Dream High 2 Episode 11

11 Mar

Sinopsis Dream High 2 episode 11 :

JB dan Si Woo menyanyikan lagu saat mereka debut didepan para penggemar mereka. HershE hanya tersenyum melihat.

Produser Shin dan Direktur Lee melihat mereka dari mobil. Produser Shin bilang JB akhirnya mulai beraksi. Direktur Lee menjamin bahwa JB pasti akan naik ke posisi lebih tinggi dari sebelumnya.

JB, Si Woo, Ailee dan Ri An menyanyi bersama. Nana hanya tersenyum melihatnya. Hye Sung dkk yang juga melihat juga menikmati nyanyian mereka.

Guru Ahn dan Guru Hyun Ji Soo juga melihat Guru Ahn memuji guru Ji Soo karena telah berhasil menyentuh hati murid-muridnya. Menurutnya jawaban yang benar dari misi mereka (tugas ‘Rain’) adalah ketulusan. Guru Ji Soo hanya tersenyum.

Selesai menyanyi, JB dkk saling berpegangan tangan. Ri An dan JB baru sadar tangan mereka saling menggenggam. JB mengucapkan terima kasih pada Ri An karena mau kembali. Ri An tersenyum. Hye Sung cemburu melihatnya. Yoo Jin menyadari hal itu.

Esoknya ada berita di TV tentang pembubaran I:dn. Selain itu diberitakan pula tentang audisi Super Idol yang diadakan di Kirin.

Yoo Jin yang sedang di restoran melihat berita itu. Pelayan restoran sepertinya mengenali Jin Yoo Jin. Di saat yang bersamaan diberitakan pula tentang Jin Yoo Jin sebagai Super Idol. Pelayan restoran tersebut lalu melihat tanda nama Jin Yoo Jin di baju seragam yang dipakai Yoo Jin. Yoo Jin lalu menutup tanda namanya. Namun semua yang ada di situ sudah terlanjur mengenalinya dan mengerubunginya. Yoo Jin sampai kewalahan menghadapinya.

Di sekolah Hye Sung dkk juga sedang melihat berita itu. Yoo Jin datang dan langsung mengambil makanan di meja. Ia terlihat lelah. Ui Bong tanya apa ada yang salah. Yoo Jin bilang mereka meminta tanda tangannya sambil menarik-narik rambutnya. Ui Bong bilang Yoo Jin sudah menjadi bintang sekarang. Soon Dong juga bilang Yoo Jin sekarang tidak bisa bebas.

Lee Seul bilang usaha lawan mereka sekarang bisa saja membuat ketidakberuntungan mereka. Ui Bong menambahkan bahwa mereka dari awal memang tidak beruntung. Jadi mereka tidak perlu terlalu peduli akan hal itu. (mungkin maksudnya para Idol bisa saja memanfaatkan situasi ini untuk kemenangan mereka).

Yoo Jin bilang jangan dipedulikan. “Benar kan Hye Sung?” ia meminta pendapat Hye Sung namun Hye Sung tidak menghiraukannya. Ia malah sedang serius melihat berita tentang hubungan JB dan Ri An.

“Sepertinya Hye Sung juga wanita. Ia cemburu melihat kejadian itu langsung di depan mata,” kata Yoo Jin menggoda Hye Sung.

Hye Sung menyanggahnya. Yoo Jin malah menaruh jari telunjuknya di kening Hye Sung. Hye Sung merasa kesal dan mendorong Yoo Jin sehingga membuat kancing baju Yoo Jin lepas. Yoo Jin protes namun karena Hye Sung sangat kesal ia tidak memedulikannya dan malah mendorongnya lagi. Teman-temannya hanya tersenyum melihatnya.

Soon Dong memanas-manasi dengan mengatakan bahwa JB dan Ri An terlihat bagus bersama. Ui Bong menambahi bahwa mereka memang cocok karena sama-sama idol yang populer. Ini sudah menjadi rumor. Lee Seul bilang itu bukan rumor. Hong Joo mengeluh idol berkencan dengan idol, bagaimana ini.

Yoo Jin berpendapat bahwa secara umum orang yang mirip (mungkin maksudnya punya banyak kesamaan) akan saling tertarik. Soon Dong menyemangati Hye Sung untuk jangan menyerah. Ui Bong bilang JB sangat menonjol sebelumnya. Menurutnya ia akan menemukan tempatnya kembali. (mungkin maksudnya kembali menjadi populer dan kembali bersama Ri An). Soon Dong menyikut Ui Bong karena perkataannya barusan.

Hye Sung menyanggah mereka bahwa JB dan dia hanya berteman. Ini hanya salah paham. Teman-temannya mengangguk-angguk. (tapi sepertinya masih belum percaya). Hye Sung berkata pada dirinya sendiri ini hanya salah paham. “Shin Hye Sung, sadarlah!” katanya.

Sementara itu Direktur Lee sedang membicarakan skandal antara JB dengan Ri An yang tersebar.

“Setelah kau membubarkan diri sesuai keinginanmu kau sering muncul dalam berita. Publikasi skandal di waktu yang baik. Beritamu selalu menduduki posisi pertama. Aku beruntung. Fokuslah pada persoalanmu, hari ini posisinya adalah ..kau tahu kan? Ini benar-benar omong kosong (maksudnya tentang murid bawah alias Hye Sung dkk yang menang pada penampilan sebelumnya). Bagaimanapun juga kalian lanjutkanlah ini (skandal ini),” kata Direktur Lee.

JB tanya apa maksudnya. Direktur bilang lanjutkan skandal ini untuk menutupi berita yang lain. Dia juga meminta JB untuk membantu Ri An karena Ri An tidak ikut saat kompetisi sebelumnya sehingga butuh adaptasi.

JB terlihat tidak suka. Direktur Lee menyadarinya. Ia berkata bukankah JB bilang mereka tidak berada dalam tim yang berbeda. Ri An tersenyum mendengarnya. Ia mengucapkan terima kasih pada JB karena akan membantunya.

Direktur sudah selesai bicara. Ri An bangkit dari duduknya hendak pergi namun ia melihat JB tidak beranjak pergi. Direktur Lee mengisyaratkan Ri An untuk pergi duluan. Setelah Ri An pergi, JB bertanya apa alasan semua ini. Direktur Lee bilang apa ia perlu menjelaskan. Ri An cocok untuk skandal ini karena bintang harus selalu di atas langit, jika tidak maka ia hanya orang biasa.

JB keluar dari ruangan. Ri An sudah menunggunya. Ri An memberitahu mereka akan pemotretan iklan bersama besok jam 2. JB tidak bersemangat mendengarnya. Ri An mengucapkan terima kasih karena JB menariknya kembali dan memberinya kekuatan.

Hye Sung hendak menjahitkan kancing jaket Yoo Jin yang lepas. Ia menyuruh Yoo jin melaps jaketnya tapi Yoo Jin tidak mau melepasnya. Akhirnya Hye Sung menjahit dengan jaket tetap dipakai Yoo Jin.

Hye Sung bilang Yoo Jin sangat manja. Yoo Jin bilang itu berlebihan karena Hye Sung hanya menjahitkan kancingnya. Hye Sung mengejek Yoo Jin seperti siswa SD karena semua kancingnya lepas. Yoo Jin dengan sombong bilang ini karena kelakuan fansnya. “Aigoo..kau menjadi bintang dunia,” kata Hye Sung. Yoo Jin tersenyum.

Yoo Jin memperhatikan Hye Sung menjahit. Ia bilang jika seperti ini Hye Sung sudah bisa menikah sekarang, Hye Sung melakukannya dengan baik. Hye Sung bilang ia tidak mengetahui apapun selain menjahit kaos kaki dan kancing. Ia bisa melakukannya dengan baik.

Hye Sung bercerita saat ia masih kecil ia menjadi pemimpin anak-anak. Ia tidak tahu bagaimana liarnya ia bermain. Tetapi kaos kaki dan kancingnya tidak pernah tidak rusak satupun. Malamnya ibunya menjahitkan kancingnya di sampingnya. Ia merasa itu keajaiban dan kebahagiaan. Jadi ia setia berada di samping ibunya, melihat.

Hye Sung sudah selesai menjahit. Ia hendak menali benangnya. Kepalanya semakin mendekati tubuh Yoo Jin sehingga pipi Hye Sung tepat berada di depan Yoo Jin. Yoo Jin tanpa sadar mencium pipi Hye Sung. Hye Sung kaget. Yoo Jin masih belum sadar. Setelah Hye Sung menjauh baru Yoo Jin menyadari perbuatannya.

Yoo Jin bilang itu kecelakaan, tidak sengaja tersentuh. Yoo Jin bilang jangan salah paham. Ia malah menyalahkan Hye Sung karena mendekatkan wajahnya. Hye Sung membantah kapan ia mendekatkan wajahnya. Hye Sung campur kesal dan malu pergi meninggalkan Yoo Jin. Yoo Jin menggumam bahwa Hye Sung duluan yang mendekatkan wajahnya. Yoo Jin menyentuh dadanya dan menghembuskan nafas. Ia tersenyum malu sendiri. (dasar cowok).

Produser Shin mengumumkan misi berikutnya adalah ‘lamaran’. Produser Shin menjelaskan lebih dari 90 lagu yang dikenal adalah tentang cinta. “Beberapa lagu tentang antara persahabatan dan cinta yang membuatmu depresi.”

Terlihat adegan saat Si Woo menyambut Nana yang kembali bersekolah. Ia mencubit pipi Nana sambil berkata betapa lucunya seperti yang dilakukan Nana dulu padanya.

“Lagu yang lain membuat hatimu tertekan karena cinta yang tak berbalas.” Terlihat adegan Hong Jo yang kesal melihat kebersamaan Nana dan Si Woo.

“Dan lagu yang lain yang menunjukkan rasa cemburu terhadap orang yang dicintai.” Terlihat adegan saat Ri An mengambil buku Hye Sung yang bersisi kumpulan foto JB. Ri An cemburu melihat sketsa JB yang digambar Hye Sung.

“Misi kali ini adalah sejumlah banyak lagu pengakuan cinta. Misi adalah bertujuan ‘lamaran’. Sebuah lagu keabadian. Menampilkan lamaran yang romantis antara dua orang yang jatuh cinta. Masing-masing dari kalian bernyanyi dan harus menampilkan ekspresi ini.”

Hye Sung dkk sedang mendengarkan pengumuman. Ui Bong tiba-tiba mengulurkan tangan kepada Lee Seul. Seul dengan cueknya memberi tangannya. Ui Bong lalu mencium tangannya. Semua tertawa. Lee Seul yang kaget hanya mengusap tangannya. Yoo Jin dan Hye Sung tidak sengaja saling melihat. Hye Sung lalu berhenti tertawa. Ia masih malu dengan kejadian tadi.

“Setiap orang berkata cinta tidak mengenal perbedaan negara dan usia. Kali ini tim yang terbentuk dari awal tidak berlaku. Temukan partnermu dan lamarlah. Partner yang menguntungkan adalah yang memenangkan misi video, tim idol dan kandidat Super Idol kita Jin Yoo Jin.”

Mendengar pengumuman itu Soon Dong mengeluh bagaimana jika mereka tidak menemukan partner.

“Di Final Seleksi Partner, jika lamaranmu ditolak atau jika tidak menemukan partner maka tidak bisa berpatisipasi dalam misi kali ini. Dengan kata lain merayu partner yang kau inginkan adalah hal yang penting karena ini adalah lagu tentang cinta.”

Soon Dong bertanya pada Yoo Jin apakah dia akan memilih partner di antara mereka. Yoo Jin membenarkan sambil melihat ke arah Hye Sung. Hye Sung diam saja.

Menurut Soon Dong idol pasti akan memprioritaskan kalangan mereka sendiri sehingga ia dan yang lain tidak kuasa dalam pemilihan dan akhirnya dieliminasi. “Apa yang kau takutkan. Kalian semua bisa membuat idol melamar kalian,” kata Ui Bong. Seul tanya bagaimana caranya. Ui Bong hanya tersenyum.

Si Woo dan Nana sedang bersama. Si Woo bertanya apakah Nana akan menerima lamarannya. Si Woo dengan bangga mengatakan ini seperti misinya sendirian. “Tunggu sebentar. Sepertinya aku mendengar bahwa misi kali ini adalah aku,” kata Si Woo berlagak kaget. (Si Woo emang dasarnya play boy tapi sayangnya karakternya kurang tereksplore di sini).

Si Woo mengajak Nana untu menjadi partnernya tapi Nana menggeleng. Si Woo terus membujuknya. Tiba-tiba Hong Joo datang mengajak Nana berpartner. Si Woo bilang Hong Joo bercanda sambil memegang dada Hong Jo. Hong Joo yang merasa tersinggung gantian memegang dada Si Woo. Akhirnya terjadi saling tekan.

Nana tersenyum melihat tingkah mereka. Ia lalu menyatukan tangan Hong Joo dan Si Woo. Lalu berkata tampillah yang baik. Kemudian ia pergi. Si Woo dan Hong Joo sadar mereka saling menggenggam. Lalu mereka saling melepaskan tangannya.

Sementara itu saat Ailee latihan menari, Ui Bong datang dan menari bersamanya. Ailee merasa cocok dengannya. Tanpa kata mereka sepakat untuk berpartner. Sedangkan Lee Seul memaksa Soon Dong untuk menjadi partnernya. Tentunya dengan caranya sendiri. Hehe..

Yoo Jin bertanya pada Hye Sung apakah dia sudah menemukan partner. Hye Sung jawab belum. “Kau sungguh kasihan. Tidak ada orang yang mau denganmu. Aku datang menyelamatkanmu. Bukankah aku super idol?” ajak Yoo Jin.

“Lupakan,” jawab Hye Sung. Yoo Jin tidak percaya Hye Sung menolaknya. Ia terus membujuk Hye Sung. Namun Hye Sung tetap menolak. Ia menutup telinganya dengan jarinya. JB melihat mereka.

Kepala Sekolah Jung Wan menghampiri JB dan berkata,”Aku menyukaimu.” JB merasa ngeri mendengarnya. Kepala sekolah bertanya saat ia mengatakan suka seperti tadi apakah JB merasakan perasaannya. JB menggeleng.

Kepala sekolah sekolah mengatakan seperti itu juga wanita. Menurutnya wanita adalah makhluk yang sangat cerdas. “Bukan itu yang kau katakan tapi seharusnya ekspresi dari ketulusanmu.”

“Ketulusan?” tanya JB. Kepala Sekolah membenarkan. Jika JB ingin tahu tentang hal itu maka datanglah ke ruang konseling. (Kepala Sekolah sekarang jadi guru BK kalau di Indonesia).

Kepala Sekolah sedang menyeduh kopi. Lalu ada yang datang. Ia pikir JB yang datang namun ternyata Guru Ji Man. (wkwkw..)

Guru Ji Man bilang ia ingin konseling. Awalnya Kepala Sekolah enggan karena ia sudah punya janji. (dengan JB maksudnya padahal JB gak datang. Wkwk..) Guru Ji Man meminum kopi yang telah dibuat Kepala Sekolah tanpa meminta terlebih dahulu.

Guru Ji Man mulai curhat,” Ada sesuatu yang sangat aku sukai tapi jika aku melakukannya itu akan membuat hidupku memusingkan. Apa yang harus kulakukan?”

Kepala Sekolah tanya apa itu. Guru Ji Man menjawab menari. Kepala Sekolah heran,”Menari?” Guru Ji Man membenarkan.

“Sebenarnya aku menari sangat bagus tapi sekali aku menari hidupku jadi memusingkan. Selama masa sekolah tugasku sangat bagus, mereka ingin membuatku menjadi penyanyi, jadi aku menyerah dalam pendidikanku, aku tidak masuk universitas. Kemudian pacarku meninggalkanku. Jadi aku bersungguh-sungguh dan aku menjadi guru bahasa Inggris. Suatu hari seseorang mengatakan mereka ingin membuatkan album untukku. Jadi aku mengambil semua tabunganku. Tapi aku telah ditipu lagi. Aku berkata pada diriku sendiri untuk tidak pernah menari lagi, tidak ingin hal itu terjadi lagi,” keluh Ji Man.

“Tidak menari lagi, lalu apa masalahnya?” tanya Kepala Sekolah.

“Tapi melihat murid-murid ini, jika aku mengajar mereka sedikit, mereka dapat berubah dari level B ke level A. Hatiku jadi bingung,” keluh Ji Man lagi.

“Kau ingin mengajari murid bagaimana menari?” tanya Kepala Sekolah. Guru Ji Man mengangguk membenarkan. Kepala Sekolah lalu memberikannya formulir untuk pindah pekerjaan.

Guru Ji Man mengeluh bahwa ia hanya ingin nasihat. Kepala Sekolah bilang ia haruslah mengganti posisinya dan mengajari mereka menari. Hanya menari. “Bukankah kau datang ingin mendengar kata-kataku?”

Guru Ji Man bilang ia datang karena butuh saran. Sambil menghela nafas Kepala Sekolah meminta Guru Ji Man untuk melakukan apa yang ia inginkan. Guru Ji Man tampak berpikir sambil memandangi formulirnya.

Ri An mendatangi JB. Ia tanya dengan siapa JB berpartner. JB jawab ia belum memikirkan. Ri An menawarkan diri untuk berpartnet dengannya. Ia bilang sebelumnya belum pernah berpartisipasi maka kali ini ia ingin mengejar ketertinggalannya. “Apakah kau tidak ingin membantuku?” tanya Ri An.

JB bilang tidak adakah orang lain. Ri An tanya siapa? Menurutnya tidak ada yang lebih baik dari JB dan tidak ada yang cocok dengan JB kecuali dia. JB diam saja. Dia bingung alasan apa untuk menolaknya.

Di kelas menari, Guru Ji Soo bertanya apakah setiap orang sudah menemukan partnernya. Ui Bong dan Ailee bersemangat dalam menjawab. Nana kembali menyatukan Hong Joo dan Si Woo. Soon Dong tersenyum paksa, Lee Seul menyikutnya.

Guru Ji Soo berkata pelajaran hari ini adalah bagaimana membangun’chemistry’ dengan yang lain. Katanya mereka harus bekerja sama dengan baik saat menari dengan pasangan. Saling melihat sekilas, saling menukar sinyal. Itu adalah pelajaran interaksi emosional. Ia lalu memanggil guru Ji Man.

“Jangan katakan kalau guru menari kami yang baru adalah Anda guru Ji Man?” tanya Ui Bong heran. “Bukankah Anda adalah guru bahasa Inggris?” Hong Joo menambahkan.

“Mulai hari ini yang mengajarkan kalian menari adalah Guru Yang Ji Man,” kata Guru Ji Man bangga. Semua menahan tawa.

“Ah..mengapa leherku tidak nyaman,” kata Ji Man sambil menggerakkan leher dan tubuhnya. Ia sengaja pamer untuk menunjukkan keahliannya.

“Aku akan mengkombinasikan kemampuan dasar kalian bersama dengan kemampuan individu kalian yang bagus. Tugas berikutnya adalah lamaran pernikahan bukan? Pertukaran emosi antara pria dan wanita. Guru Hyun (Ji Soo), dapatkah kau membantuku? Ini sederhana. Kau harus menggerakan tubuhmu seperti ini,” pinta Guru Ji Man sambil memberikan contoh.

Guru Ji Soo mengikuti gerakan Guru Ji Man. “Sepertinya aku pernah melihat ini sebelumnya,” kata Ji Soo. “Musik, tolong!” kata Guru Ji Man. Suara musik pun mengalun. Mereka menari bersama.

Guru Ahn melihat mereka. Dia mencoba meniru gerakannya tapi hanya akan membuat dia hampir terjatuh. Dia mengeluhkan ibunya yang tidak mengijinkannya sekolah menari saat ia masih kecil. Guru Ahn mengkhawatirkan murid-muridnya yang tidak lagi berkelompok. Terlihat Soon Dong, Lee Seul dan Ui Bong takjub melihat tarian Guru Ji Man dan Guru Ji Soo.

Tarian diakhiri dengan pelukan. Semua bertepuk tangan kagum. Ui Bong tanya tarian sebagus itu hanya gerakan dasar? Guru Ji Man dan Ji Soo baru sadar lalu mereka melepas pelukan mereka. Guru Ji Man hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ui Bong.

Guru Ahn mendatangi produser Shin. Ia bilang kali ini produser Shin melakukan kesalahan. Menurutnya murid-muridnya saling meningkatkan diri dengan baik saat berkelompok tapi sekarang mereka harus berpartner dengan kelompok lainnya sehingga mereka bingung.

“Jika mereka bingung maka biarkan mereka bingung,” kata produser Shin. Guru Ahn tidak mengerti maksudnya.

Produser Shin lalu melihat kumpulan pulpen di meja Guru Ahn. “Guru Ahn, seperti salah satu pulpen di tempat kumpulan pulpen. Dapatkah kau melihatnya sekilas?”

“Salah satu..Jika seseorang mencoba menemukannya, aku bisa,” kata guru Ahn.

“Kau hanya bisa menemukannya jika mencarinya hati-hati kan?” tanya Produser Shin. Guru Ahn mengangguk.

Produser Shin lalu mengambil tempat kumpulan pulpen itu lalu menghamburkannya di meja. Terlihat semua jenis pulpen yang berbeda-beda. Produser Shin mengisyaratkan maksudnya. “Itulah mengapa aku memisahkan mereka. Jadi kita dapat melihat mereka dengan jelas. Apakah aku masih dianggap melakukan kesalahan?”

“Kau selalu benar. Aku harus mengakuinya,” kata guru Ahn. Produser Shin lalu meninggalkannya. “Laki-laki yang picik,” gerutu guru Ahn.

JB sedang melihat Hye Sung dan Soon Dong berjalan bersama. JB mengikuti mereka sampai ia berdiri di samping mereka. Soon Dong kaget dengan kemunculan JB namun mereka tetap berjalan bersama. JB tetap mengikuti mereka. Soon Dong yang menyadarinya bertanya mengapa JB mengikuti mereka. JB berkilah bahwa ia hanya berjalan di jalannya.

Soon Dong dan Hye Sung meneruskan jalannya. Namun JB menarik tangan Hye Sung dari belakang. Ia bilang ingin berbicara dengan Hye Sung. Tapi Hye Sung menolaknya. Sepertinya ia kesal dengan pemberitaan JB dan Ri An.

Hye Sung hendak pergi namun ditahan JB. JB bertanya apakah Hye Sung mau berduet dengannya. Hye Sung balik tanya mengapa mengajaknya. JB kesulitan menjawab. Belum selesai JB menjawab, Ui Bong datang memberitahu bahwa ayah Hye Sung datang. JB terlihat senang mendengarnya.

Ayah Hye Sung datang dengan membawa banyak makanan. JB dan Yoo Jin senang melihat makanan begitu banyak. (ni Yoo Jin kenapa tiba-tiba ikutan juga sih). Mereka saling berebut makanan. Lalu tertawa. (lucu liat tingkah mereka, hihi..)

Hye Pung adik Hye Sung bertanya pada JB sambil menunjukkan tabloid yang memuat berita tentang JB apakah JB punya affair. JB dan Hye Sung tersedak. Ia mengambil tabloid dari tangan Hye Pung setelah ayah Hye Sung sempat melihatnya. Ia bilang itu hanya salah paham.

Yoo Jin bilang pria itu harus setia, bukankah begitu. Ayah Hye Sung menawarkan minum pada JB karena tersedak. Yoo Jin terlihat iri.

Hye Pung menyalahkan unnienya. “Kau harus berani. Kau harus mengurus pacarmu dengan baik,” kata Hye Tong. Hye Sung hanya diam. Yoo Jin memuji Hye Pung bahwa ia 1000 kali lebih baik dibanding Hye Sung. “Hye Pung ah..” kata Hye Sung kesal.

“Aku tahu aku terlalu sensitif. Tapi aku tidak ingin melihat Hye Sung sedih,” kata Ayah Hye Sung yang mengira bahwa JB memang pacar Hye Sung.

“Ayah…Hubungan apa? Aku tidak punya hubungan,” kata Hye Sung. “Ayah hanya bercanda,” kata Hye Sung pada JB.

“Aku ingat kau sangat menyukai sup pasta buncis jadi aku membawanya ke sini. Makanlah lebih banyak,” kata ayah Hye Sung. JB tersenyum.

Hye Pung tanya apakah JB masih makan makanan burung? (hehe..mian g tau maksudnya). Sepertinya Hye Pung masih marah pada JB. “Jika itu aku, aku akan berlutut dan mengatakan…” Yoo Jin belum selesai bicara karena JB menyikutnya.

JB tanya pada Hye Pung apa yang harus ia lakukan agar Hye Pung tidak marah lagi dengannya. Hye Pung bilang pergi ke karaoke. JB janji setelah makan mereka pergi ke sana. Hye Pung senang mendengarnya.

“Itu kakak kucing!” tunjuk Hye Pung pada Ri An saat ia dan Nana lewat. Semua melihat ke arah Ri An. Nana bilang bukankah mereka adalah ayah dan adik Hye Sung. Nana heran apa yang JB dan Yoo Jin lakukan di sana. Ri An terlihat menahan kesal.

Akhirnya mereka pergi ke karaoke juga. Yoo Jin giliran menyanyi pertama. Ia terlalu banyak gaya untuk menarik perhatian ayah dan adik Hye Sung namun malah membuat adik Hye Sung tidak tertarik padanya. JB bilang pada Yoo Jin Hye Pung ingin mendengar lagu anak-anak.

Giliran JB menyanyi. Ia menyanyi lagu anak-anak dengan ceria. Hye Pung senang mendengarnya. Semua menikmatinya kecuali Yoo Jin. (kasian wajah Yoo Jin melas. Wkwk..)

Giliran ayah Hye Sung menyanyi. JB menawarkan minuman pada Hye Sung. Mereka berdua merasa kikuk.

Hye Pung bertanya pada Yoo Jin mengapa ia datang kemari. Yoo Jin menjawab Hye Pung tidak tahu bahwa ia dan kakaknya sangat dekat. Hye Pung bilang bahwa ia tidak pernah mendengar Hye Sung berbicara tentang Yoo Jin.

“Jangan katakan kalau oppa adalah ahjussi yang bicara tidak sopan di telepon?” tanya Hye Pung. “Siapa? Siapa yang tidak sopan di telepon?” kata Yoo Jin.

“Ini adalah cinta yang tak berbalas. Ini adalah masalah yang sangat besar,” kata Hye Pung.

“Cinta tak berbalas apa? Tetapi benarkah Hye Sung tidak pernah menyebutku sebelumnya?” tanya Yoo Jin ingin tahu. Hye Pung mengangguk.

Ri An sedang berjalan-jalan. Ia melihat sebuah band yang akan tampil di jalan. Yoo Jin datamg menghampirinya setelah keluar dari tempat karaoke. Ri An agak terkejut bertemu dengan Yoo Jin. “Adakah tamu spesial hari ini?” kata Yoo Jin sambil melihat band yang tadi dilihat Ri An.

Ri An tanya apakah Yoo Jin ada waktu. Yoo Jin heran ditanya seperti itu. Ri An mengajak Yoo Jin pergi ke suatu tempat.

JB, Hye Sung, Hye Pung dan ayahnya keluar dari tempat karaoke. Ada beberapa pelajar dari sekolah lain yang mengenali JB dan memotret mereka. Kebetulan yang terpotret adalah saat Hye Pung bergandengan tangan dengan JB dan Hye Sung di kanan kirinya.

Hye Pung dan ayahnya hendak masuk ke dalam taksi. Sebelum berpamitan ayah Hye Sung bilang jika ada yang ingin dimakan JB, ia tinggal bilang padanya lalu ia akan menyuruh Hye Sung membawanya untuknya.

“Ayah..” kata Hye Sung malu. JB bilang ia suka makan apel. Apel pemberian ayah Hye Sung yang terakhir kali menurutnya sangat lezat. JB lalu tanya pada Hye Pung apakah ia sudah tidak marah lagi padanya. Hye Pung membenarkan. Ia bilang ia menyukai JB oppa.

“Lebih dari menyukai unnie?” tanya Hye Sung. “Unnie setelahnya. Ayah juga setelahnya,” kata Hye Pung. Ayah Hye Sung hanya tertawa.

JB janji lain kali ia akan membelikan Hye Pung sesuatu yang lezat. Hye Pung senang mendengarnya. Hye Pung dan ayahnya berpamitan lalu masuk ke dalam taksi.

Sepeninggal mereka Hye Sung berterima kasih pada JB namun ia meminta untuk melakukan hal seperti ini lagi. Ia akan mengirim pesan pada ayah dan adiknya. Ia juga meminta JB untuk tidak berlagak seperti pacarnya.

JB bertanya apakah Hye Sung bicara seperti ini karena berita tentang Ri An. Hye Sung membantah, ia bilang tidak peduli berita itu benar atau tidak. Di saat yang bersamaan pelajar tadi memotret mereka berdua dan JB melihatnya.

Hye Sung tanya mengapa JB menyukainya. JB tidak menjawab. Hye Sung bilang JB tidak bisa mengatakan alasan menyukainya. Padahal JB tidak menjawab karena merasa terganggu dengan ulah pelajar yang memotret mereka.

Hye Sung bilang JB tidak menyukainya. Menurutnya JB berpikir ia menyukai Hye Sung karena sebagai pelayanan terhadap penggemar. Jadi ia salah mengira ia menyukai Hye Sung padahal itu hanya perasaan simpati atau terharu.

JB bilang bukan itu namun ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh karena masih memperhatikan ulah pelajar tadi.

Hye Sung berkata lagi bahwa sebuah film ada pria yang tampan menyukai wanita biasa dan mengejarnya atau sebaliknya. Tapi itu dalam film. Pada kenyataannya yang tampan akan bersama dengan yang cantik. Seperti JB dan Ri An. Hye Sung lalu pergi meninggalkan JB. JB hanya bisa melihatnya dari jauh dengan perasaan yang gundah.

Sementara itu Ri An sedang memilihkan Yoo Jin baju di toko baju. Yoo Jin mengeluh sampai kapan ia akan berdiri seperti ini terus. Ri An bilang tunggu sebentar lagi. Ia lalu menemukan baju warna abu-abu yang terlihat cocok dipakai Yoo Jin.

Yoo Jin tanya mengapa Ri An membelikannya baju. Ri An bilang ini untuk balas budi karena Yoo Jin sudah mengantarnya ke rumah sakit dulu. Yoo Jin senang menerimanya. (Dulu JB yang beliin Hye Sung baju, sekarang Ri An yang beliin baju buat Yoo Jin).

Mereka lalu berjalan bersama sambil minum kopi. Yoo Jin melihat sekeliling dengan khawatir. Ri An yang menyadari kekhawatiran Yoo Jin bilang bahwa ini bisa menjadi skandal. Yoo Jin tanya bukankah Ri An menyukai skandal. Ia pikir Ri An yang melapor skandalnya dengan JB.

Ri An tanya mengapa ia melakukan itu. Yoo Jin tanya balik bukankah Ri An menyukai JB. Dan menurutnya Ri An ingin orang lain mengetahui hubungan mereka.

Ri An sambil tersenyum bilang Yoo Jin juga bisa melakukan hal yang sama bahwa ia dan Hye Sung sedang berkencan. “Bukankah kau menyukai Hye Sung?” goda Ri An yang tahu bagaimana cara membalas tuduhan Yoo Jin.

Yoo Jin mengelaknya. Ri An bilang Yoo Jin selama ini perilakunya menunjukkan bahwa ia menyukai Hye Sung namun mulutnya selalu menolak mengakuinya. Yoo Jin menatap tajam Ri An. “Jika tidak mengapa kau pergi ke Chungju?” tanya Ri An.

Yoo Jin tidak bisa menjawab. Ia meminum habis kopinya. “Kau menyukai Hye Sung. Semua orang tahu kecuali kau sendiri. Sudahkah kau mengajaknya berpartner?” tanya Ri An.

“Itu hanya karena aku bersama Hye Sung lalu kau bisa bersama JB, benar bukan?” Yoo Jin bertanya balik.

“Jangan salah paham. Aku hanya ingin hasil yang bagus dalam misi kali ini,” kata Ri An. Yoo Jin tertawa. Ia bilang ia tahu Ri An berbohong. Ri An membantahnya. Yoo Jin bilang mengapa Ri An selalu tidak bisa mengatakan kebenaran. Ri An bilang Yoo Jin juga sama.

Di sekolah Direktur Lee melihat foto-foto JB dan Hye Sung. Ia bertanya pada wartawan Park lewat telepon mengapa ia menyebar foto-foto ini jika tahu hal itu tidak benar. Direktur Lee marah-marah pada wartawan Park. Direktur Lee bilang pada Produser Shin bahwa mereka harus membatalkan iklan-iklan JB.

Produser Shin bilang seseorang sedang mengalami krisis sedangkan yang lain mendatangkan keuntungan. Direktur tanya apa yang dimaksud adalah Yoo Jin. Produser menguatkan bahwa wajah Yoo Jin sudah diketahui banyak orang. Lagipula ia adalah pendatang baru yang sedang bersinar. Siapa tahu hasilnya bagus.

Direktur Lee mendatangi Yoo Jin yang sedang makan di kantin bersama Ui Bong. Ia tanya apakah dia sudah mendapat partner. Ui Bong menjawab sudah, ia bersama Ailee. (Padahal yang ditanya Yoo Jin). Yoo Jin tidak menghiraukannya.

Direktur Lee bilang selama 3 tahun Yoo Jin tidak pernah membayar uang sekolah. Yoo Jin bilang ia tidak membayar dan tidak dikeluarkan, bukankah sekolah ini kasar. Ia berpikir bahwa ia mendapat beasiswa.

Direktur Lee bilang ialah yang berbuat kasar. “Sekarang karena dia tidak membayar uang sekolah maka Anda akan mengeluarkannya?” tanya Ui Bong marah. Direktur Lee bilang cukup pemotretan iklan akan mengganti biaya sekolah selama 3 tahun.

Yoo Jin bilang ia tidak ingin. Namun Direktur Lee tetap menaruh proposal iklan tas ransel di mejanya sebelum ia pergi. Ui Bong berkata sekarang bukan saatnya berdebat tentang ingin atau tidak tapi barangkali Hye Sung akan melihat Yoo Jin di TV dan menyukainya.

“Hye Sung?” tanya Yoo Jin. Ui Bong mengangguk. Yoo Jin awalnya gengsi namun akhirnya ia melirik proposal iklan itu.

Akhirnya Yoo Jin datang ke tempat syuting iklan tersebut. Ia gugup. Ia menyapa semua orang dan memperkenalkan dirinya. Ternyata Ri An juga syuting di tempat tersebut. Yoo Jin menyapa Ri An tanpa mengetahui bahwa itu Ri An. Ri An tertawa melihat Yoo Jin yang gugup.

Ri An menyapanya. Ia lalu mencubit pipi Yoo Jin sambil berkata betapa kunonya Yoo Jin. Ia lalu menarik Yoo Jin sampai ke meja rias. Ri An bilang jangan mencari masalah. Ia meminta Yoo Jin mematuhinya sehingga Yoo Jin akan baik-baik saja. Yoo Jin mengiyakan. Ri An meminta Yoo Jin tenang. Ri An meninggalkannya karena sekarang gilirannya dipotret. Yoo Jin yang gugup karena ditinggal Ri An meminum air putih.

Saat hendak pemotretan Ri An tanya apakah JB belum datang. Fotografer bilang JB tidak jadi pemotretan karena suatu skandal. (dengan Hye Sung). Ri An terkejut.

Di sekolah para siswa melihat berita skandal JB dengan Hye Sung. Ailee bertanya apa yang dilakukan JB. Menurutnya image JB sudah rusak. “Bukankah ia sudah melakukan kesalahan sebelumnya?” kata Ailee.

Hong Joo heran bagaimana ini mungkin terjadi. Menurutnya seharusnya idol bersama dengan idol. Nana hanya terdiam.

“Mengapa kau muncul di TV lagi?” tanya Direktur Lee. JB bilang jangan mengganggunya karena ini urusannya. Direktur tanya apakah JB berencana bertengkar lagi. Dengan siapa kali ini? Jin Yoo Jin? Shin Hye Sung?

JB tidak menghiraukannya dan beranjak pergi. Namun terhenti karena Direktur Lee tanya apakah ia tahu mengapa Direktur Lee mengadakan Super Idol. Dan mengapa ia juga mengajak mereka ke Kirin.

“Bukankah kau ingin solo? Bukankah kau ingin terbang lebih tinggi? Sejak awal kau adalah Super Idol.”

“Lalu mengapa kau pilih Jin Yoo Jin sebagai Super Idol?” tanya JB.

“Yoo Jin hanya pemicu. Dia selalu menjadi pemicumu sejak awal bersama dengan Si Woo dan anggota HershE yang lain. Ini untukmu yang sedang mabuk kesuksesan, untuk memimpin persaingan dengan lebih semangat,” kata produser Shin yang tiba-tiba masuk.

Direktur Lee meminta JB untuk berpartner dengan Ri An untuk meredam skandal. JB tanya apa yang terjadi jika ia tidak ingin melakukannya. Direktur Lee bilang ia akan meluncur ke bawah dengan cepat dan sulit untuk mendaki lagi. (maksudnya ini ancaman bahwa karirnya akan hancur). JB terkejut. Ri An yang menguping pembicaraan mereka juga terkejut.

Hye Sung mendatangi JB dan menanyakan keadaannya. JB hanya tersenyum kecut. Hye Sung bilang ia akan menjelaskan ke semua orang kenyataan yang sebenarnya tentang mereka. JB tidak menjawab. Ia melangkah gontai. Hye Sung hendak mengejarnya namun Ri An menghalanginya. Ia ingin berbicara dengan Hye Sung.

Ri An bilang mungkin ini pengalaman baru bagi Hye Sung tapi ini berakibat fatal bagi JB. Ini hanya permulaan. Menurutnya karena skandal, hidup seseorang bisa berakhir. “Hati JB sangat lemah. Ini sulit untuk bertahan dalam waktu yang lama,” kata Ri An.

Hye Sung bilang jangan khawatir karena JB tidak menyukainya. Ri An bilang itu tidak penting, yang terpenting adalah pandangan orang lain terhadap hal ini. Ri An meminta Hye Sung menolak JB jika ia memilihnya.

Hye Sung tanya apakah Ri An meminta hal itu untuk JB (bukan untuk Ri An). Ri An memaklumi jika Hye Sung tidak mempercayainya. Namun sebagai teman ia sangat memohon. Hye Sung bilang akhirnya mereka menjadi teman.

Yoo Jin sedang pemotretan. Ia merasa kesulitan melakukannya. Ia mengeluh kemana Ri An pergi padahal katanya ia akan membantunya. Ia lalu melihat sebuah gitar. Ia meminta izin untuk memakai gitar itu agar lebih luwes. Setelah ia memakai gitar, fotografer tidak merasa kesulitan lagi untuk mengambil gambar yang bagus darinya.

Selesai pemotretan, Yoo Jin hendak berpamitan. Fotografer memujinya bahwa ia sudah tampil dengan baik. Sebelum pergi, dia sempat melihat beberapa koran dan tabloid yang memuat berita skandal antara JB dan Hye Sung.

JB termenung sendirian. Ia merasa sedih harus memilih antara Hye Sung yang ia cintai atau karir yang selama ini telah ia bangun dari nol. JB mengingat saat kebersamaannya bersama Hye Sung. Begitu juga Hye Sung yang sedang bimbang. Ia juga mengingat saat ia bersama JB.

Hari H Final Seleksi Partner tiba. Semua sedang bersiap-siap di ruang ganti. Ui Bong memuji penampilan Hong Joo kali ini. Namun Hong Joo tidak terlalu mempedulikannya. Ia cemberut saat melihat Nana membantu Si Woo memilih jas. Sedangkan Ui Bong merasa kagum dengan penampilan Lee Seul yang terlihat cantik dan manis.

Hye Sung datang. Soon Dong memuji Hye Sung yang juga terlihat manis. Ri An mengingatkan Hye Sung tentang pembicaraan mereka sebelumnya. Ri An bilang ini bukan demi dia tapi demi JB. Hye Sung mengerti.

Yoo Jin datang. Ui Bong dan Hong Joo menyambutnya. (Yoo Jin terlihat keren). Ui Bong heran kemana reporter yang mencari JB sejak tadi.

Guru Ji Soo datang menemui mereka dan menanyakan apakah mereka sudah siap. Ia juga bertanya apakah ada yang tahu JB dimana. Semua tidak mengetahui keberadaan JB. Guru Ji Soo bilang jika JB tidak berpartisipasi maka secara otomatis ia akan dieliminasi. Semua nampak cemas.

Produser Shin membuka acara.

“Lamaran. Adalah kata yang romantis bukan? Pertandingan akan segera dimulai. Siswa yang berditi di panggung hari ini dengan partnernya masing-masing akan saling melamar. Meskipun peristiwa ini begitu manis tapi hasilnya mungkin di luar perkiraan setiap orang. Beberapa orang akan mempunyai kehidupan cinta dengan kebahagiaan sedangkan beberapa yang lain akan ditolak.”

Yoo Jin menemui JB yang masih merasa sedih dan bimbang. Yoo Jin memberi koin dan menyuruh JB menyanyi. (masih ingat kan saat JB juga melakukan hal yang sama pada Yoo Jin saat Yoo Jin tampil di jalan?). Namun JB tidak merespon. Yoo Jin menambah koinnya dan meminta JB menyanyikan lagu sepenuh hati.

“Berpikir bersembunyi di suatu tempat seperti ini, melarikan diri dari kenyataan. Aku tahu itu karena kau malu jadi aku akan menjaga rahasia. Pergilah, kau anak nakal yang menyedihkan,” kata Yoo Jin.

“Aku anak nakal yang menyedihkan?” tanya JB.

“Kau tidak peduli bagaimana orang lain akan berjalan dan kau hanya panik dan melarikan diri. Jika kau bukan anak nakal yang menyedihkan lalu siapa kau? Tidakkah kau berpikir untuk kepentingan Hye Sung? Saat rumor kalian berkencan tersebar bagaimana perasaannya?” kata Yoo Jin.

“Hye Sung dia..” belum selesai JB bicara ia sudah dipotong Yoo Jin.

“Dan.. kau adalah orang yang memulai keruwetan ini tetapi sekarang kau hanya berpikir untuk dirimu sendiri? Aku tidak bisa mentolerir ini. Sekarang tidak ada gunanya berlutut sebelum aku. Itu tidak akan efektif. Berlututlah di panggung sekarang,” perintah Yoo Jin sambil menunjuk pintu keluar.

“Tanpa aku, bukankah kau sudah pasti akan menang? Adakah alasan menasihatiku sekarang?” tanya JB.

“Alasan? Apakah itu penting sekarang? Tidak ada alasan. Aku hanya ingin kau berlutut secara formal,” jawab Yoo Jin.

“Alasan? Tidak ada alasan?” gumam JB.

“Apa yang kau gumamkan sekarang?” tanya Yoo Jin.

“Kau tidak akan menyesal bukan? Kau mungkin akan kalah dariku,” kata JB yang tiba-tiba tersenyum.

“Nah, ini seperti JB yang biasanya. Tegas dan tidak ragu-ragu,” kata Yoo Jin.

Sambil tersenyum JB pergi diikuti oleh Yoo Jin.

Produser Shin memanggil para siswa naik ke atas panggung. Si Woo, Ailee dan Ri An mengambil bunga mawar yang telah disediakan di atas panggung.

Guru Ahn memuji murid-murid yang tampil manis kali ini. Ia berandai-andai jika ia memakai baju pengantin. Guru Ji Man yang mendengar perkataan Guru Ahn mulai menanggapi. “Berbicara tentang baju pengantin, saat Guru Ji Soo masih menjadi anggota Show Queen, baju pengantinnya sangat….” kata Guru Ji Man.

“Itu sudah lama sekali. Jika kau lihat sekarang, aku pikir perutnya penuh dengan lemak,” kata Guru Ahn yang kecewa karena awalnya mengira Guru Ji Man berbicara dengannya tapi ternyata malah berbicara dengan Guru Ji Soo.

Guru Ji Man melirik perut Guru Ji Soo. Guru Ji Soo tertawa. Ia bilang jika sekarang ia memakai baju pengantin dan berdiri di antara siswa maka tidak terlihat perbedaannya siapa gurunya dan siapa muridnya. Guru Ji Man bilang ia benar-benar ingin melihatnya. Guru Ji Soo hanya tersenyum.

Pemilihan partner dimulai. Ailee dan Si Woo berjalan berkeliling. Ailee mulai mendekati Ui Bong. Ui Bong pura-pura cuek. Ailee memberikan mawarnya pada Ui Bong. Ui Bong langsung menggigit mawar itu tanda lamaran Ailee diterima.

Si Woo sepertinya ingin memilih partner wanita tapi karena Nana yang duduk di bangku penonton menunjuk Hong Joo, dengan sangat terpaksa Si Woo memberikan mawarnya pada Hong Joo. Semua penonton bersorak dan meminta Hong Joo menerima lamaran Si Woo. Karena Hong Joo diam saja maka Si Woo menaruh mawarnya di saku Hong Joo.

Sedangkan Soon Dong menerima mawar dari Lee Seul. Kini hanya tinggal Hye Sung dan Ri An karena Yoo Jin dan JB belum muncul. Produser Shin bertanya pada mereka apakah mereka akan berpartner. Mereka berdua saling terdiam.

Tiba-tiba muncul JB dan Yoo Jin yang langsung naik ke atas panggung. JB langsung mengambil mawar dan berlutut di hadapan Hye Sung. Semua terkejut.

“Untuk mengatakan beberapa kata itu sangat sulit bagiku. Aku akan mengatakannya sekarang. Hye Sung, aku menyukaimu. Mengapa? Tidak ada alasan. Tidak peduli seberapa keras aku berpikir tetap masih tidak ada alasan. Mengapa aku menyukai musik? Mengapa aku ingin menjadi penyanyi? Sama seperti itu, aku juga tidak ada alasan. Aku hanya menyukaimu. Aku hanya ingin bernyanyi denganmu. Aku hanya ingin berdiri bersamamu di atas panggung dan aku ingin bernyanyi denganmu,” kata JB sambil mengulurkan mawarnya.

Ri An kecewa. Yoo Jin tersenyum antara puas dan menahan cemburu. (Yoo Jin kali ini gentle banget, bisa bersaing sehat dengan JB). Produser Shin bertanya pada Hye Sung apakah ia akan menerima lamaran JB. Semua menunggu jawaban Hye Sung. Ri An berguman,”Tolaklah,tolaklah.”

Akankah Hye Sung menerima JB? Lalu bagaimana dengan Yoo Jin dan Ri An? Apakah mereka akan berpartner? Nantikan episode selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: