Dream High 2 Episode 9

2 Mar

Sinopsis Dream High 2 episode 9 :

Yoo Jin, JB dan Hye Sung panik, Ri-an hilang kesadaran seketika dan ia langsung dibawa ke rumah sakit. 



Dengan menggunakan mobil yang dibawa JB, mereka sampai di rumah sakit. 



Dicegah pergi oleh adiknya, Hye Sung memutuskan untuk engga pergi mengantar Ri-an.



Ri-an jelas masih menyukai JB, ia masih tetap menggunakan tanggal ulang tahun JB sebagai password handphonenya. JB menghubungi ibu Ri-an, memberitahukan keadaan Ri-an yang terbaring di rumah sakit saat ini.



Ri-an mulai sadar, membuka matanya dan saat mengetahui Yoo Jin yang ada disampingnya, Ri-an terbangun, “Bukankah kau membenciku?” Tanya Ri-an. 



Engga ada kata benci buat Ri-an di kamus hidupnya Yoo Jin. Hidup itu mengalir kayak air, kalaupun Yoo Jin membenci Ri-an, ia engga bakalan deh mengantar Ri-an ke rumah sakit.


Tapi saat JB datang menghampiri Ri-an, emosi Ri-an berubah drastis. Terlebih saat JB memberitahukan kalau ibu Rian dan Kang Chul sudah mengetahui keadaan Ri-an. JB udah sama sekali engga memiliki hak buat mengkhawatirkan keadaan Ri-an. 



Hey, kekhawatiran JB malah membuat Ri-an semakin mengharapkannya, engga salah dong kalau Ri-an mengusir JB dan menyuruhnya pergi jauh, pergi jauuuh karena sekarang JB sudah memiliki Hye Sung dihatinya. Ah~~ good job, kid. Good job.



Bentakan Ri-an pada JB, membuat badannya yang lemah semakin kehilangan tenaga, alhasil jatuh pingsanlah Ri-an untuk kedua kalinya. Yoo Jin yang ada disebelahnya berubah panik. Ia membutuhkan suster untuk memulihkan Ri-an.


Wajah Ri-an yang sedang tampil di panggung kumuh itu tersebar luar ke seluruh penjuru Kirin. Semua orang merendahkannya, Ri-an bukan lagi Ri-an yang diagung-agungkan, sekarang tempat Hye Sung seperti ditempati Ri-an, terpuruk dan dicemooh. Engga ada satupun yang berada di pihaknya. 



Nana? Ailee? Shi Woo? Mereka terlihat engga mengkhawatirkan Ri-an sama sekali. Kalaupun mereka khawatir, bukan Ri-an yang mereka khawatirkan tapi popularitas HershE yang mungkin akan terpengaruh dengan kejadian yang mereka anggap memalukan itu.


Nana mengusulkan untuk mengusut kasus itu, mencari tau penyebab kenapa dan bagaimana bisa type manusia pembangkang seperti Ri-an mau mengadakan aksi panggung di tempat kumuh seperti itu. Pasti ada hal-hal tersembunyi yang disembunyikan yang engga mereka ketahui, pikir Shi Woo. 


Yoo Jin menemani Ri-an sampai ia terbangun. Membuat lelucon kalau Ri-an tidur sambil mengorok, panik Ri-an karena lelucon itu. Yoo Jin tertawa dan mengatakan kalau itu hanya candaan. 



Saat memberitahukan Ibu Ri-an sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, Ri-an khawatir ibunya akan cemas melihat keadaannya. Sebisa mungkin Ri-an engga menunjukkan kalau ia tengah sakit parah.



Ibu Ri-an datang seperti kebakaran jenggot melihat anaknya pucat. 



Semua pertanyaan dari A sampai Z tentang keadaan Ri-an membuat Yoo Jin tersenyum kecil mengetahui kepanikan ibu Ri-an. Ah, seperti itukah mendapat kepanikan dan perhatian dari seorang ibu, raut wajah Yoo jin seperti mengatakan hal itu. Rian baik-baik saja, dokter bilang ia akan segera pulih setelah ia beristirahat dengan cukup, ucap Ri-an. Berharap ucapannya itu bisa menenangkan ibunya.


Ibu Ri-an lalu mengutuk Kang Chul, ia menghadap Kang Chul dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang terjadi pada Ri-an. Semua karena kesalahan Kang Chul, engga memfasilitasi Ri-an dengan manager dan mobil yang mengantarkannya ke pentas itu. 



Ibu engga membutuhkan alasan pembelaan diri dari Kang Chul. Ia bahkan mengungkit tentang kinerja OZ Entertaiment yang melalaikan anaknya, menyalahkan karena yang memaksa Ri-an menjadi penyanyi adalah Kang Chul. Sampai pada ancaman Ibu Ri-an, kalau ia engga akan memperbolehkan Ri-an mengikuti audisi SuperIdol.


Tentu penyalahan diri pada Kang Chul itu ibarat kesalahan besar bagi Ibu Ri-an. Menantang macan yang bertaring, bakal mendapat terkaman. Komposer ternama yang menjadi penanggung jawab audisi SuperIdol pun memberi penjelasan. Adanya kesalahpahaman yang diterima Ibu Ri-an, sesuai dengan kondisi Ri-an saat ini, ia engga diperbolehkan untuk mengikuti audisi. 


Yang artinya, audisi SuperIdol engga membutuhkan orang seperti Ri-an, mereka akan tetap berjalan baik tanpa Ri-an. “Kalau Ri-an tidak menjadi seorang penyanyi, maka ia tidak akan pernah menjadi seorang artis.” Pernyataan ini semakin membuat Ibu Ri-an tersudut.

Ri-an bakal kehilangan kesempatan untuk membuktikan dirinya kalau Ri-an itu special. Kesempatannya untuk membuktikan pada semua orang kalau ia engga hanya cantik tapi juga berbakat, kesempatan itu hilang. 


Akhirnya, Yoo Jin bisa bertemu dengan Hye Sung. Berbicara bersama. Ah~~ My OTP.. Hye Sung-Yoo Jin🙂 Hye Sung bisa menduga alasan Yoo jin datang ke desanya, tentunya untuk menemui Hye Sung. Bukan hanya untuk sekedar menemui Hye Sung, tapi juga meminta maaf karena ulah Ri-an yang menyanyikan lagu Hye Sung. Yoo Jin menyalahkan dirinya sendiri, semua salahnya, ia engga seharusnya membiarkan lagu itu dinyanyikan oleh orang lain.



Tapi Hye Sung mengerti kok ya gimana keadaan yang sebenarnya. Ia bahkan berterimakasih, karena berkat Yoo Jin dan yang lainnya, semua orang jadi mengetahui kalau lagu itu adalah sebenarnya lagu Hye Sung. 


Kirin masih membutuhkan Hye Sung, semua orang mengharapkan Hye Sung untuk kembali. Tapi, Hye Sung menolak dengan tegas perkataan Yoo Jin. Memastikan diri kalau ia engga akan pernah kembali ke Kirin, apapun yang terjadi. 



Ah~~ Jr.. This kid.. Yaa!! Cool~
Group Ui Bong tengah melatih diri untuk persiapan audisi SuperIdol. Malangnya, dari keempat makhluk yang menetap di ruang latihan itu, Cuma Ui Bong yang punya kualifikasi naik peringkat jadi Star. LOL. 



Diam-diam Teacher Jin Man memperhatikan mereka. Melihat betapa mengenaskannya murid-muridnya, Teacher Jin man angkat bicara dan menyarankan mereka untuk melihat latihan team Idol.



Yaahhaaa! Perbandingannya jauh banget. Keluhan dan pujian terus menerus dilontarkan team Ui Bong, karena Ailee, JB, Shi Woo dan Nana dance dari satu gerakan ke gerakan lain dengan sempurna tanpa adanya kesalahan.


Rapat diadakan untuk membahas tentang perkembangan kemampuan yang akan ditunjukkan dalam audisi SuperIdol. Guru-guru yang bertanggung jawab melatih group yang sudah ditentukan, semua berkumpul dan mencatat apa saja yang harus mereka lakukan. Bukan hanya siswa Kirin yang akan mendapat penilaian, tapi tingkat pengajaran guru yang bertanggung jawab atas semua itu juga menjadi patokan mengenai hasil yang akan di dapat.



Teacher Taeyeon yang paling khawatir, ia merasa putus asa karena anak didiknya harus melawan group Idol yang sudah terlatih. Amatur vs Profesional, pertandingan yang engga adil, ungkap teacher Taeyeon. 



“Saat kita terlahirkan ke dunia, kita memiliki kemampuan yang berbeda. Ketika berpartisipaasi dalam Olimpiade, apa terdapat adanya perbedaan garis start? Kenapa aturan-aturan itu diberlakukan? Itulah kenapa agar kita saling berkompetisi dalam kondisi yang sama.” —komposer Kirin, Dream High 2. *lazy to search his name🙂



Kemurungan Teacher Taeyeon bertambah saat ia bertemu dengan Ji Soo. Ji Soo memanas-manasi Teacher Taeyeon, tentang kemampuannya yang bahkan dibawah Nol. Menyamakan antara Hye Sung dan Teacher Taeyeon, sepertinya pantas. Hye Sung dan Teacher Taeyeon mengerti teknik dalam bernyanyi tapi mereka sama sekali engga bisa bernyanyi. 


“Satu hal yang terpenting dalam keberhasilan siswa, yang bahkan keinginan dan kerja keras pun engga cukup. Yaitu membawa potensi –potensi pengajaran dalam pembelajaran.” —Ji Soo, Dream High 2.



Ya Eun Wonder Girls secara pribadi menghubungi Hye Sung. Hahhaa.. Kebetulan adik Hye Sunglah yang mengangkat panggilan itu. Saat Ya Eun memperkenalkan dirinya, adik Hye Sung kesal, sejak kapan kakaknya memiliki hubungan dengan bintang besar setaraf wonder girls. “YAA!! Kalau bibi adalah Ya Eun Wondergirls, maka aku adalah SNSD.. ” Hahhahaa.. Variablenya : [SNSD vs Wondergilrs, Dream High 2] [SNSD vs Pororo, Hello baby MBLAQ session 5]



Ya Eun yang benar-benar ingin memasukkan lagu ciptaan Hye Sung “Hello to myself” ke dalam album wondergirlnya, berusaha untuk mengontak Hye Sung untuk kedua kalinya. Menjelaskan kalau ia sangat menyukai lagu ciptaan Hye Sung tersebut. 



Hye Sung masih engga percaya dengan berita baik itu, adiknya menyadarkan, “Unnie, kita harus meminta tanda tangan mereka. Hal terpentingnya adalah sekarang kau menjadi terkenal.”



Dua makhluk ini benar-benar ditakdirkan buat jadi rival. Tapi sisi baiknya, JB selalu bisa membuat Yoo Jin bangkit dan membangunkan semangatnya. JB mengetahui dengan jelas tipikal individu semacam Yoo Jin, seseorang yang sama sekali engga bisa ditantang, dan JB menantang Yoo Jin dalam segala hal. 



Mereka sama-sama engga menyadari kalau hubungan rival mereka, malah ngebantu masing-masing dari mereka buat bangkit, menunjukkan sisi terbaik dari diri mereka sendiri. Keren yah, dunia perivalan itu🙂 Saya juga kadang males kalau di dunia persinopsisan engga ada rival. I am serious, Serious Black :p



Bukan Cuma memperebutkan Hye Sung, tapi JB juga mengingatkan Yoo Jin tentang masa lalu saat mereka melakukan audisi Kirin bersama. JB dulu berbeda dengan JB yang sekarang. Bertekuk lutut dihadapan yang kalah, kayak mendapat keagungan penuh. Itu yang JB inginkan, Yoo Jin bertekuk lutut dihadapannya. Audisi SuperIdol yang bakal jadi penentu, siapa diantara JB dan Yoo jin yang bakal bertekuk lutut.



Bukannya semakin membaik, latihan group Yoo Jin malah sebaliknya. Engga ada tanda-tanda kalau mereka bakal berhasil di audisi SuperIdol itu. Tapi, kejeniusan Yoo Jin kayak membawa harapan. Misi yang diberikan adalah “Bi” yang berarti “Hujan”, Hujan yang berarti actor “rain”. Ah, kalau pemecahan masalahnya semudah itu, engga bisa disebut misi, pikir Yoo Jin.



Kata kunci “Bi” bukan berarti kita harus menggunakan lagu Rain sebagai theme song, tapi ada kebenaran yang tersembunyi dari misi itu. Tapi apa?? Apa yang mereka harus gali. Personality, personality, Yoo Jin mengucapkan kata berkali-kali. Yap, yang dibutuhkan di audisi ini bukan tiruan rain, tapi jati diri, keaslian dan blab la bla..



Ah, JB group juga dapet wangsit yang sama. JB pun menggagaskan ide untuk menjadikan pementasan mereka sebagai pentas musical. Menggabungkan kata rain dari berbagai lagu.


“Rain” yang berarti hujan harus mengaitkan antara satu emosi dengan emosi lain. Air yang turun dari langit disebut rain, kesedihan juga bisa diibaratkan sebagai rain. Good job, kid~~



Kepala sekolah Joo yang secara kebetulan bertemu dengan Komposer ternama, bertanya tentang alasan dibalik diangkatnya Yoo Jin sebagai kandidat super idol. 


Sederhana, ahjussi yang satu ini selalu mengaitkan antara pertandingan olah raga dengan kehidupan. Pacemaker. Yap. Pengibaratan Yoo Jin sebagai pacemaker, istilah di dunia marathon yang berarti acuan larian. Seorang pelari dalam pertandingan marathon membutuhkan objek penggerak di depannya yang nantinya akan menjadi acuan seberapa jauh kemampuan dan tenaga yang mereka habiskan.


Kepala sekolah Joo menyela, Yoo Jin bukan seseorang yang bisa menjadi panduan. Ahjusshi composer pun menjawab dengan bijak, yang dibutuhkannya saat ini adalah bintang yang engga pernah akan tergantikan, seperti ladygaga atau Michael Jackson. Bangunan OZ Entertaiment masih diperkuat dengan deretan artis debutan mereka, apa kehadiran Yoo Jin hanya dijadikan batu lemparan agar para idol itu lebih bekerja keras? Pikir Kepala Sekolah Joo. “Engga ada yang mengetahui, bisa saja pace maker yang memenangkan kompetisi ini.” Jawab ahjusshi composer.


Hye Sung diundang secara langsung untuk bertemu dengan Ya Eun. Ia bahkan berada di satu radio broadcast yang sama dengan Ri-an. 



Saat broadcast live dilangsungkan, Ri-an berubah baik, ia memuji Hye Sung dan berpura-pura memiliki hubungan baik sekaligu berteman akrab dengan Hye Sung.


Orang-orang mengira bahwa lagu yang Ri-an bawakan di pementasan saat itu adalah lagu yang ia composed sendiri, saat Ya Eun menanyakan permasalahan ini, Ri-an menjawab dengan kepura-puraan yang lain. Saat pementasan kali itu, Ri-an engga bermaksud mengclaim lagu itu sebagai lagunya, yang sebenarnya ia lakukan adalah menggantikan tempat Hye Sung dan menjadikan lagu itu sebagai hadiah perpisahan untuk Hye Sung.


Sedangkan Hye Sung, ia tersenyum dan menerima semua jawab Ri-an :

Aku benar-benar berterimakasih pada Ri-an. Kalau bukan karenanya, lagu itu tidak akan sepopuler saat ini. Kalau bukan karena teman-temanku. Lagu ini mungkin akan menghilang dari dunia ini. Jadi aku sangat berterima kasih kepada teman-teman yang menghidupkan lagu ini. Jujur saja. Sekolah kami memiliki banyak siswa berbakat. Setiap kali aku memandang mereka.


Aku akan merasa bahwa aku memiliki kekurangan dalam banyak hal. Sama seperti kura-kura. Kura-kura yang bahkan tidak bisa bersaing dengan kelinci. Mereka akan terus melangkah dan beranjak ke tingkat yang lebih tinggi. Aku merasa bahwa aku sudah berusaha sebisa mungkin tetapi tetap saja hasilnya sama sekali tidak memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: