, takdirkah ini?)


Young Joo bertanya sedang apa Jung Eun disini? Jung Eun menjawa dia sedang bekerja. Jung Eun balik bertanya mengapa Young Joo ada di sini. Young Joo bilang ini adalah daerah kekuasaannya,. (dua-duannya berbohong,, Aigo,,,)


Jung Eun berteimakasih karena Young Joo telah memberikan uang untuk mengganti uangnya yang hilang. Young Joo berkata, apakah Jung Eun berkata seperti itu karena ingin mengasihaninya? karena kini dia miskin? Jung Eun bilang dia hanya ingin berterima kasih. Maka Young Joo pun minta ditraktir minum.


Jung Eun menemani Young Joo minum di sebuah kedai. Young Joo kelihatan frustasi setelah kehilangan pekerjaan dan pembicaraannya dengan Yoo Kyung, dia pun minum banyak dan menceritakan kesedihannya pada Jung Eun.


Jung Eun pamit, karena dia harus pulang. Young Joo bertanya memangnya siapa yang menunggu Jung Eun di rumah? Jung Eun bilang ada. Tapi Young Joo malah berkata bahwa dia bukan Kang Woo yang bisa dibohongi Jung Eun seperti itu. Jung Eun marah dan berkata, dia juga memiliki seorang pria. Tapi Young Joo sepertinya tidak mempercayainya, namun berkata sebaliknya, “Baiklah, kamu sangat sexy dan memiliki hubungan yang baik dengan pria, apa kau senang?”


Jung Eun kesal karena merasa tak dipercaya, dia jadi ikutan minum. Selang beberapa waktu Young Joo telah mabuk dan teleponnya berdering. Jung Eun mengangkatnya. 


Ternyata itu dari Seo Jin yang akhirnya menjemput Young Joo yang sudah mabuk. Seo Jin mengenali Jung Eun dan memarahi gadis itu karena selalu mencampuri urusan orang lain.


Seo Jin membawa Young Joo ke hotel, dia malahan diminta untuk di foto bersama Young Joo yang tengah mabuk, dan esok paginya, gossip pun mulai tersebar dan ini membuat keadaan Young Joo di perusahaan Haeju semakin tak baik.


Young Joo, Seo Jin, Lee Young Gook dan ayah Seo Jin bertemu. Seo Jin sudah senang saja karena dia berpikir ayahnya akan membicarakan pernikahan. Tapi Ayahnya malah mengancam, bila Seo Jin menikah dengan Young Joo dia harus berhenti menjadi artis. Young Joo yang tak berniat menikah dengan Seo Jin pun terpaksa menerima tawaran Lee Young Gook untuk pergi ke New York dan tinggal disana. Hal ini terjadi pada Young Joo bukan karena dirinya tapi karena Choi Jong Dal yang tidak akan membuatnya hidup tenang, karena Choi Jong Dal berniat menghacurkan Young Joo agar bisa menguasai Haeju Pic sepenuhnya.


Sebelum meninggalkan gedung Haeju, Young Joo teringat pada kata-kata Ahjussi, dan sepertinya Young Joo telah memutuskan sesuatu.


Young Joo berpamitan pada Kang Woo dan Choi Jong Dal sebelum pergi ke New York. 


Young Joo pun berpamitan pada Ibunya dan Han Soo sebelum kepergiannya. Young Joo menitipkan cincin yang akan diberikannya pada Yoo Kyung pada ibunya dan berkata bahwa Young Joo berharap ibunya mau menjaga cincin tersebut hingga cincin ini menemukan pemilik sebenarnya. Young Joo pun akhirnya pamit pada ibunya yang meminta maaf pada Young Joo karena telah membuat hidupya seperti ini.

Yoo Kyung pun bersiap pergi ke luar negeri, namun sebelumnya pergi menemui Lee Ae Rin dan menanyakan kabarnya. Yoo Kyung bertanya mengapa Lee Ae Rin menyembunyikan penyakit kankernya, Lee Ae Rin bilang karena takut merugikan citranya. Yoo Kyung bertanya mengapa Lee Ae Rin membuang anaknya, Lee Ae Rin kemudian menceritakan kesulitan hidupnya di masa lalu sehingga dia harus melakukan hal itu agar bisa hidup lebih baik. Yoo Kyung mengerti dan merasa alasannya meninggalkan ibu dan putrinya adalah hal yang sama dengan yang dilakukan Lee Ae Rin di masa lalu, dia pun pamit untuk pergi. 


Lee Ae Rin masuk rumah, karena mendengar tangisan cucunya. Yoo Kyung menangis mendengar tangisan bayi itu, namun dia tetap pergi meninggalkan rumah itu.


Di jalan, Yoo Kyung bertemu Jung Eun, yang menatapnya penuh harap,, supaya Yoo Kyung mau berubah pikiran


Source : http://cakrawala-senja-1314.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: