Lie To Me episode 1

31 Mar
Yoon Eun Hye 
as Gong Ah Jung

Kang Ji Hwan 
as Hyun Ki Joon

Sung Joon 
as Hyun Sang Hee

Jo Yun Hie 
as Oh Yun Joo





Hyun Ki Joon dengan jas putihnya dan semua kewibawaannya berjalan mengitari hotel, menge-check setiap detail di hotel miliknya. Dari mulai debu di meja, penataan hiasaan hotel, cara penyajian makanan. Semuaa hal engga ada yang luput dari pantauan Ki Joon. Punya darah biru yang kental buat Hyun Ki Joon jadi disegani oleh semua karyawannya. Semacam robot berjalan, tanpa ekspresi, Ki Joon terus membenahi detail yang engga beres di hotel kelas atas itu.

Seperti kedatangan malaikat maut, semua karyawan panik dan gugup, keringat dingin dan gemetar. Kalau ada hal yang engga beres pasti konsekuensinya besar.
“Selamat pagi. Selamat pagi. Selamat pagi.” ucap semua karyawan saat Hyun Ki Joo melintas di hadapan mereka.
“Akan jadi lebih baik kalau kau meletakkannya seperti itu.” Hyun Ki Joon membenar letak salah satu souvenir hotelnya,
“Kami tengah mempersiapkan untuk jamuan besok.” lapor asisten Hyun Ki Joon.



Dan masalah pertama muncul, salah satu customer hotel yang sudah memesan tempat di hotel ki joon untuk acara resepsi, customer itu datang dengan menangis tersedu-sedu.
“Ya? Selamat datang di World Hotel.” sapa karyawan hotel.
” Jangan menangis. Jangan menangis. Jangan lemah.” ucap salah satu teman si customer.
” Ayo. Nomor kamar berapa? Pria dan wanita yang baru saja booking di hotel ini?” seru customer, tanpa bisa menghentikan tangisnya. Calon suaminya berada di hotel World dengan wanita lain, padahal mereka akan menikah besok. cckckck..
“Maaf, sesuati dengan peraturan hotel kami tidak diizinkan untuk memberitahukan hal itu.”
“Jangan menangis-jangan menangis, kalau kau menangis kau akan terlihat seperti pecundang..”

“Apa kau bodoh? Nomor berapa.?”
“Untuk melindungi data customer, kami tidak diperbolehkan untuk memberitahukan hal itu.”



Hyun Ki Joon yang melihat hal itu langsung mengambil tindakan, ia berkata “Beritahu mereka.”

“Sebentar, sebentar, kalau aku mengeceknya sekarang, pasti aku tidak bisa menikah besok, kan? Semua biaya  yang sudah dikeluarkan pasti akan sia-sia, semua biaya, undangan dan honeymoon. Aku harus menunda semua itu. Apa yang harus aku lakukan.” cetus si customer.

Hyun Ki Joon bergumam pada dirinya sendiri . “Kebanyakan wanita, alasan mereka saat menikah sebenarnya tidak murni. Mereka tidak benar-benar ingin menikahi sang pria, tapi mereka malah memilih untuk menikahi semua barang-barang yang berkaitan dengan pernikahan.”

Hyun Ki Joon risih dengan sikap si customer yang plin plan, lagi-lagi Ki Joon sendiri yang harus mengatasi masalah ini. Ki Joon langsung mengetuk pintu kamar calon suami customer dan saat melihat calon suaminya, seperti kebakaran jenggot, si customer dan dua kawannya langsung menghajar habis pria itu.

Hyun Ki Joon menyuruh asistennya, “Atasi situasi ini setelah 10 menit. Pastikan ia pulang ke rumah.”


 The UN World Tourism Federation( UN= United Nations) sedang mengadakan acara press conference. Tourism Executive mengadakan pertemuan resmi yang mendatangkan banyak perwakilan dari berbagai negara itu di salah satu tempat bersejarah di korea. It’s an historic event. Dan Gong Ah Jung-lah yang mencetuskan ide brilliant ini.


Beberapa menit sebelum musibah datang. Perdana menteri memanggil semua staff termasuk Gong Ah Jung. Perdana menteri benar-benar sangat bangga dengan acara kali ini. Karena mereka tidak hanya membahas tentang masalah negara tapi juga sekaligus mempromosikan kebudayaan korea. Jadi inget my princess, awal cerita di my princess juga berawal dari sebuah big event.

“Ide siapa semua ini?” tanya perdana menteri.
Gong Ah Jung mengangkat tangannya seraya menahan senyum.
“Oh, ya, siapa namamu?” tanya perdana menteri dengan ramah.
“Aku Gong Ah Jung dari Tourist promotion section.”
“Apa kau yang bertanggung jawab atas acara ini?”
“Benar.. “
“Ini pasti ide mu.. Kau sudah melakukan semuanya dengan baik. Ini benar-benar ide yang sangat menakjubkan. Ide yang sangat bagus melangsungkan acara di tempat seperti ini. Dari pada melangsungkannya di hotel lebih baik mengadakan press conference di tempat seperti ini. Gong Ah Jung. Well Done! Tetap semangat melakukan yang terbaik untuk event selanjutnya.”
“Thank You. ” jawab Gong Ah Jung. Semua staff langsung bertepuk tangan dan mengucapkan selamat padanya.

Acara yang berlangsung meriah itu, tiba-tiba berubah menjadi kacau saat segerombolan lebah datang. Sarang mereka terusik oleh batang kayu yang tumbang dan menimpa sarang lebah. Semua orang berlarian engga tentu arah. Masing-masing dari mereka menggunakan macam-macam peralatan untuk memukuli sang lebah.


Dan engga lupa, si lebah juga menyengat Gong Ah Jung. 


Beberapa jam setelah kekacauan, Gong Ah Jung dipanggil direktur.
“Kau memang benar-benar pembuat masalah.” seru direktur.
” Maafkan aku.”
“Maaf? Duta besar masih berada di rumah sakit. Bagaimana bisa kau meminta maaf? Seharusnya kau bertanggung jawab atas semua yang terjadi hari ini.”
“Pertama, aku akan menemui jasad duta besar dan..” jawab Gong Ah Jung asal.
“Hey, Gon Ah jung!! Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas hal ini? Kau.”
“Aku? Aku tidak bertanggung jawab atas semua lebah itu. Pikir dulu. Bagaimana bisa aku mengetahui ada sarang lebah di daerah sekitar itu. Yang seharusnya bertanggu jawab adalah pihak Managemet facilities.” Gong ah jung sama sekali engga mau disalahkan.

” Bagaimana kau ini, lebih dari 30 orang dari banyak pihak ada di UGD sekarang. Kau pembuat masalah, lebih baik kau jangan melakukan apapun. Bagaimana bisa kau lulus ujian pegawai negeri sipil dengan kelakuanmu seperti itu?”

Hyung Sang Hee yang baru saja tiba dari luar negeri, langsung menuju ke diskotik.
“Oppa! Kapan kau datang? Bagaimana kabarmu? Kenapa kau tidak menelponku?” Hyung Sang Hee disambut ramah oleh wanita yang beberapa waktu lalu menangis di hotel world karena calon suaminya selingkuh.
“Kau tampak cantik sekarang.” jawab Sang Hee tanpa menghiraukan apapun.
“Benarkah?”
“Operasi plastikmu sepertinya berhasil. Bukankah kau bilang kau sudah bertunangan?” tanya Hyung Sang Hee. Wanita itu terus saja memegang erat lengan sang hee.


“Hey, apa ini rumahmu, atau ini motel?? Jauh-jauh dariku! Cepat..” seru Gong Ah Jung yang kebetulan berada tepat di samping Sang Hee.
“Kenapa disini begitu bising.. Hening. Hening.” ucap Gong Ah Jung pada dirinya sendiri.

” Ah, dia wanita gila.” kata wanita itu.
“Sepertinya tempat ini jadi lebih menarik.” jawab Sang Hee, yang mulai tertarik dengan sikap cuek ah jung.



Saat sedang membuat miniatur mini, Ki Joon mendapat telepon dari asistennya. Ia mendapat kabar kalau Sang Hee -adik Ki Joon- sudah tiba di korea.
“Park Hoon, aku sudah mengatakan padamu, kalau kau seharusnya beristirahat. Apa? Benarkah? Dimana? Dimana dia sekarang?” jawab Ki Joon yang terkejut mendengar adiknya Sang Hee sudah tiba di Korea. Ki Joon langsung bergegas mengambil mantelnya lalu pergi untuk menemui Sang Hee yang saat ini tengah bersama Ah Jung.




 “Sedang liat apa kau?” tanya Ah Jung yang sedikit mabuk.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Sang Hee yang merasa aneh melihat Ah Jung menulis di atas sapu tangan.
“Kau tidak bisa liat? Aku sedang menulis surat pengunduran diri.”
“Pengunduran diri? Ini?”
“Kenapa, dilarang? Apa kau akan terus ada di situ?”
“Apa aku harus pergi?”
“Kau pasti tidak pernah menulis surat pengunduran diri selama hidupmu. Benarkan? Dari caramu berpakaian., sepertinya seperti itu. Ini benar-benar sangat sulit. Lihat ini.” keluh Ah Jung.
“Tapi, kenapa kau menulis surat pengunduran diri di sapu tangan?”
“Lalu dimana seharusnya aku menuliskan surat pengunduran diriku? Cuma ini yang aku punya.”

 “Mereka tidak akan terlalu menanggapi surat pengunduran dirimu kalau kau menulisnya di atas sapu tangan.” ujar Sang Hee yang punya suara super seksi.
“Bukankah ini lebih baik dari pada aku menuliskannya di tutup gelas?” jawab Ah Jung.

Karena pengaruh arak yang diminum Ah Jung, ia mulai berbicara melantur. “Tiba-tiba sekumpulan lebah muncul. Bagaimana bisa aku mengontrol para lebah itu? Kau pikir mereka akan mendengar apa yang aku katakana? Am I God? Yeah, ini benar-benar membuatku stress.”
“Tapi bukankah ini sedikit aneh, menulis surat pengunduran diri sebagai pengganti permintaan maaf?” tanya Sang Hee..
” Aku tidak melakukan kesalahan apapun! Menyuruhku untuk membuat surat permintaan maaf itu terlalu berlebihan. “
“Jadi kau akan menyerahkan surat itu seperti ini?”
“Tidak. Aku akan membersihkan hidungku terlebih dulu dengan sapu tangan ini lalu aku akan melemparkan sapu tangan ini.”

Mengetahui kalau Ki Joon tengah mencari dirinya, Sang Hee langsung bergegas pergi saat melihat Ki Joon hendak mendekatinya.
” Hyung sang Hee!” panggil Ki Joon. Sayangnya, Sang Hee berhasil kabur dengan mobil teman perempuannya.

Merasa surat pengunduran dirinya diambil Sang Hee, Ah Jung juga ikut mengejar Sang Hee.. ” Kau pencuri! Kau sudah mencuri surat pengunduran diriku! Kalau aku bertemu denganmu lagi, maka kau akan mati! Aku ini seorang pegawai sipil! ” Ah Jung marah-marah engga karuan. Tapi, malangnya, Ah Jung malah jatuh pingsan tepat di samping Ki Joon.



Ki Joon panik, ada wanita yang engga dikenalnya jatuh pingsan tepat di dekatnya. Kepanikannya bertambah saat semua orang memandangnya aneh. ” Apa yang terjadi..? Eh, bukankah pria itu yang beberapa waktu lalu tampil di TV? Ia terlihat sangat terkenal.” semua orang mulai membicarakan Ki Joon.

 “Hey, kau tidak boleh tidur di sini. ” kata Ki Joon. Karena takut reputasinya jatuh, Ki Joon langsung memanggil ambulance dan membawa Ah Jung ke rumah sakit.
Semalaman Ki Joon menunggui Ah Jung, dan pagi harinya, saat hendak membenarkan selimut Ah Jung, Ki Joon tanpa sengaja membangungkan Ah Jung.

Ah Jung terbangun seraya tersenyum, satu kalimat yang ia ucapkan saat melihat wajah Ki Joon tepat di depanya.
“Hey.. Dia tampan. Siapa dia?.”
Ki Joon malah panik melihat Ah Jung senyum-senyum engga jelas, ia langsung memanggil suster ” Suster.. Suster.”


Dokter langsung datang saat mendengar panggilan keras dari Ki Joon. Dokter menghampiri Ah Jung sedangkan Ki Joon malah mengambil kesempatan ini untuk kabur.

Dokter langsung mengecek kesadaran Ah Jung.
“Nama.. Tolongs sebutkan namamu.”
“Gong Ah Jung.” jawab Ah Jung.
“Nomor id mu?” Ah Jung menyebutkan nomor idnya.

“Tapi kenapa aku di sini?” tanya Ah Jung.
“Kau keracunan alcohol. Keracunan alcohol?” jawab Dokter. ” Apa kau pernah mengalami hal ini sebelumnya?”
“Tidak.”
“Apa kau  memakai obat-obatan?”
“Tidak, aku tidak melakukan hal seperti itu.”
“Apa kau disengat lebah?” tanya dokter saat melihat memar di leher Ah Jung.
“Ya, aku disengat lebat kemarin. Apa karena itu?” tanya Ah Jung.
“Sepertinya. Ah, that’s ridiculous.”
“Tergantung pada masing-masing orangnnya, sengatan lebah dan alcohol akan bereaksi berbeda di masing-masing individu. Itu benar-benar sangat berbahaya. Kau bisa-bisa mati.”
“Mati?”
“Kau sekarang sudah agak baikan.” jawab dokter yang lalu pergi meninggalkan Ah Jung.

“Apa dia gila? Dia bilang aku akan mati. Oh My God, badanku terbakar. Panas.” keluh Ah Jung, ia menggaruk-garuk memar bekas sengatan lebah, memar itu semakin bertambah parah.

Seorang nenek yang ada disebelah Ah Jung menawari Ah Jung sebuah jeruk, dan engga lupa juga, sang nenek bertanya tentang Ki Joon.
“Apa kau ingin makan ini?”
 “Terimakasih, tapi aku tidak tau apa aku harus memakan ini.” jawab Ah Jung dengan ramah.
” Kalau begitu berikan saja pada suamimu.”
“Apa?” Ah jung terkejut. Suami? kapan dirinya menikah? hehe.
 “Itu, pria tanpa yang menungguimu semalaman. Apa itu suamimu?”
” Bukan, dia orang asing.” jawab Ah Jung yang mulai kebingungan.

Ah Jung langsung teringat dengan Ki Joon, ia berbegegas mencari Ki Joon. Berlari di koridor dan bertanya pada para suster tentang sosok Ki Joon. Dan sampai akhirnya, Ah Jung melihat Ki Joon yang hendak menaiki taksi.

Ah Jung menghampiri taksi dan mengetuk-ngetuk jendela.

Ki Joon sangat risih dengan sikap Ah Jung. Tapi, emang Ki Joon lagi sial kali ya. Engga berhasil kabur dari Ah Jung, Ki Joon juga malah dapet ceramah dari supir taksi.
“Kau seharusnya tidak melakukan hal itu. Apa? Wanita itu sudah mengikutimu sampai sini, pergilah dan berdamailah dengannya.” saran driver.
” Jalan saja.” jawab Ki Joon.
” Kau seharusnya mengerti, wanita itu bisa jadi selembut salju.”


Kali ini, Ki Joon risih dengan pidato singkat sang driver, akhirnya Ki Joon keluar dari mobilnya.
“Apa?!” tanya Ki Joon kesal pada Ah Jung.
” Bagaimana bisa kau meninggalkanku seperti ini?!” jawab Ah Jung.
“Aku sudah membayar semua biaya rumah sakit. Karena jumlahnya tidak banyak, jadi jangan berlebihan.”
“Bukan seperti itu. Aku tidak membawa tasku atau uangpun aku tidak punya. Dan kalau kau pergi begitu saja..”
” Bukankah kau punya keluarga?”
“Aku tidak mungkin menelpon keluargaku. Bagaimana mungkin aku mengatakan pada keluargaku, kalau aku masuk rumah sakit hanya karena keracunan alcohol.”

 Ki joon lalu mengeluarkan uang dari dompetnya. “Oh, haruskah aku memberimu uang taksi?”

“Tidak. Apa aku terlihat seperti pengemis?” jawab Ah Jung.
” Lalu apa?”
Ah Jung menggenggam tangan Ki Joon. “Ayo kita kembali ke club. Aku harus menemukan tasku dulu di sana, dan setelah itu aku baru bisa membayar semua biaya rumah sakit.” pinta Ah Jung. Ah Jung sebenarnya sama sekali engga ingin punya hutang budi apapun pada Ki Joon. Secara, prinsip pegawai negeri sipil yang sudah melekat di diri Ah Jung membuatnya untuk tidak boleh menerima sesuatu apapun secara cuma-cuma.

“Tidak perlu.” jawab KI Joon yang wajahnya mulai memerah.
“Kau sudah menolongku. Kenapa kaut tidak setujut? Aku akan memberikanmu uang.”
“Aku bilang tidak.” jawab Ki Joon yang langsung menghempaskan tangan Ah Jung.

“Kau berlebihan. Paling tidak, berikan kartu namamu agar aku bisa dengan mudah mengembalikan uang yang kau pakai untuk membayar rumah sakit.” ucap Ah Jung kesal. Ki joon sama sekali engga peduli dengan Ah Jung, ia malah menghentikan taksi lalu menaikinya.

Setelah berhasil kabur dari Ah Jung, Ki Joong langsung menuju hotel. Para karyawan langsung hebooh melihat Ki Joon yang berpenampilan berantakan, ia sama sekali engga menggunakan jas kewibawaannya itu.
Staff mulai membicarakan Ki Joon. “Ada apa dengan pakaiannya? Ini pertama kalinya dia tidak memakai setelan jas. “

Sesampainya di kantornya, Ki Joon menyuruh asistennya, “Siapkan jas untukku.”


Bibi Ki Joon datang mengagetkan Ki Joon, “Kau tidak lupa kencanmu dengan anak perempuan presiden Lee kan?”
“Cukup, cukup. Aku akan pergi.” jawab Ki Joon yang sama sekali tidak berminat.
” Jangan bercanda, seriuslah.”
” Bibi,” Ki Joon meralat perkataannya. “tidak tidak, president, aku benar-benar serius.”
“Anak perempuan dari keluarga president itu sepertinya sangat cocok. Segeralah menikah dengannya.” ujar Bibi Ki Joon yang gemas melihat Ki Joon yang belum menikah.
“Okay, seorang pebisnis memang memerlukan seorang istri.”
“Kau seharusnya memikirkan hal itu. Kalau kau tidak menikah tahun ini, maka aku akan memecatmu.” ancam bibi Ki Joon.
“Kau juga mengatakan hal itu tahun kemarin.”
“Aku serius sekarang.”

Setelah dari rumah sakit, Ah Jung pulang ke rumahnya.
“Ayah kau pasti sangat mengkhawatirkanku.” ucap Ah jung saat melihat ayahnya yang berada di luar. “Masuklah.” jawab sang ayah, tanpa ada rasa cemas sedikitpun.
” Bagaimana kau ini, kalau seorang ayah sejati pasti akan melaporkan kalau anaknya hilang, tapi kau malah tidak cemas padaku sama sekali.” Ah Jung kesal.
“Umurmu sudah mendekati 30 tahun, mana mungkin aku harus cemas. Aku melihatmu di TV.” jawab Ayah.

“Benarkah?” Ah Jung berjingkrak-jingkrak senang. Akhirnya ia masuk TV.


“Hanya segitu? Padahal aku melakukan interview juga.” Ah Jung emang benar-benar malang. Cuplikan yang disiarkan di TV cuma bagian jelek dari dirinya.. Hahhaa.. langsung saja, Ah Jung marah kesal, ditambah lagi badannya gatal-gatal.. Omo!
“Benarkah?” tanya ayah.
” Ah, kepalaku. Ini gatal.”

Stress buat Ah Jung memilih untuk merubah penampilannya. Ia pergi ke salon.
“Selamat datang, ingin potongan seperti apa?”
“Style yang membuatku tidak bisa lagi dikenali.” jawab Ah Jung.
“Ah, sepertinya kau salah masuk tempat, kalau seperti itu keinginanmu kau seharusnya operasi plastic”

Selagi menunggu rambutnya di tata, Ah Jung membaca-baca majalah. Dan tanpa sengaja ia melihat artikel yang membahas tentang Ki Joon. Ah Jung membacanya, “Hyun Gi Joon. Seorang pemuda elit yang bertanggung jawab penuh pada masa depan korea. Kalau kau bilang dia harus bertanggung jawab, bukan berarti ia orang yang bertanggung jawab. Liat, belahan dagunya. Dia terlihat lebih tampan.” ucap Ah Jung.


Sedangkan Ki Joon nya sendiri tengah mengadakan kencan dengan anak perempuan dari presiden lee.
“Aku sudah melihat artikel majalah tentangmu. Kau sudah terpilih menjadi pemuda terkaya yang akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesuksesan korea.” ucap Oh Yoon Joo.
” Itu hanya sekedar promosi perusahaan saja. Dan sebagai pengganti promosi perusahaan, sepertinya mereka hanya memikirkan bagaimana mempromosikan seorang presiden.” jawab Ki Joon. Mereka berbicara dengan bahasa resmi, serasa jauh dari yang namanya kencan. hehe.
“Well, apa kau pernah melakukan kencan seperti ini sebelumnya?” tanya Oh Yoon Joo.
” Tidak, ini kali pertamaku melakukan kencan seperti ini.” jawab Ki Joon.
” Dibandingkan denganmu, aku lebih berpengalaman. Ah, ya. Tipe wanita seperti apa yang ingin kau nikahi?”
“Seorang wanita yang tau bagaimana menjadi seorang istri dari Hyun Gi Joo. Aku membawa banyak beban dipundakku. Dan aku ingin seorang wanita yang mengerti beban itu, sehingga aku bisa berbagi dan memberikan semangat sepenuhnya padaku.” jawab Ki Joon.
Whoa.. ini kencan atau introgasi?
“Aku dengar kalau kau memutuskan untuk membatalkan pertunanganmu beberapa waktu  yang lalu? Kalau boleh aku tau, ada alasan apa?” tanya Oh Yoon Joo.
Ki Joon tidak menjawab, ia diam.

 

Penasaran dengan sosok Ki Joon, Ah Jung kembali membaca artikel itu.
“Hyun Gi Joon. Di republic of south korea, dia lebih seksi ketimbang hyun bin. Tidak, dia tidak seksi.”


Sahabat lama Ah Jung, Yoo So Ran datang dan menyapa Ah Jung.
” Gong Ah Jung. Yeah, kau Ah Jung kan? Omo, kita sudah lama tidak bertemu sejak beberapa tahun yang lalu.” sapa Yoo So Ran.
” Yoo… So… Ran..” keluh Ah Jung. Ia punya konflik masa lalu dengan So Ran.
” Ya, aku pikir kita tidak bertemu lebih dari 3 tahun.” jawab Ah Jung dengan malas.
” Jadi, ini kali pertama kita bertemu kembali setelah incident itu.” ungkap So Ran tanpa rasa bersalah apapun.

Yoo So Ran sahabat Ah Jung, sahabat yang juga menusuk Ah Jung dari belakang. Yoo So Ra dengan seenaknya mengambil cinta pertama Ah Jung.


Sunbae cinta pertama Ah Jung datang menghampiri Ah Jung. Ah Jung gugup, ia berusaha untuk kabur tapi So Ran malah menahan tangannya.
” Benarkah kau Ah Jung? Ah. Ah Jung. Sudah lama tidak bertemu. Aku hampir saja tidak mengenalimu.” ucap Sunbae saat melihat Ah Jung.
Ah jung kikuk, dan dirinya bertambah kesal saat So Ra menyinggung masa lalu Ah Jung, ” Ah Jung, kenapa? Seperti bukan dirimu saja. Kenapa kau jadi malu seperti itu. Apa karena kau tidak mencuci rambutmu lagi selama seminggu? “

Ah Jung bergumam kesal.
“Aku seharusnya mati saja saat disengat lebah waktu itu.”

” Ah jung, apa kau sudah menikah?” Tanya Sunbae.
Seperti keselek biji salak, Ah jung terdiam.

” Itu.. Ah, hubby.. bagaimana Ah Jung menikah?” ucap So Ran memans-manasi Ahh Jung. “Tidak masalah, jangan buru-buru menikah. Menikah cepat memang kadang tidak special. Bisa tidak ya seseorang menikah?” ucap So Ran seraya mendekap erat lengan Sunbae. Dan itu membuat Ah jung benar-benar kesal, ia jadi teringat masa lalunya.



Soo Ran dan Ah Jung adalah sahabat. Tapi Soo Ran malah menikam Ah Jung dari belakang. Soo Ra mengambil cinta pertama Ah jung dan sejak saat itu hubungan mereka jadi renggang.

Karena kesal, saat mendapat telepon dari pihak administrasi, Ah jung berpura-pura mendapat telepon dari suaminya. Ia berkata-kata mesra di telepon, dan Soo Ra berhasil ditipu oleh Ah Jung.
“Kau tidak tau? Aku sudah menikah.” jawab Ah Jung setelah menutup teleponnya.
” Ah Jung, selamat.” ucap Sunbae.
“Terimakasih, sunbae.” jawab Ah jung.
“Kau pasti pengantin baru, kan?” tanya Sunbae.
” Pembohong, apa kau benar-benar sudah menikah. Tapi kenapa aku tidak tau?” Soo Ran mulai frustasi.

 “Aigoo.. Yoo So Ran, apa kau masih ingin datang ke pernikahanku? Benarkah?” ucap Ah Jung tersenyum menang.

Tengah malam, Ah jung menangis. Ia teringat masa lalunya saat Soo Ran merebut sunbaenya dari Ah Jung.
“Apa kau benar-benar temanku?! Kau jahat? Apa kau benar-benar temanku? Bagaimana bisa kau melakukan hal itu? Bukankah kau tau kalau aku sangat menyukai sunbae? Yoo So Ran, kau tau hal itu kan? Kau tau.. Aku sangat menyukai Sunbae.” teriak Ah Jung.

Pagi harinya Ah jung ke hotel World milik Ki Joon.
“President hotel ini Hyun Gi Joon, kan?” tanya Ah Jung.
“Ya. Bisa saya bantu.”
“Bisa aku bertemu dengannya? Tolong bantu aku kembalikan ini.” pinta Ah Jung.
“Boleh saya tau nama anda?”
” Dia tidak tahu namaku. Tapi setelah kau berikan ini, dia pasti akan segera mengetahuinya.”
“Apa ini uang? Maafkan kami, kami tidak bisa menerima uang atau sogokan apapun.”
“Bukan seperti itu, lagi pula ini tidak banyak.” ucap Ah Jung. Tapi staff hotel masih tetap tidak memperbolehkan Ah Jung untuk bertemu dengan president hotel.

Ah Jung bergumam. ” Apa salahnya, hanya tinggal mengatakan — terimakasih sudah mengembalikan uang ini—, bukankah itu sangat mudah?”

Saat berbalik, tanpa sengaja Ah Jung melihat Ki Joon ada di depannya.  Parahnya lagi, Ki Joon menatap ramah seraya tersenyum ke arah Ah jung. Ah Jung membalas lambaian tangan Ki Joon lalu tersenyum senang seraya bergumam, “Apa dia menungguku?” gumam Ah Jung.

Dan.. dung!! Lambaian tangan Ki Joon dan senyumannya Ki Joon ternyata bukan untuk Ah Jung tapi untuk Oh Yoon Joo yang ternyata berdiri tepat di belakang Ah Jung. Penampilan baru Ah Jung memang benar-benar berhasil membuat Ki Joon tidak mengenalinya. haha..

Karena segan untuk menghampiri Ki Joon yang sedang berbincang dengan Oh Yoon Joo. Akhirnya Ah Jung memutuskan untuk menunggu, ia duduk tak jauh dari tempat Ki Joon dan Yoon Joo berbincang.

Hhehee.. Karena ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh Ki Joon dan Yoon Joo, Ah jung memundurkan sofa yang ia duduki. Alhasil, sofa kehilangan keseimbangan dan Ah jung berikut sofa yang ia duduki, terjungkal tepat di depan Ki Joon. ^-^


Melihat customernya terjatuh Ki Joon mengambili tindakan, ia mendekati Ah Jung dan saat mendekat, ia baru mengenali Ah Jung. Tanpa banyak berkata, Ki Joon langsung menggendong Ah joong menuju satu kamar hotel.

Beruntungnya, saat Ah Jung digendong oleh Ki Joon. Salah satu teman Ah Jung melihat hal itu. Teman ah jung langsung bertanya pada salah satu staff hotel, “Gong Ah Jung. Permisi, apa yang terjadi? APa ia terluka?Tidak. Tidak. Kenapa dia seperti itu? Kemana ini?”
Staff hotel menjawab, ” Dia tersedak jus tomatnya sendiri. “

Dan mulai dari situlah, berita tentang Ah Jung yang sudah menikah dengan chaebol tersebar ke seluruh pelosok negeri. Berawal dari satu orang teman yang melihat Ah Jung di gendong oleh Ki Joon. Kemudian menyebarkan berita itu pada teman-temannya yang lain dan sampailah berita itu pada Soo Yo Ran. Tentu saja, Soo Yo Ran yang mendengar berita hal itu, merasa tersaingi.

 Ki Joon menggendong Ah Jung sampai masuk ke dalam kamar hotel. Karena saking malunya, Ah Jung tidak berani membuka matanya. Dan sesampainya di kamar hotel, Ki Joon melempar badan Ah jung ke atas kasur. Ah Jung membuka mata, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari kamar mandi.

“Apa yang harus aku katakana? Anemia?” Di kamar mandi, Ah Jung mencari-cari alasan yang tepat.

“Ya. Berhenti membuat masalah dan keluar. ” Ki Joon mendobrak-dobrak pintu kamar mandi.
“Baiklah.” jawab Ah Jung.

 “Kakiku keseleo karena bangkunya terlalu tinggi.” jawab Ah jung. Alasan yang paling masuk akal menurutnya.
” Otakmu mungkin sedikit aneh, pergilah ke rumah sakit. Periksa dengan sinar x untuk melihat apa yang salah di otakmu.” Ki Joon kesal.
” Tidak apa-apa. Tidak apa-apa”
“. Kau harus mengeceknya.”

Ah jung merasa tersinggung, “Kau pikir aku ke sini karena aku ingin meminta uang padamu? Kau kira aku ini apa? Apa aku terlihat seperti pengemis?”
“Tidak? Tentu saja, tapi ada yang salah dengan otakmu, kenapa kau datang ke tempat ini dan kemudian berpura-pura terjatuh.”
“Aku pura-pura pingsan karena kejadian tadi saat memalukan. Aku tidak sanggup membuka mataku. Lagi pula, Bagaimana denganmu sendiri? Kenapa kau menggendongku tanpa seizinku? Apa kau pecundang? ” ucap Ah Jung kesal.

Ki Joon menjawab, “Kalau aku tidak membawamu, aku khawatir kau akan membual dan mengotorkan nama baik hotel ini. Kenapa kau bisa ke sini?”

Ah Jung lalu mengambil amplop berisi uang di dalam tasnya,  “AKu melihat profilmu di artikel majalah, ternyata photoshop memang sangat bagus. Aku bahkan hampir tidak bisa mengenalimu.” ucap Ah Jung seraya menyodorkan amplop itu.
” Aku bilang tidak perlu membayarnya.”
” Maaf, tapi aku ini adalah PEGAWAI NEGERI SIPIL. Sesuai situasi, aku tidak boleh menerima sogokan dan aku tidak ingin menerima apapun darimu.


Berita kalau Ki Joon sudah menikah tersebar dan didengar oleh Yoon Joo. Akibatnya Yoon Joo menjaga jarak dengan Ki Joon, ia tidak lagi ramah pada Ki Joon. Ki Joon heran kenapa seperti itu, lalu salah satu teman lama Ki Joon muncul dan menyapanya, “Hyun Ki Joo, lama tidak bertemu. Bagaimana kau tidak mengatakan pada kami kalau kau sudah menikah?”

“Menikah? Siapa? Aku? Tidak masuk akal?” jawab Ki Joon kebingungan.
Dan beberapa detik kemudian bayangan Ah Jung terlintas di otak Ki Joon. Ki Joon mengira kalau Ah junglah biang kerok dari masalah ini.




bersambung….. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: