Dream High 2 Episode 6

19 Feb

 

Sinopsis Dream High 2 episode 6:  


Saat perbuatan jujur itu malah mengecewakan orang-orang disekitarnya dan Hye Sung hanya bisa meminta maaf. Hye Sung memang sudah menemukan box special yang disembunyikan oleh para instruktur, ia menemukannya di bukit pedalaman, letih karena mencarinya sampai larut malam, tapi engga ada satupun teman-temannya yang mengucapkan terimakasih.



Teman-teman Hye Sung sudah merencanakan untuk keluar dari perkemahan dengan mengelabui instruktur. Mereka memakai cara itu agar bisa cepat keluar dari training dengan cara mudah dan engga bersusah payah. Tapi, Hye Sung sama sekali engga mengetahui hal itu, Hye Sung sibuk mencari box special itu sehingga engga mendengar strategi licik yang disiapkan teman-temannya untuk sang instruktur.

Jadilah, sesampainya Hye Sung dan Yoo jin di perkemahan, tanpa mengetahui kalau instruktur berhasil dikelabui oleh teman-temannya, Hye Sung datang memberikan box special asli yang ia temukan. Instruktur terkejut, ia baru menyadari kalau box special yang ditemukan oleh siswa Kirin yang lain adalah box special yang palsu, sedangkan box special yang dibawa Hye Sung merupakan yang asli.


Semua teman-teman Hye Sung menatap jengkel ke arah Hye Sung. Yaa. Mereka sudah hampir diperbolehkan keluar dari arena pelatihan itu, kalau saja Hye Sung engga mengacaukannya. 


Yang bisa Hye Sung lakukan hanya meminta maaf. Hye Sung sudah mencari box special itu sampai larut dan engga ada satupun dari temannya yang mengucapkan terimakasih, hal itu sangat membuat Yoo Jin geram.



JB dan Ri-an datang menghampiri Hye Sung dan Yoo Jin. Tuduhan bahwa Hye Sunglah yang mensabotase baterai mic itu ternyata benar. Ri-an yang menemukan sebuah surat pengakuan milik Hye Sung adalah bukti yang engga bisa disangkal lagi.


Dengan gugup dan terbata, akhirnya Hye Sung mengakui hal itu, pengakuan yang disambut dengan tatapan keterkejutan dan kejengkelan dari teman-temannya.



Isi surat Hye Sung untuk ayahnya.

Aku benar-benar dengan giat, tapi saat aku berdiri di atas panggung, aku merasa sangat khawatir. Jadi, aku mensabotase microphone dengan menghilangkan baterainya. Karena hal itu, salah seorang temanku di perlakukan dengan tidak adil dan bermunculan kesalahpahaman. Aku ingin menceritakan hal yang sebenarnya, tapi aku sama sekali tidak memiliki keberanian. Kalau aku meminta maaf pada Tuhan, apa semuanya akan menjadi membaik? Appa, tolong doakan yang terbaik untuk anak perempuanmu ini.



Semuanya terungkap dan satu tamparan dari Ri-an membuat suasana bertambah tegang. 

“Seseorang yang bersalah pasti akan disalahkan. Jika aku menjadi kau, aku lebih baik disalahkan dari pada mendapatkan rasa simpati dari lingkungan yang kau sama sekali tidak berhak untuk mendapatkannya.” -Rian at Dream High 2



Hye Sung tetap diam, tapi Yoo Jin membelanya. Sudah puaskah Ri-an mempermalukan Hye Sung di depan banyak orang, apa Ri-an harus menampar Hye Sung agar semuanya menjadi sempurna. JB menangkis perkataan Yoo Jin, untuk jangan mencampuri urusan orang lain. Yoo Jin mencampuri urusan orang yang ia care, dan orang itu adalah Hye Sung. Melibat permasalahan dengan banyak orang, membuat Yoo Jin harus turun tangan.



Ri-an sudah dianggap remeh oleh teman-temannya karena Hye Sung engga mau mengakui tetang pen-sabotase-an itu, sebelumnya. Dan untuk membuat jelas siapa yang bersalah, Ri-an harus mengungkapkannya di depan umum. Dan itu menjadi hal yang fair, menurut Ri-an.



Ri-an : “Kau boleh melarikan diri sekarang. Bukankah hal itu juga yang kau lakukan saat di atas panggung, melarikan diri.”


Yoo Jin engga ingin melihat Hye Sung terluka, ia mencoba menarik tangan Hye Sung untuk segera pergi, tapi Hye Sung menahan tangannya. Ia ingin tetap di situ, Hye Sung engga ingin melarikan diri.


Orang yang berusaha agar Ri-an bisa bergabung dengan kelas terbaik adalah JB. JB meminta pada Kang Chul agar hal itu disetujui. Ri-an heran dengan sikap JB.



Ri-an : “Kenapa ia tiba-tiba melakukan hal itu?”
Nana : “Bukankah JB memang sejak dulu selalu berusaha untuk melindungimu.”
Aaah.. Sweet..


Jadi apa yang akan dilakukan Kang Chul pada permintaan JB, Tanya Ri-an. Kang Chul akan membuat keputusan dan mencari cara lain agar Ri-an bisa bergabung dengan kelas terbaik bersama JB, Nana dan Ailee.


Lee Seul. Kang Chul engga mengizinkannya untuk kembali pada ibunya di Australia, Lee Seul malah dikirim ke Kirin untuk menangguhkan waktu. Yap, Lee Seul adalah anak perempuan Kang Chul, status anak yang engga boleh diketahui oleh siapapun. 



Kirin menerima siswi baru, Lee Seul. Orang pertama yang tanpa sengaja Lee Seul temui adalah Hye Sung. Dengan badass-nya, Lee Seul tanpa sengaja membuat Hye Sung terjatuh dan terjebak di tempat sampah. Saat Hye Sung tengah membersihkan jendela pintu utama, agar lebih mudah membersihkan jendela, Hye Sung mengunci pintu utama.




Saat Lee Seul datang, karena kesal, ia membuka pintu utama Kirin dengan tendangan kakinya, bertepatan dengan Hye Sung yang hendak membuka kunci pintu utama. Dorongan kuat dari tendangan Lee Seul pada pintu utama Kirin, membuat Hye Sung terpental dan tersudut di tempat sampah. LOL.


Ambisi Teacher Taeyeon saat ini adalah ingin mengajar di kelas terbaik. Ia meminta pada Kang Chul untuk memperbolehkannya mengajar anak-anak kelas berprestasi.



Teacher Taeyeon bahkan memberikan bukti banyak kaset CD yang dihasilkan oleh murid-murid yang diajarnya. Ia meminta Kang Chul untuk mendengarkan CD itu, dengan engga Kang Chul menerima CD yang diberikan oleh Teacher Taeyeon. Padahal, semua CD itu punya hak paten milik Yoo Jin yang diperjual belikan hahaa..


Berniat untuk memberikan saran, Teacher Jin man memberitahukan satu rahasia besar miliknya, dengan bangganya ia menyatakan kalau dirinya adalah guru yang berhasil bertahan di Kirin dari tahun ke tahun.



Satu rahasianya adalah menjadi “orang yang tak terlihat” mengalir seperti air dan mengikuti arus. Teacher Taeyeon menanggapi, malah orang seperti teacher Jin man ini yang tengah dalam bahaya, engga beda jauh dengan apa yang terjadi pada kepala sekolah Joo.



Yeah, karena perkataannya saat perkumpulan perwakilan orang tua murid saat itu, kepala sekolah Joo dikeluarkan dari Kirin. Keputusan Kang Chul diumumkan ke seantero Kirin, yang mendapat respon keterkejutan dari Yoo Jin. Sebelum kepala sekolah baru didatangkan, untuk sementara Kang Chul sendiri yang akan merangkap sebagai kepala sekolah juga memegang jabatan sebagai direktur utama Kirin.


Yoo Jin ingin mendengar alasan kenapa Kepala sekolah secara sepihak dikeluarkan dari Kirin. Prasangka Yoo Jin bahwa Kepala sekolah Joo dipecat oleh Kang Chul, langsung ditangkis oleh Kepala sekolah Joo. Ia sudah engga memiliki apapun, tapi bagaimanapun juga, ia masih tetap berpredikat sebagai guru. Sebagai seorang guru dihadapan Yoo Jin, kepala sekolah Joo memberikan satu nasehat.



Kep. Joo : “Apa kau ingin seperti aku?”
Yoo Jin terdiam, engga merespon.
Kep. Joo : “Kau pastinya tidak ingin berakhir seperti aku. Maka jaga sikapmu saat kembali ke Kirin.”


Sebagai ucapan perpisahan, Kepala sekolah Joo mengembalikan gitar milik Yoo Jin yang pernah ia sita. Saya bakal tetap manggil Mr. Joo as Kepala sekolah Joo walaupun ia udah engga lagi menjabat sebagai kepala sekolah🙂



Yay, bakal ada pembangunan asrama Kirin, ini solusi terbaik yang diputuskan agar engga ada lagi persengketaan kamar antar native kirin dan Idol. Sementara bangunan Kirin tengah direnovasi, semua siswa asrama Kirin diharapkan untuk bersabar dan tetap berada di kamar sementara yang sudah ditetapkan.

Response yang terjadi : 

“Yay!!”

“Someone tell me, please. What are they doing?”



Karena Lee Seul sudah menjadi bagian dari murid Kirin. Ia pun diharuskan untuk tinggal di asrama Kirin. Satu kamar dengan Ri-an, Hye Sung dan Soon Dong.


Lee Seul datang dan ia langsung menjudge Ri-an sebagai “loser”,


Hye Sung sebagai “Loner”


dan hanya Soon Dong yang terlihat normal. Kenormalan Soon Dong membuat Lee Seul memutuskan untuk berbagi tempat tidur bersamanya, lantaran hanya ada dua tempat tidur di kamar itu.



Ri-an yang risih dengan kedatangan Lee Seul, langsung menyuruhnya keluar. Keahlian Lee Seul dalam memotong apple dengan tangan kosong, cukup membuat mulut Ri-an terbungkam.


Ri-an mencari jalan selamat dengan diam dan membiarkan Lee Seul berada sekamar dengannya.



Yaah, nasib Teacher Jin Man pun berakhir malang. Kegagalan menerapkan metode mengajar yang baik di kelas, membuat posisinya sebagai guru bahasa inggris tergeser. Kang Chul memperkenal guru native speaker baru sebagai pengganti Teacher Jin Man. Poor Teacher Jin Man.



Kang Chul mencoba mengintrogasi tentang CD composing lagu yang diberikan oleh Teacher Taeyeon padanya. Ia tahu dengan betul, bahwa CD itu dicompose oleh satu orang yang sama. Dengan ancaman bahwa, kalau mereka engga mengatakan siapa yang mengcompose lagu di dalam CD, maka orang tua mereka akan dipanggil menghadap ke sekolah.


Dengan takut, Ui Bong, Hong Joo dan Soon Dong mengatakan dengan lantang bahwa, yang mencompose semua lagu di dalam CD adalah JIN YOO JIN.



Yoo Jin menemui Kang Chul dan menanyakan alasan kenapa kepala sekolah Joo dikeluarkan. “Kenapa kau hanya memperdulikan guru yang hanya mempedulikan uang. Aku mencoba membantunya dan bahkan tidak mengetahui kalau ia akan mengundurkan diri. Hiduplah dengan baik, baik dan lebih baik.” Jawab Kang Chul.


Yoo Jin langsung mengaitkan ucapan Kang Chul dengan uang jaminan yang diberikan kepala sekolah Joo saat membebaskan dirinya dari penjara, “Kenapa ia mengobarkan dirinya sendiri untuk orang lain.”


Sesal Yoo Jin ini membuatnya memutuskan untuk menjual gitar kesayangannya. Karena hanya dihargai dengan harga sedikit, Yoo Jin memastikan kalau ia akan membeli gitar itu lagi.


Akhirnya, kelas buangan muncul. Kangen liat kelas buangannya Jin Gook-Hye Mi, Pil Sook..🙂 Ri-an, Ui Bong, Hon Joong, Soon Dong, Hye Sung dan Yoo Jin masuk kelas buangan.



Demi mendapatkan kembali gitarnya, Yoo Jin membual di depan kelas, kalau mereka bisa keluar kelas buangan dengan syarat menunjukkan bakat mereka. Saat bakat mereka diketahui oleh orang banyak maka semuanya akan kembali seperti semula.



Hal pertama yang Yoo Jin sarankan untuk dilakukan adalah membuat pertunjukan untuk penggalangan dana. Kenapa mereka membutuhkan uang? Dengan gampangnya, Yoo Jin menjawab kalau mereka akan menggunakan uang itu untuk orang-orang yang membutuhkan tentunya. Teacher Jin Man dan Hye Sung yang sedari tadi memperhatikan mereka, langsung bergabung.



Teacher Jin man menawarkan dirinya untuk bergabung, tapi Yoo jin menolak dengan alasan Teacher Jin man adalah guru bahasa inggris, bagaimana mungkin ia bisa melatih mereka dalam bermusik. Lalu, setelah Teacher Jin man menawarkan tempat untuk berlatih, Yoo jin menerimanya.



Mereka berlatih di sebuah rental music dengan biaya sewa yang ditanggung oleh teacher Jin Man. Mereka membentuk sebuah band dengan Hye Sung di vocal, Yoo Jin, Ui Bong, Hong Dong dan Soon Dong sebagai pengiring music. Sebelum latihan dimulai, Teacher Jin man memberikan nasehat atau lebih tepatnya mencurahkan perasaannya setelah didepak menjadi guru bahasa inggris dari kelas berprestasi.

 Teacher Jin man : “Dunia ini seperti hutan. Orang yang hidup tenang, mereka tidak akan setenang itu. Hanya ada dua hukum yang berlaku. Kalau kita tidak memakan orang lain, maka orang lain akan memakan kita. Kita harus bertahan. Kita harus memakan orang lain.”



Malangnya, latihan berjalan buruk, lebih buruk dari yang diharapkan. Vocal Hye Sung benar-benar membuat semuanya kacau. Yoo jin beberapa membentaknya karena Hye Sung engga bisa membaca note dasar music dan ia bernyanyi dengan menggunakan banyak vibra, engga bisa mengontrol suaranya sendiri. Hye Sung menutupi air matanya dengan senyuman. Ia mencoba sebisanya, bernyanyi sebisanya.



Hye Sung engga bisa melanjutkan latihannya, ia harus kembali untuk mengerjakan tugas hukuman membersihkan ruangan Kirin. Padahal, latihan harus dilanjutkan agar perform mereka sempurna.


Teacher Jin man yang paling gusar dalam hal ini,

“Team Work is everything, if we fall apart we’ll no chance.” – Teacher Jin man at Dream High 2.


Sebelum Hye Sung pergi, Yoo Jin memberikan sebuah recorder, “Betapa tidak nyamannya suaramu, kau harus mendengarkannya sendiri.” Ucap Yoo Jin.



Berharap dengan recorder itu, Hye Sung bisa lebih memahami dan belajar untuk mengatur nada dan mengontrol suaranya.



Lee Seul membuang barang-barang Ri-an dan menggeletakkan begitu saja di lantai. Ri-an kesal, itu adalah barang-barang kesayangannya dan Lee Seul dengan seenaknya membuang begitu saja. Alasan Lee Seul melakukan hal itu, karena ruang kamar ternyata hanya dipadati dengan barang-barang Ri-an. LOL. 



Saat Ri-an hendak menaruh kembali barang-barangnya ke dalam lemari, tanpa sengaja, kardus kesayangannya terbuka. Sepatu using milik JB yang ia kumpulkan mengingatkannya pada JB. Sweet..



Di tempat lain, JB tengah berlatih dance. Hye Sung yang akan membersihkan ruang latihan itu, mau engga mau harus menyuruh JB untuk menghentikan latihannya.



JB berhenti berlatih, ia bergumam pada dirinya sendiri tentang sepatunya yang sudah usang.



Saat hendak memasukkan sepatu usangnya ke dalam tas, Hye Sung melihat rubik yang disimpan JB.



Hye Sung menantang kalau ia bisa membenarkan rubik itu hanya dalam satu menit. JB engga mempercayai hal itu. Hye Sung membuktikannya, kurang dari satu menit, ia bisa menyelesaikan susunan rubik menjadi beraturan. JB terkesima, selama dua tahun JB bahkan engga bisa memainkan rubik itu dengan benar.



“Bukannya kau tidak bisa, kau hanya memainkan ini dengan acak tanpa memikirkan untuk menyelesaikannya.” -Hye Sung at Deam High 2.



Latihan Hye Sung CS band masih kacau, Yoo jin kesal dan ia selalu memarahi Hye Sung. Hye Sung sudah berlatih tapi belum ada satupun terlihat perubahan yang signifikan, suaranya selalu membuat lagu kacau.



“Kalau kau tidak ingin orang lain memandangmu rendah, maka ubah dirimu menjadi seseorang yang tidak dapat direndahkan oleh orang lain.” –Yoo jin at Dream High 2.



Hari ini adalah ulang tahun Ri-an, Ri-an sengaja mendatangi JB untuk merayakan ulang tahunnya bersama. Tapi JB, ia berpura-pura melupakan kalau hari ini adalah hari special bagi Ri-an. Hihihii..
Ri-an : “apa kau memiliki acara lain?”
JB : “Mmm.. sepertinya aku akan kembali ke rumah.”



Ri-an : “Aku kira kau akan pergi ke pesta. Syukurlah. Aku juga akan pergi dinner bersama keluargaku.”
JB : “Party? Memang hari ini ada apa?”
Ri-an : “Tessoh!!”



JB : “Tidak mungkin ia akan menghabiskan waktu ulang tahunnya dengan makan malam bersama keluarganya.” JB tertawa setelah Ri-an pergi.



Nana mencoba membujuk Si Woo untuk datang memberikan kejutan pesta ulang tahun Ri-an. Dengan alasan adanya JB di sana, Si Woo menolak untuk ikut. Tapi ancaman dari Nana dengan mengambil baju Si Woo, berhasil membuat Si Woo setuju. LOL.


Surprise party gagal, karena Ri-an ternyata pergi untuk menonton street performance dari Yoo Jin, Hye Sung, Ui Bong, Hon Dong dan Soon Doong.



Kalau berkaitan dengan Ri-an, JB selalu membiarkan Si Woo untuk mencarinya. Dan Si Woo menemukan keberadaan Ri-an, di Hongdae Donghae street. JB kesal, ia membiarkan Si Woo, Nana dan Ailee pergi menemui Ri-an tanpa dirinya.



Street performance dimulai, thanks to Ri-an yang membuat semua orang berkumpul karena kehadirannya. Suasana di padati dengan banyak orang yang ingin melihat Ri-an, bukan untuk menyaksikan street performance itu. Dan saat lagu akan dimulai, ternyata para fans hanya ingin mendengar Ri-an bernyanyi. 



Hye Sung akhirnya mengalah, ia membiarkan Ri-an menggantikan dirinya sebagai vocalis.



Satu lagu dimulai, dan pertunjukkan mereka ternyata lebih keren dari yang diharapkan, bertambah baik tanpa adanya Hye Sung. Poor Hye Sung. Karena merasa engga dibutuhkan lagi, ia memutuskan untuk pergi.


Perfomance itu diakhiri dengan lemparan kue tart dari salah seorang penggemar Ri-an yang brutal.



Lemparan kue tart itu mengarah kea rah Ri-an, tapi Yoo Jin berhasil melindungi Ri-an dengan memeluknya.



Setelah performance, Yoo Jin dan yang lainnya memutuskan untuk merayakan ulang tahun Ri-an di chicken shop milik kepala sekolah Joo.


Perayaan ulang tahun sederhana untuk Ri-an itu, berhasil membuat Ri-an tertawa. Padahal beberapa saat lalu, ia tampak murung karena anti fans yang melemparnya dengan kue tart.


Poor JB. Ia dan Ri-an, sebelum debut, selalu merayakan ulang tahun bersama di tempat special, ruang latihan.



Tapi sekarang, semuanya berbalik. Ia dan Ri-an berada di tempat yang berbeda.



Tapi, JB tetap membawa masa lalu bersamanya, ia mendatangi ruang latihan dengan cake special untuk Ri-an. Berharap Ri-an dan dirinya bisa merayakan hari special itu bersama lagi.


Yoo Jin mengkhawatirkan Hye Sung, tapi saat ditanya mengenai hal itu oleh Ri-an, Yoo Jin menutupi perasaannya.



Keduanya saling tersenyum, setelah Ri-an mengucapkan terimakasih karena Yoo jin sudah melindunginya dari anti-fan, tadi. Yoo Jin dan Ri-an pulang bersama. Mereka juga punya tempat satu tujuan yang sama, ruang latihan.


Sementara, Hye Sung tengah berlatih bernyanyi di ruang latihan, JB yang engga berada jauh dari tempat latihan, ia mendengar suara seseorang yang tengah memainkan piano, akhirnya JB datang menghampiri Hye Sung. Hye Sung menyanyikan lagu buatannya sendiri.


“Teruskanlah, aku datang untuk mendengarkan. Aku ingin tahu tentang liriknya.” Kata JB saat Hye Sung berhenti memainkan piano karena terkejut melihat kedatangan JB.



Hye Sung bernyanyi dengan cukup bagus, diakhir lagunya, JB memberikan tepuk tangan dan tersenyum. Bertepatan dengan itu, Yoo Jin dan Ri-an datang.


Mereka langsung menatap satu sama lain, dan kecemburuan mulai dirasakan oleh Yoo Jin dan Ri-an. LOL. Terlebih Ri-an, ia kesal dan pergi begitu saja. Engga ingin adanya kesalahpahaman, JB mengikutinya.

Dua pertengkarang dalam satu waktu.



JB : “Sampai kapan kau akan terus seperti ini??!!”
Ri-an : “You are the one who started it.”


Di tempat lain.



Yoo Jin : “Jadi, kau merasa tersudutkan karena Ri-an mengambil posisimu. Kau tidak bisa berkata apa-apa di depan Ri-an, tapi dibelakangnya kau seperti ini. Kau memang benar-benar Hye Sung. Apa kau ingin mengambil tempatmu kembali?”
Hye Sung : “Berikan pada Ri-an.”



Semuanya berjalan buruk bagi Hye Sung. Kejadian tanpa sengaja memukul Lee Seul pun berakibat fatal. Semalam, Hye Sung tanpa sengaja memukul Lee Seul, saat Hye Sung hendak melepaskan tangannya dari genggaman Soon Dong, tapi Lee Seul yang berada di belakangnya, terkena pukulan Hye Sung. Mata Lee Seul bengkak dan Teacher Taeyeon langsung mengambil tindakan.



Teacher Taeyeon memanggil ayah Hye Sung dan memberitahukan kekurangan-kekurangan Hye Sung dalam bakat bernyanyi. Ayah Hye Sung engga mengizinkan orang lain untuk mengolok-olok anaknya, terlebih Taeyeon adalah seorang guru, untuk itu, Ayah Hye Sung mengambil keputusan untuk memindahkan Hye Sung ke sekolah lain.



Hye Sung tentu menolak, tapi kali ini sang ayah benar-benar harus memaksakan kehendaknya. Hye Sung harus pindah sekolah dari Kirin.



Hye Sung mencoba membagikan apple yang dibawakan ayahnya pada yang lain. Ia memasukkan apple ke setiap loker. Tapi teman-temannya malah mengucilkan Hye Sung, mereka engga mau menerima apple itu, saat JB memberitahukan mereka bahwa Hye Sung yang membagikan apple itu.



Hye Sung dengan berat hati mencoba mengemas barang-barangnya di locker, tapi saat membuka locker, ternyata locker itu penuh dengan apple yang ia bagikan. Sebagai penolakan, teman-teman Hye Sung mengembalikan kembali apple-apple itu. Hal itu membuat Hye Sung bertambah sedih. Ia menangis.


sorry, for not capturing the perfect one :p

JB datang, memungut satu apple di lantai, sedikit membersihkan apple itu, lalu memakannya. Sweet~



JB : “Apple ini lezat. Kalau kau ingin membuang apple-apple ini, bisakah aku memiliki semuanya. Aku sangat menyukai apple.”
Hye Sung semakin sedih dan menangis.


JB : “Biasanya, wanita sangat cantik saat ia menangis. Tapi, tangisan sangat tidak cocok untukmu.”


JB mencoba membentuk senyum di bibir Hye Sung.



Dan, dari kejauhan Yoo Jin melihat mereka, Hye Sung dan JB.
Bersambung..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: