Thorn Birds Episode 12

13 Feb
Episode ini diawali dengan Scene dari Prolog drama ini. Saat Young Joo kaget saat diberitahu Kang Woo bahwa Yoo Kyung ada di Hans dan sedang berbicara dengan Jung Eun.
Young Joo: “Kau bilang siapa yang ada disini?”
Kang Woo: “Han Yoo Kyung,,, dia sedang bersama Jung Eun sekarang”
Young Joo terlihat cemas dan gugup mendengar kabar tersebut.

Di ruangannya, Yoo Kyung sedang menjamu Jung Eun,
Jung Eun: “Kau bilang, kau ingin menjadi seorang produser film yang bekerja di gedung yang indah, kau akhirnya sukses”
Yoo Kyung memperhatikan ruangannya lalu ia berkata:  “Ini semua hanya uang orang lain, dan ini baru awalnya saja. Sebenarnya aku tak percaya kau masih bekerja di bisnis ini. Bukankah dulu kau sudah melarikan diri?”
Jung Eun:  “Apakah kelihatannya begitu?”
Yoo Kyung: “Sepertinya Sutradara Choi Kang Woo, tidak bisa melupakanmu, dan itulah mengapa ia mengatur audisi ini untukmu. Tapi aku mempertaruhkan segalanya dalam film ini, maka aku tidak akan memilihmu yang hanya aktris amatir”
Jung Eun:  “Aku sudah memiliki dasar berakting untuk peran-peran kecil.”
Yoo Kyung:  “Itulah salah satu alasan aku tidak bisa memilihmu, jika aku memilihmu maka apa yang terjadi pada kita di masa lalu mungkin saja akan terekspos.”
Jung Eun: “ Aku mengerti”
Jung Eun sepertinya benar-benar memahami ancaman Yoo Kyung agar Jung Eun mnyerah uantuk peran dalam filmnya, maka Jung Eun pun segera beranjak dari duduknya dan bersiap keluar dari ruangan Yoo Kyung.

Saat Jung Eun berjalan menuju pintu keluar, Yoo Kyung tiba-tiba bertanya: “Bagaimana dengan anak itu?”
Jung Eun berhenti, raut wajahnya langsung berubah mendengar pertanyaan Yoo Kyung.

Jung eun bertanya balik: “ Anak apa maksudmu?”
Yoo Kyung: “ Iya,,, Tentu saja anak itu.”
Jung Eun: “ Aku juga tidak tahu.”
Yoo Kyung:  “Bukannya kau bilang akan menjaganya untukku?”
Jung Eun:  “Tapi apa yang bisa aku lakukan, aku juga kesulitan untuk bertahan hidup. Jadi aku tidak punya pilihan.”
Mendengar jawaban Jung Eun, Yoo Kyung menatap Jung Eun tak percaya. Namun Jung Eun segera berpaling dari Yoo Kyung dan beranjak pergi meninggalkan Yoo Kyung.

Jung Eun berjalan keluar dan berniat turun melalui eskalator, tapi Jung Eun terlihat sangat gugup setelah mendengar pertanyaan Yoo Kyung tentang anak itu, dia bahkan tidak bisa berdiri  dengan benar saat menuruni escalator.

Dari lantai dasar, Young Joo melihat Jung Eun yang tertatih-tatih menuruni escalator, namun dia memalingkan wajahnya ssat Jung Eun berhasil sampai di lantai dasar, seolah tidak ingin Jung Eun mengetahui keberadaanya di gedung itu. Sementara itu, Han Yoo Kyung melihat kegugupan Jung Eun, serta kelakukan Young Joo yang menghindar dari Jung Eun. Yoo Kyung pun tersenyum kecil dengan penuh kelicikan melihat semua itu.

Jung Eun pergi dari Hans dengan gemetar, dia memberhentikan taksi untuk pulang dan melupakan semua janjinya dengan Young Joo. Kang Woo keluar dan mencoba mengejar Jung Eun, tapi Jung Eun telah pergi.

Young Joo ikut keluar dan bertanya: “Mengapa Jung Eun berekpresi seperti itu?”

Kang Woo: “Produser Han Yoo Kyu ng menolaknya dalam audisi. Dia mengatakan tidak bisa”
Young Joo jadi cemas dengan keadaan Jung Eun, dan tampak ingin segera menyusul kekasihnya.
Kang Woo mulai mengeluh: “Sejak awal masalahnya sudah rumit, dan kau datang memperkeruh masalahnya. Putri Lee Ae Rin, Ibu tunggal yang belum menikah, semua itu masalah yang sudah rumit”
Young Joo: “Kau benar, aku yang berpikir terlau mudah”

Yoo Kyung datang dan menyapa Young Joo. Kang Woo dan Young Joo menoleh menyadari kedatangan Yoo Kyung.
Yoo Kyung: “Siapa ini? Orang yang menghilang tiba-tiba ada urusan apa datang kemari?”

Kang Woo: “Aku yang memanggilnya kemari. Kini dia tidak akan bersembunyi lagi”

Yoo Kyung: “Mengapa kau menghindar bertemu dengan Seo Jung Eun. Sudah lama tidak bertemu, seharusnya bahagia bisa bertemu kan?”
Young Joo: “Karena aku rasa, aku harus menemuimu lebih dulu”
(Hmm.. Young Joo sepertinya ingin merahasiakan hubungannya dengan Jung Eun pada Yoo Kyung ya,,,)
Kang Woo: “Kau mau ke kantorku? Tapi aku masih ada yang harus diselesaikan”
Young Joo: “ Tidak, pergilah bekerja”

Young Joo menatap Yoo Kyung dan mengajaknya untuk minum teh bersama.
Yoo Kyung dan Young Joo minum  teh disebuah kafe.
Yoo Kyung: “ Menjadi pedagang Kain, Kau sudah benar-benar seorang Ahjussi sekarang, apakah kau sudah menikah?”
Young Joo: “Tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu. Kau tidak berubah, sepertinya masih baik-baik saja”

Yoo Kyung: “Saat kau merobek tiket di depanku apa kau ingat pernah mengatakan apa? Ingin bangkit dan membuatku menyesal telah mencampakanmu dan ingin membuatku menyukaimu. Apa hanya seperti ini?”  (Aisshh,, aku pengen jitak kepala Yoo Kyung pas dia ngomong gitu ke Young Joo, nggak tau ya dia Young Joo tuh berusaha keras menata hidupnya setelah ditinggal pergi Yoo Kyung dan dia masih saja meremehkan Young Joo).
Young Joo malah tersenyum ketika mengingat saat itu.
Young Joo: “Aku pernah mengatakan hal itu? Benar,, Saat Itu Tidak peduli melakukan apa. aku hanya ingin memperlihatkan padamu bahwa aku melakukannya karenamu. Selalu mengikutimu, begitu kekanak-kanakan ya? Aku hampir lupa pernah melakukan itu. Aku sudah menguncinya dalam hatiku”
Yoo Kyung: “Coba buka lagi, dan lihat apakah masih bisa muncul perasaan saat itu”
Young Joo: “Tidak perlu, sekarang diingatpun tidak ada gunanya, aku tidak mengerti mengapa dulu kau seperti itu terhadapku. Aku tidak ingin membencimu dan mencurigaimu lagi. Sekarang dan seterusnya aku hanya ingin melihat kedepan, karena tidak ingin  melihat kebelakang lagi”
Yoo Kyung: “Syukurlah, kau sudah kembali bersemangat. Tapi seorang pedagang kain, ada urusan apa datang ke perusahaan film? Jangan biarkan aku melihatmu”
Yoo Kyung berdiri dengan sedikit kesal. Dia sepertinya hendak meninggalkan tempat itu, namun sebelumnya dia berkata pada Young Joo.
Yoo Kyung: “Kau bilang sudah menguncinya? Kau melakukannya dengan baik. Kau bersembunyi dengan baik saat aku pergi ke Amerika, Mengapa hari ini kau muncul di depanku dan membuatku tidak nyaman?”

Young Joo pun ikut berdiri dan berkata: “Benar, Seperti yang kau katakan, aku hanyalah seorang pedagang. Tidak ada alasan kita untuk bertemu lagi di masa depan, kau tenang saja. Aku pergi duluan”
Young Joo pun pergi meninggalkan Yoo Kyung.

Jung Eun tiba dirumah masih dengan gemetar. Dia melihat Han Byul yang sedang menyanyi dengan lucunya di depan Ahjumma dan Lee Ae Rin. Han Byul menyambut kedatangan Jung Eun. Ahjumma bertanya mengapa Jung Eun sudah kembali, apakah audisinya tidak lancar? Jung Eun membenarkan dan pamit ke kamar.

Lee Ae Rin tahu ada yang tidak beres pada Jung Eun. Dia pun menemui Jung Eun di kamarnya.
Lee Ae Rin bertanya mengapa Jung Eun tidak bilang jika Yoo Kyung adalah produser filmnya? Jung Eun malah kaget mengapa Lee Ae Rin sudah tahu. Lee Ae Rin menebak bahwa Yoo Kyung menolaknya untuk berperan dalam filmnya? Jung Eun berkata bahwa jika Yoo Kyung menerimanya, dia tidak bisa berperan dalam film itu. Lee Ae Rin berkata, mengapa seperti itu, bukankah Kang Woo sengaja membuat film itu khusus untukmu, itu adalah kesempatanmu, mengapa kau menyerah begitu saja?

Jung Eun menunduk dia terlalu gugup untuk memikirkan obsesinya sendiri. Dia cemas takut kehilangan ibu dan anaknya bersamaan dengan kembalinya Yoo Kyung dalam kehidupannya. Jung Eun pun berkata pada Ibunya.
Jung Eun: “Dia bertanya tentang Ibu dan anaknya. Aku berbohong dan mengatakan tidak tahu. Sampai aku tidak berani berbalik lagi dan langsung pergi.”
Lee Ae Rin: “Mengapa kau begitu? Apa kamu salah? Orang yang harusnya merasa bersalah itu dia bukan kau”
Lee Ae Rin kemudian menceritakan pengalamannya saat dia masih jadi artis.
“Kau tahu bagaimana aku bisa bertahan di Industri ini? Beberapa hari sebelum melahirkan aku masih pergi syuting dengan menyembunyikan kehamilan dalam rokku. Setelah melahirkan dan bayiku di ambil dua hari kemudian aku berdandan dan pergi syuting seolah tidak terjadi apa-apa. Kau hari ini, tanpa persiapan mental, pergi audisi untuk peran utama. Bagaimana nanti kau menghadapi wartawan? Apa kau akan mengatakan bahwa kau putriku? dan Kau adalah seorang single-mom yang belum menikah?”
Jung Eun tertunduk dan berkata: “Jika aku harus menyembunyikan semua itu, aku tidak mau. Itu adalah cara ibu. Aku tidak ingin seperti itu”
Lee Ae Rin: “Kau belum menghadapinya, jadi tidak akan tahu. Benar,, harus memulai dulu. Jadi jangan lepaskan sebuah kesempatanpun. Agar bisa mengalahkan  Han Yoo Kyung, kau harus berjuang sampai akhir”

Yoo Kyung, Kang Woo dan staf Hans yang lainnya sedang rapat. Tentang Jung Eun yang jadi peran utama atau tidak. Yoo Kyung tentu saja menolak. Kang Woo bersikeras ingin Jung Eun jadi peran utama di filmnya, karena sejak awal dia membuat film itu untuk diperankan Jung Eun. Yoo Kyung berkata, bahwa jika bukan Aktris kelas A, dia tidak bisa menerimanya dan meminta Kang Woo jangan menggunakan perasaan pribadinya untuk memilih pemain. Kang Woo tetap pada pendiriannya, tapi Yoo Kyung sama sekali tak mengindahkannya dan mengatakan untuk mengirimkan skip skenarionya pada manajer Seo Jin. Kang Woo menolak, Yoo Kyung menyuruh. Staf Hans pun jadi bingung dengan perdebatan Produser dan Sutradara mereka.

Di rumah Jung Eun yang masih panik karena pertemuannya dengan Yoo Kyung melakukan pekerjaan rumah untuk melampiaskannya. Dia membereskan kamar dan ruang utama rumah Ahjussi.

Sementar itu Young Joo menunggu Jung Eun di bioskop yang tak kunjung datang. Young Joo mencoba menelpon Jung Eun tapi tidak diangkat, dia mengirim sms pada Jung Eun, juga tidak dibalas.


Jung Eun malah sibuk mencuci peralatan dapur di rumah Ahjussi. Ahjumma datang dan berkata sekarang sudah jam 7, waktunya menyiapkan makan malam. Jung Eun kaget. Jung Eun baru ingat dia punya janji jam 5 dengan Young Joo (waduh,, lagi-lagi? Jung Eun melupakan janji kencannya dengan Young Joo). 
  

Jung Eun malah sibuk mencuci peralatan dapur di rumah Ahjussi. Ahjumma datang dan berkata sekarang sudah jam 7, waktunya menyiapkan makan malam. Jung Eun kaget, dan baru ingat dia punya janji dengan Young Joo (waduh,, lagi-lagi? Jung Eun melupakan janjinya dengan Young Joo). 

Jung Eun berlari ke kamar dan melihat begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Young Joo. Jung Eun merasa bodoh dengan kekhilafannya kali ini.

Jung Eun menelpon Young Joo.
Young Joo: “Halo”
Jung Eun: “Ini Aku…. maaf,,,, aku lupa”
Young Joo: “Ini sudah jam makan malam, cepatlah datang aku lapar”
Jung Eun: “Tapi,,,”
Young Joo: “Cepatlah datang, aku sudah lapar”
Jung Eun: “Tapi aku masih mencuci piring dan harus memasak makan malam juga”
Young Joo: “Aku mengerti, kalo begitu sampai bertemu di rumah. 17 tahun lalu kau mengingkari janjimu, kali ini juga? Tunggu aku pulang dan aku tidak akan melepaskanmu, apa kau mengerti?”
Jung Eun: “Maaf….”
Belum selesai Jung Eun meminta maaf, Young Joo sudah menutup telpon karena kesal.  Jung Eun jadi sadar, bahwa dengan keadaannya saat ini dia tidak ada waktu untuk berkencan.

Young Joo menghela nafas mendengar alasan Jung Eun. Dia pun berkata: “Apa tidak ada lasan lain? Mencuci piring? Apa itu?”
(17 tahun lalu, Young Joo dilupakan karena Yoo Kyung yang marah pada Jung Eun kini, Young Joo dilupakan Jung Eun karena Jung Eun sibuk mencuci piring karena sedang melampiaskan galaunya setelah bertemu Yoo Kyung,,, kasian banget sih Young Joo,,,)

Young Joo datang ke kantor dan bertemu Song PD yang memberinya informasi tentang keinginan Yoo Kyung memakan Haeju dan sejak awal seperti sengaja mendekati Kang Woo untuk menghancurkan Haeju dengan membentuk perusahaan film baru. Song PD pun berniat menceritakan tentang kebenaran kasus video putri Lee Ae Rin, namun sayangnya pegawai Young Joo datang dan berkata ada pesanan kain dari Haeju Fashion untuk koleksi terbaru mereka. Young Joo bertanya apa kita bisa melakukan itu, jika bisa kita harus memenuhi pesanan tersebut.

Young Joo pulang, namun tidak langsung masuk ke rumah dia pergi ke taman tempat dia mengajak Jung Eun kencan kemarin. 

Young Joo melihat Jung Eun yang sedang duduk di bawah pohon. (Kayaknya sih,, mereka udah janjian sebelumnya). Young Joo menghampiri Jung Eun sambil membawakan bunga untuknya.

Young Joo memberikan bunga itu pada Jung Eun. Namun Jung EUn tampak ragu-ragu menerimanya. Tentu saja dia merasa bersalah karena telah melupakan kencannya bersama Young Joo hari ini. Young Joo duduk di samping Jung Eun.
Young Joo: “Jangan merasa bersalah. Karena kita tidak jadi menonton film, aku tidak harus menonton film yang sama dua kali dan menghemat uang untuk makan malam juga.”


Bukannya menanggapi perkataan Young Joo Jung Eun malah berkata: 
“Terimakasih untuk bungamu. Tapi,,, kita putus saja.”
Wajah Young Joo langsung berubah yang tadinya penuh tawa tiba-tiba menjadi suram mendengar kata-kata Jung Eun.
Jung Eun: “Artinya kita tidak perlu berkencan lagi”
Young Joo: “Kita bahkan belum pernah pergi berkencan”
Jung Eun: “Aku mungkin sudah tidak waras, dalam keadaanku yang seperti ini aku tidak bisa berkencan dengan siapapun”
Young Joo: “Mengapa tidak bisa?”

Jung Eun: “Aku adalah seorang Ibu. Malah ingin jadi peran utama. Ibu dan Kang Woo-ssi bilang jika aku tidak menyembunyikan kehidupan pribadiku aku tidak akan bisa memulai karirku. Walaupun tidak pernah berpikiran seperti itu, tapi aku sangat ingin bermain di film itu.”
Young Joo: “Jadi maksudmu, karena terlalu lelah dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga, kau tidak waktu untuk pria?”
Jung Eun tidak menjawab, dia hanya menunduk menyatakan persetujuan dan permohonan maafnya. Young Joo menghela nafas, mencoba memahami keadaan ini dengan benar, bagaimanapun dia tidak ingin melepaskan Jung Eun begitu saja. Dia pun akhirnya membuat sebuah kesimpulan.

Young Joo: “Tentu saja,,, saat seperti ini, kau harusnya menolakku. Wanita yang terlalu mudah didapatkan tidak terlalu menarik. Tapi kapan kau belajar semua ini? Daya tarikmu semakin besar saja.”
Jung Eun: “Aku bukan sedang bercanda”
Young Joo: “Benar, lakukan dengan baik. Tolak lah aku dua kali lagi. Aku akan bersikap lebih baik padamu”
Jung Eun jadi kesal, karena Young Joo bersikap tidak serius dan menganggap semuanya hanya main-main, padahal Jung Eun serius dengan semua perkataannya.

Jung Eun: “Lee Young Joo-ssi, Aku bilang, aku tidak bercanda. Sesaat aku lupa, jika aku tidak bisa seperti ini.”

Young Joo: “Karena kau seorang ibu? Dan memiliki seorang Ibu yang harus diurus? Ditambah lagi memiliki mimpi yang sulit untuk diwujudkan? Saat kau sendirian dan berumur 24 tahun, lebih muda dan cantik dari sekarang rasanya akan lebih mudah. Tapi kau tahu,, saat itu kau sama sekali tidak menarik. Cengeng, bodoh belum lagi sering ditipu oleh teman, sama sekali tak ada yang bisa dilihat. Wanita yang aku sukai adalah Seo Jung Eun yang sekarang. Kau yang hidup bersama dengan bersama Han Byul dan Myung Ja Ahjuma dalam satu paket. Jika kau tidak memiliki dua hal ini, maka tidak ada yang bisa aku lihat darimu”

Jung Eun menatap Young Joo, tidak tahu harus berkata apa.
Young Joo: “Apa kau tahu apa maksud kata-kataku?”

Young Joo menatap semua bagian wajah Jung Eun, lalu menarik Jung Eun kedalam pelukannya dan berkata: “Aku menyukai semua yang kamu miliki sekarang. Sama seperti aku menyukaimu hari ini, akan datang waktunya semua orang juga memahami keadaanmu. Sekarang aktingmu sudah semakin baik, kau harus punya rasa percaya diri, dan cobalah menunggu, Urri Goomma” (artinya gadis kecil-ku, ini panggilan Young Joo ke Jung Eun sejak 17 tahun lalu)


Jung Eun hanya bisa menahan tangisnya. Dia sama sekali tidak tampak bahagia dengan semua pengetian Young Joo padanya. Mungkin Jung Eun berpikir, jika Young Joo tahu Han Byul dan Lee Ae Rin bukan ibu dan anaknya, apakah Young Joo akan tetap menyukainya?


(Tragis banget ya nasib Jung Eun, disukai Young Joo karena punya anak dan Ibu yang jelas-jelas bukan miliknya. Meskipun Jung Eun tahu, Young Joo mengatakan hal itu untuk meyakinkannya, namun pasti rasanya sedih sekali saat Young Joo mengatakan, jika Jung Eun tidak memiliki Han Byul dan Myung Ja ahjumma, tidak ada yang bisa dilihat Young Joo dari Jung Eun)

Yoo Kyung menemui Seo Jin di lokasi syuting drama terbarunya. Yoo Kyung membujuk Seo Jin untuk bermain di filmnya, namun Seo Jin tetap menolak. Yoo Kyung berprediksi apakah itu karena direktur Choi. Seo Jin membenarkan bahkan menyarankan Yoo Kyung untuk tidak melawan direktur Choi, jika Yoo Kyung ingin sukses.

Yoo Kyung bertemu Jung Eun yang jadi figuran di drama Seo Jin dan menyapanya. Hal tersebut membuat Seo Jin mengenal Jung Eun, yang hampir menjadi calon saingannya 7 tahun lalu, sebelum akhirnya Jung Eun mengundurkan diri sebagai Aktris Haeju. Seo Jin meninggalkan mereka berdua untuk pergi syuting.
 
Jung Eun pun pamit kerena akan pergi syuting. Tapi Yoo Kyung meremehkan pekerjaan Jung Eun sekarang. Jung Eun bilang, jangan menghina pekerjaan dan hidupnya lagi, karena itu tidak ada hubungannya dengan Yoo Kyung. Yoo Kyung bilang keadaan ini memang pantas untuk Jung Eun yang hanya bisa melarikan diri dari sesuatu, tapi  Yoo kyung mencurigai sesuatu. Jung Eun bertanya apa yang dicurigai Yoo Kyung darinya? Yoo Kyung pun berkata, “Kau orang yan bodoh diantara orang bodoh. Tidak peduli kau mendapatkan uang 50.000 won perhari, kau masih akan menjaga seorang ibu dan anak. Rasanya itu lebih pantas dengan kepribadianmu?”

Jung Eun kesal dengan kata-kata Yoo Kyung: “Jadi kau ingin aku bagaimana? Apa kau ingin aku berterimakasih padamu? Selama ini sudah melelahkanmu? Sekarang kita bertukar tempat kembali. Apa kau ingin aku mengatakan hal itu? Ini bukan 1 atau 2 tahun, tapi 6 tahun kemudian baru muncul, mengapa kau harus penasaran pada keadaan ibu dan anakmu?”
Jung Eun dipanggil untuk syuting. Yoo Kyung menyuruhnya untuk pergi syuting saja dan berkata:
“Kau tidak akan pernah bisa bermain dalam film kami. Kau yang seperti ini, bagaimana bisa menjadi seorang peran utama”
Jung Eun: “Aku adalah orang yang dipilih sutradara Choi Kang Woo untuk memainkan peran itu. Aku bukan lagi Seo Jung Eun yang bodoh seperti dulu lagi. Jangan meremehkanku”

Jung Eun pergi meninggalkan Yoo Kyung untuk pergi Syuting. Yoo Kyung hanya bisa tertawa mendengar perkataan Jung Eun barusan. (Aish,, Yoo Kyung semakin menyebalkan bukan, mengapa dia selalu saja meremehkan Jung Eun, apa sih dosa Jung Eun sama dia sehingga Yoo Kyung begitu membenci Jung Eun dan senang melihat Jung Eun hidup menderita)

Di Lokasi syuting, seorang pemain dimarahi oleh sutradara karena wajahnya yang bermasalah. Sutrada meminta staf film mencari orang untuk menggantikan pemain itu dalam melakukan dialog bersama Seo Jin. Staf itu memilih Jung Eun, dan Seo Jin pun bilang Jung Eun memang bagus dalam dialog. Sutradara pun setuju memakai Jung Eun karena direkomendasikan Seo Jin. Jung Eun sangat berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk memainkan peran tersebut.

Yoo Kyung menjamu direktur Choi dan Asistennya untuk makan siang diluar dan meminta direktur Choi membujuk Seo Jin lagi. Asistennya bilang Seo Jin tidak pernah mendengarkan mereka. Yoo Kyung bilang dia mendengar Direktur Choi sengaja melarang Seo Jin untuk bermain dalam filmnya. Direktur Choi menyangkal dengan alasan mana mungkin dia mempersulit anaknya sendiri. Direktur Choi berharap Yoo Kyung bisa menjadi penghubung antara dirinya dan Kang Woo agar dia bisa membantu Kang Woo secara financial secara diam-diam.

Direktur Choi kembali ke kantor Haeju dan melihat Young Joo. Dia bilang pada Asistennya sepertinya perang antara Lee Young Joo dan Lee Young Gook sudah dimulai. Meraka hanya perlu menunggu siapa yang akan lebih kuat dan akan memilih yang paling kuat antara mereka.

Young Joo datang ke Haeju untuk menemui Desainer Jang, Desianer Haeju yang akan meluncurkan koleksi terbaru Haeju Fashion. Lee Young Gook datang dan mengenalkan Young Joo sebagai adiknya. Lee Young Gook berkata pada Desainer Jang untuk membantu adiknya dalam mengembangkan bisnisnya dengan baik-baik bekerja sama dengannya sebagai pemasok kain pada koleksinya kali ini. Young Joo sudah mengenali Desainer Jang sebagai wanita yang pernah memberinya Tip 7 tahun lalu, dimana uang Tip pertamanya itu ia berikan untuk membeli mainan Han Byul. Maka Young Joo pun merasa dia bisa bekerja sama dengan baik dengan Desainer yang satu ini.

Young Joo pun memutuskan untuk membuat sampel kain yang diinginkan Desainer Jang. Kerjasama yang dilakukan Young Joo dengan Haeju Fashion, membuat Ahjussi terpaksa memberi tahu Istri dan anaknya tentang Identitas Young Joo sebenarnya. Kebenaran bahwa Young Joo adalah cucu bungsu pemilik Haeju Grup. Ahjumma dan Hak Gu sangat kaget, dan lebih kaget lagi saat tahu bahwa Lee Ae Rin dan Jung Eun selama ini, tahu hal tersebut.

Mi Ryun menemui Han Soo di sebuah restoran. Mi Ryun mengeluh mengapa Han Soo baru menghubunginya. Han Soo bilang dia begitu sibuk, Mi Ryun bertanya apakah Han Soo benar-benar seorang manajer dan berkata dia juga sepertinya bisa menjadi manajer artis, jika Park Han Soo bisa mengapa dia tidak? 

TV direstoran itu sedang menayangkan drama yang dibintangi Seo Jin. Han Soo heboh dan meminta pengunjung lain menonton drama yang dibintangi artisnya itu. Mi Ryun menonton dan kaget melihat Jung Eun yang ada di drama itu. Han Soo melihat dan bingung sejak kapan Seo Jin bermain drama bersama Jung Eun. Mi Ryun jadi sangsi apa benar Han Soo manajernya Seo Jin.

Mi Ryun pun berkata, jika Han Soo bisa manajer Seo Jin, dia pun bisa menjadi manajer Seo Jung Eun. 

Jung Eun berakting dengan baik di dramanya kali ini. Bahkan sutradarapun memujinya dan berkata bahwa banyak wartawan yang ingin mewawancarai Jung Eun setelah melihat penampilan Jung Eun di drama mereka. Jung Eun berterima kasih pada Sutradara. Namun Seo Jin tampak tak senang dengan hal ini. Dia malah berkata bagaimana orang seperti Jung Eun diwawancarai wartawan. Okay,, tampaknya Seo Jin kembali menganggap Jung Eun sebagai saingannya dan tampak tak senang pada kesuksesan Jung Eun.

Han Soo mengajak Mi Ryun menemui Jung Eun di lokasi Syuting drama yang dibintangi Seo Jin dan Jung Eun. Jung Eun senang melihat Mi Ryun, mereka pun melepas rindu mereka dengan bahagia.

Jung Eun mengajak Mi Ryun ke rumahnya dan mengenalkan Han Byul sebagai anaknya. 

Mi Ryun dan Jung Eun mengobrol  di kamar Jung Eun. Lee Ae Rin datang membawakan buah-buahan. Mi Ryun pikir dia adalah pemilik rumah tempat Jung Eun tinggal. Jung Eun mengenalkannya sebagai ibunya, Mi Ryun menyapa dengan formal namun dia kaget saat menyadari Ibu Jung Eun ternyata Mantan Aktris Senior Lee Ae Rin.

Di rumah Ibunya, Young Joo, Han Soo dan sang ibu sedang bermain “Go Stop”.  Ibunya bilang dia berharap ada menantu yang menemaninya bermain “Go Stop”. Han Soo bertanya pada Young Joo apakah Young Joo punya pacar. Young Joo bilang dia sedang berusaha, tapi dia tidak tahu apakah orang itu bisa bermain “Go Stop” atau tidak? Ibunya langsung tertarik dan bertanya pada Young Joo siapa gadis itu. Young Joo tak menanggapi dan tetap fokus pada permainannya sehingga dia terus menang dan membuat Han Soo menyerah karena kalah terus.

Young Joo mengantarkan sampel kainnya pada Desainer Jang yang sepertinya menyukai sampel kain yang dibuat Young Joo. Setelah dikirim ke laboratorium untuk diteliti, desainer Jang menyuruh Young Joo segera memproduksi kain itu.

Young Joo pun mulai sibuk memproduksi kain itu, disela pekerjaannya dia kadang menonton drama yang dibintangi Jung Eun dan tesenyum melihat kekasihya itu di layar televisi.

Di sisi lain Kang Woo dan Yoo Kyung pun melihat drama Jung Eun dengan pikiran yang berbeda tentunya. Kang Woo senang karir Jung Eun makin berkembang. Yoo Kyung kesal karena Jung Eun mulai dikenal lagi di dunia hiburan.

Jung Eun keluar dari rumah untuk pergi bekerja, dia melihat mobil Young Joo terparkir didepan rumah dan Young Joo tertidur di dalamnya. 

Jung Eun mengetuk kaca Jendela mobil Young Joo membuat Young Joo terbangun dan keluar dari mobil. Jung Eun bertanya apa yang Young Joo lakukan di luar? 

Young Joo bilang dia tadinya mau masuk tapi karena masih sedikit mabuk, dia malah tertidur di dalam mobil, Jung Eun jadi marah saat tahu Young Joo mengemudi sambil mabuk apalagi Young Joo tak juga istirahat dan terus bekerja. Young Joo bertanya apa Jung Eun salah minum obat? Sudah setengah bulan mereka tak bertemu, malah memarahinya seperti itu.

Jung Eun jadi luluh dan bertanya apa Young Joo sakit? Young Joo hanya tertawa dan berkata: “Seo Jung Eun yang asli lebih cantik dibanding Seo Jung Eun yang ada di televisi”.

Jung Eun bertanya: “kau melihatnya?” Young Joo menjawab: “tentu saja, mata yang besar dan garis bahu yang seksi siapa yang tidak mengenalinya?” Jung Eun tertawa mendengar kata-kata Young Joo. Merekapun tertawa bersama. (BTW, kata-kata terakhir Young Joo itu adalah kata-kata Jung Eun 17 tahun lalu saat Young Joo  terus memanggilnya Gummo, sementara dia tidak ingin dianggap gadia kecil oleh Young Joo)

Di Hans, Yoo Kyung mulai marah-marah karena Seo Jin belum menghubunginya. Yoo Kyung bertanya apakah staf Hans sudah mengirimkan skrip ke manajer Seo Jin. Meraka bilang belum dan berkata Sutradara Choi melarangnya. Yoo Kyung marah dan bertanya dimana sutradara Choi. Staf Hans berkata Kang Woo sedang menunjukan video audisi Jung Eun pada calon Investor mereka.

Saat sampai di kantor Kang Woo mendapat laporan dari stafnya bahwa Yoo Kyung menghubungi calon investor mereka untuk tidak menggubris kata-kata Kang Woo yang ingin memakai Jung Eun jadi pemeran utama mereka. Kang Woo kesal dengan sikap Yoo Kyung karena itu seperti merendahkannya sebagai sutradara.

Lee Ae Rin baru selesai chek Up kesehatannya di rumah sakit. Kini dia sudah dinyatakan pulih. Di salah satu kursi tunggu, Yoo Kyung memperhatikan ibu kandungnya itu dan berakhir dengan mengikutinya, karena dia ingin tahu dimana kini Ibu dan putrinya tinggal.

Diperjalanan, Lee Ae Rin menyadari Yoo Kyung mengikutinya, dia pun mempercepat jalannya.

Lee Ae Rin semakin panik saat  melihat Han Byul yang sedang bermain di taman memanggilnya Nenek. Lee Ae Rin segera membawa Han Byul pergi dari taman dan mengajaknya bersembunyi di suatu tempat untuk menghindari Yoo Kyung.


Yoo Kyung kebingungan saat dia kehilangan jejak Lee Ae Rin, tapi dia tetap berusaha menemukan Ibu kandungnya tersebut. Sementara Lee Ae Rin menyuruh Han Byul tidak bersuara saat bertanya mengapa mereka harus bersembunyi.

Setelah memastikan Yoo Kyung tidak lagi mengejarnya Lee Ae Rin membawa Han Byul  pulang ke rumah. Lee Ae Rin berkata pada Ahjumma, jika ada yang mencarinya, katakan tidak tahu saja. Ahjumma bertanya memangnya siapa yang akan mencari Lee Ae Rin. Lee Ae Rin bilang katakan saja begitu, Ahjumma pun berpikir mungkin itu menyangkut dengan kepopuleran Jung Eun saat ini.

Lee Ae Rin pun masuk kamar dan masih merasa syok karena pertemuannya dengan Yoo Kyung. Saking Syoknya malamnya Lee Ae Rin minum Soju di dapur membuat Jung Eun yang melihatnya bertanya-tanya apa yang terjadi pada ibunya.


Jung Eun mendapat telepon dari Yoo Kyung yang mengatakan bahwa dia bertemu Yoon Myung Jaa hari ini. Jung Eun kaget dan segera menemui Yoo Kyung di rumahnya. 

Jung Eun bertanya dimana Yoo Kyung menemuinya? Yoo Kyung berkata dia tahu dulu Lee Ae Rin melakukan operasi dirumah sakit dan masih menerima perawatan pemulihan,maka dia meminta bantuan suster jika Lee Ae Rin datang untuk menghubunginya. Jung Eun bertanya mengapa Yoo Kyung ingin menemui Lee Ae Rin? Apakah Yoo Kyung merasa bersalah padanya? Setelah dulu pergi begitu saja, sekarang merasa bersalah? Mengapa Yoo Kyung penasaran dengan keadaan Lee Ae Rin sekarang?
Yoo Kyung hanya berkata: “Entahlah,, mungkin seperti pelaku kejahatan yang kembali ke lokasi terjadinya kasus”

Jung Eun penasaran apa yang sebenarnya dilihat Yoo Kyung. Yoo Kyung pun bercerita bahwa Yoon Myung Ja kini hidup dengan sangat baik. Dia telihat sehat, dan orang-orang tidak mengenalinya lagi. Yoo Kyung merasa penasaran dia kini hidup dimana dan bersama siapa mengapa dia bisa menjadi begitu sehat.

Jung Eun bertanya pada Yoo Kyung: “Kau sebenarnya pulang demi apa? Apa sekarang kau ingin hidup bersamanya dan mengumumkan bahwa dia adalah Ibumu?”
Yoo Kyung tertawa mendengar pertanyaan Jung Eun: “Bodoh, Kau pikir aku bodoh sepertimu? Ada hal yang tidak bisa dilakukan. Jika mengumumkan aku adalah putrinya, semua orang akan tahu bahwa skandal video yang menimpanya adalah ulahku. Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Anak itu,, sama saja. Dia adalah anak yang seharusnya tidak aku lahirkan. Jadi mengapa aku harus mengubah kehidupan pribadiku kini demi mereka. Meski aku tahu dimana keberadaan mereka, aku pun tidak bisa melakukan apapun”

Mendengar hal itu Jung Eun merasa lega namun sekaligus takut. Jung Eun bertanya: “Kalau begitu, mengapa Kau minum anggur? Mengapa kau melakukan hal yang membuatmu menyesal?”
Yoo Kyung berkata: “Kau tahu apa yang pernah dikatakan Yoon Myung Ja-ssi padaku dulu? Dia bilang dia tidak bisa berhenti. Dia tahu dia jahat, tapi malah tidak bisa berhenti. Kamu tidak akan mengeti, karena kamu tidak pernah melakukan hal jahat kan?”
Jung Eun: “Sekarang mengingat-ngingat kata seperti itu apa gunanya? Tidak bisa merubah apapun”
Yoo Kyung: “Jangan Sok Suci,, tapi rasanya lucu, aku sering mengundang lelaki ke rumahku, tapi perempuan yang pernah datang ke rumahku hanya kau seorang”
(Kasihan banget yah Yoo Kyung,, temennya cuman Jung Eun seorang…)

Young Joo dan Kang Woo minum bersama disebuah Bar.
Kang Woo: “Han Yoo Kyung dan Seo Jung Eun sebenarnya ada hubungan apa sih?
Young Joo: “Sepertinya mereka punya jodoh yang buruk”
Kang Woo: “Lalu kita? Ayaku adalah orang yang telah membuatmu tidak memiliki apapun”
Young Joo: “Kakekku pernah bilang, Dulu dia terlalu kejam pada Ayahmu, sepertinya dia ingin balas dendam padaku. Tapi mari kita akhiri hal tersebut sekarang ini”
Kang Woo: “Baiklah,, kita akhiri sekarang,,,Tapi aku tidak bisa menyerahkan Jung Eun padamu?”

Young Joo kemudian berkata: “Aku sudah menyatakan perasaanku pada Jung Eun”

Wajah Kang Woo langsung berubah. Dia tidak menyangka dia akan kalah langkah, meskipun sejak awal dia sadar. Di mata Jung Eun selama ini hanya ada Young Joo.
Young Joo melanjutkan kata-katanya: “Aku juga tidak bisa mengalah”

Dirumahnya Yoo Kyung semakin mabuk dia bertanya mengapa Jung Eun belum menikah? Apakah karena Jung Eun masih memikirkan pemuda yang dulu membelikannya mie itu? Yoo Kyung memberitahu Jung Eun, bahwa selama ini Young Joo bersembunyi di pasar? Jung Eun pasti sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. (Gak tau aja dia Jung Eun dan Young Joo hidup bersama selama 6 tahun ini,, wkwkwk,,).

Jung Eun lelah mendengar ocehan Yoo Kyung dan menyuruhnya tidur, karena dia harus pulang. Yoo Kyung melarangnya dan meminta Jung Eun menemaninya mengobrol sebelum dia tidur.
Yoo Kyung: “Aku sangat membencimu”
Jung Eun: “Mengapa kau begitu membenciku?”
Yoo Kyung: “Karena kau tahu semua masa laluku yang aku benci.  Saat melihatmu aku semakin membenci diriku sendiri. Tapi mendengarmu meninggalkan Yoo Myung Ja dan anak itu, aku pikir kau juga sama saja, begitu lemah. Aku merasa lebih baik.”
Jung Eun: “Anakmu, dimana dan bagaimana dia hidup,  Kau sedikitpun tidak penasaran?”
Yoo Kyung: “Dasar gadis jahat. Apa membuka luka orang lain membuatmu senang ya? Dimana dan bagaimana? Apakah dia tumbuh dengan baik? Apa kau berpikir aku memukirkan hal itu begitu banyak? Pemikiran seperti itu, hanya orang yang layak yang bisa melakukannya.”
Jadi Yoo Kyung merasa tidak layak untuk memikirkan nasib anaknya. Yoo Kyung menghela nafas.

Yoo Kyung: “Lega rasanya bisa mengeluarkan semuanya. Ah,, kuberitahu satu hal lagi. Aku tidak hanya meninggalkan Ibu dan anakku. Tapi aku juga meninggalkan seorang pria. Pria itu bahkan tidak tahu bahwa dia memiliki seorang anak.”

Jung Eun kaget mendengar hal itu dan bertanya: “Apa maksudmu? Bukankah kau bilang, ayahnya adalah seorang pria beristri? Bukankah istrinya tidak bisa menerima anakmu? Kau berbohong padaku?”
Yoo Kyung malah menangis dan berkata: “Aku awalnya ingin melupakan semuanya”
Jung Eun: “Yoo Kyung, katakan kepadaku?”

Yoo Kyung menangis semakin parah, bagaimanapun dia tidak bisa mengatakan pada Jung Eun bahwa Young Joo lah ayah dari anaknya. Yoo Kyung tersedak oleh air matanya. Jung Eun membawakan minum untuknya berharap Yoo Kyung mau mengatakan siapa ayah dari anaknya. Tapi Yoo Kyung tak mengatakan apapun.

Pagipun tiba. Jung Eun terbangun di ruang tamu Yoo Kyung dengan Yoo Kyung yang menggenggam tangannya. Jung Eun ingin melepaskannya namun sedikit sulit. Saat Yoo Kyung terbangun, Jung Eun pura-pura tidur lagi.

Saat bangun Yoo Kyung merasa pusing dan kaget saat menyadari dirinya menggenggam tangan Jung Eun. Dia segera melepaskan tangan Jung Eun.

Yoo Kyung  membangunkan Jung Eun. Jung Eun bertanya apa Yoo Kyung baik-baik saja, karena dia harus pergi. Jung Eun bertanya toilet dimana. Yoo Kyung menunjukkannya. Jung Eun pergi ke toilet dan meninggalkan Tas serta ponselnya diruang tamu Yoo Kyung.


Yoo Kyung melihat ponsel Jung Eun. Yoo Kyung menatap ponsel itu. Dia sepertinya masih curiga pada Jung Eun, apakah Jung Eun benar-benar meninggalkan ibu dan putrinya, Yoo Kyung mengambil ponsel itu untuk memastikan kehidupan pribadi Jung Eun.

Source : http://cakrawala-senja-1314.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: