Lie To Me episode 2

31 Mar
Seluruh pelosok, setiap sudut, semuaaa staff hotel membicarakan tentang rumor pernikahan presiden hyun Ki Joon. Dan semuaanya heboh.
“Big news, big Kemarilah,! Sini, aku mendengar bahwa Presiden sudah menikah.”
“Menikah diam-diam!?”
“Apa?!”
“Presiden kita menikah.”
“Aku mendengar residen sudah married.Really? Itulah apa yang aku dengar!” 
“Oh man! Memang benar di dunia ini tidak ada yang perfect.”

“What? Diam-diam menikah? Aku selalu curiga kenapa dia tidak memiliki girlfriend.”
“Kenapa ia harus menikah diam-diam.”
“Mungkin karena ketua menentang pernikahannya??”
“Ah, opposed. Karena ketua tidak tahu?”
“Tentang pertunangan sebelumnya yang gagal juga karena ketua tidak menyetujuinya. menikah begitu cepat … Sungguh?”
Ki Joon yang mendengar hal itu sangat risih, tapi mau bagaimana lagi, rumor itu sudah terlanjur menyebar luas.


” Kau sudah mendengar gosip tentangku?” tanya Ki Joon saat ia memasuki ruangan kerjanya.
Sekretarisnya langsung menjawab dengan tegas “Apakah gossip tentang pernikahanmu, tentang hal itu juga?”
“Siapa sebenarnya yang menyebarkan berita ini.”
“Apa?? Kau tidak benar-benar menikah Park Hoon!? Mungkin kau menikah tanpa aku ketahui.”
“Aku bilang  tidak … ” tegas Ki Joon. Sudah berapa ia mengucapkan kata-kata ini “Aku bilang aku tidak menikah.”
“Kenapa kau begitu bersemangat.” tanya sekretarisnya juga ikut terkejut mendengar suara Ki Joon yang meninggi.
“Bagaimana bisa aku tiba-tiba punya istri bahkan tanpa mengetahui siapa wanita itu.”
Sekretarisnya bertanya “Apa kau penasaran Mungkinkah …? ada seorang gadis yang terlibat?”
“Mungkin ia yang mengatakan bahwa aku menikahinya? Siapa sebenarnya orang ini?”
“Yakinlah, aku akan menangani masalah ini.” jawab sekretaris Ki Joon. 

Untuk mengklarifikasi berita yang menyebar, Ki Joon langsung menemui Ah Jung secara pribadi.

Awalnya, Ah Jung tertawa mendengar rumor itu. Ah Jung pikir itu hanya sekedar rumor tapi reaksi Ki Joon terlalu berlebih-lebihan.

“Apakah kau istriku?” tanya Ki Joon seraya menatap sinis pada Ah Jung.
“Ini lucu??” jawab Ah Jung, ia sama sekali engga bisa mengontrol tawanya.
“Miss Gong Ah Jung.”
“Kenapa kau begitu serius? Ini hanya joke.” jawab Ah Jung. “Siapa?Kenapa kau melihatku seperti itu?! Kau tidak berpikir bahwa aku yang menyebarkan berita itu, kan?  Itu bukan aku. itu bukan aku.”

 ” Ini Rencanamu dari awal, bukan? Terakhir kali? ketika kau mengembalikan uang itu , rasanya aneh. Apa kau juga pura-pura keracunan alkohol?” tanya Ki Joon masih dengan nada sinis.
Ah Jung sama sekali engga mau di tuduh seperti itu, Ah Jung menimpali. “Hei, Presiden Hyun Gi Joon. Meskipun ini tampak sangat naif, aku cukup popular. Apa untungya buatku menyebarkan rumor itu?”
“Jika kau tidak mengatasinya dengan segera, aku akan menuntut mu.”
“Menikah denganmu sama saja merusak reputasiku?  Aku tidak tahu apa yang orang ini pikirkan, tapi aku benar-benar tidak melakukan hal itu. Apakah kau punya memiliki bukti.?” pertanyaan Ah Jung ini membuat Ki Joon terdiam. Ia memang sama sekali tidak mempunyai bukti.
“Apakah kau punya bukti kalau akulah  yang menyebarkan desas-desus itu? Kau menyelidiki hal ini tanpa bukti.” ulang Ah Jung.
“Kaulah yang menyebabkan skandal ini.” Ki Joon semakin kesal. “Apa??! Aku pikir kau salah satu yang mulai menyebarkan desas-desus!”
“baiklah. Kita akan bertemu di pengadilan. Jangan lupa bawa bukti.” jawab Ah Jung. 
” Apa yang terjadi? Apakah ia mengaku?” tanya Sekretaris yang ikut cemas.
“Pencuri itu menyalahkanku. Dia yang menyebarkan rumor!” jawab Ki Jooon.

“Itulah kenapaaku bilang biarkan aku yang menanganinya.”
“Carikan aku pengacara.” pinta Ki Joon. “Yang terbaik.!!”  
Dan ternyata, Sekretaris bertemu dengan pengacara yang engga lain adalah sang sunbae chun jae bum- cinta pertama Ah Jung.
“Aku Chun Jae Bum.” ucap Sunbae jae bum memperkenalkan dirinya. “Masalah tentang apa? ceritakanlah … Jangan bilang itu suatu proses perceraian. Jangan khawatir,? katakan saja.”

“Ini bukan masalah besar. Karena kita masih tidak yakin apa yang harus dilakukan.” jawab sekreataris.
“Ini bukan masalah, semuanya akan disimpan dengan baik.” jawab jae bum.
“ini bukan masalah tentangku. Ini tentang masalah temanku.”
“Temanmu?”
“Ada wanita … seorang wanita yang aneh … Dia menyebarkan rumor bahwa dia menikah dengan temanku. Apa cara terbaik untuk mengatasi masalah ini?”



“Perempuan gila. Kenapa temanmu tidak datang ke sini secara pribadi?” tanya Jae Bum.
“Ahh … Dia sangat sibuk.” jawab Sekertaris. Ki Joon mana mau disibukkan dengan masalah itu.
“Right. Dalam dunia sekarang ini, memang orang-orang sangat sibuk. Bisakah kita membicarakan hal ini lebih lanjut dan secara rinci Bagaimana? Kalau begitu, tolong beritahu teman Anda, jika dia ingin membawa masalah ini ke pengadilan untuk menyelesaikannya, datang dan temui aku.”
” Aku mengerti…..” jawab sekretaris.

Sekretaries langsung pergi, ia sampai lupa untuk membayar Jae Bum.
“Sepertinya Anda harus membayar biasa konsultasinya.”

Yoo Ran tiba-tiba datang ke kantor Jae Bum. Karena sifatnya yagn sok tau, Yoo Ran selalu saja ingin mencampuri urusan Jae Bum, ia bahkan memaksa Jae Bum untuk menceritakan masalah clientnya yang baru saja ia bicarakan. Karena tidak ingin istrinya marah, akhirnya Jae Bum menceritakan masalah tentang Ki Joon. Untung saja, sekretaris engga menyebutkan nama Ki Joon.

Karena kesal semua orang terus membicarakannya, Ki Joon memutuskan untuk berbicara di depan umum. Pembicaraan yang engga resmi dan semua orang mendengar apa yang ia katakan.
“Aku benar tidak tahu bagaimana kabar itu bisa menyebar. Aku pasti akan mengetahui siapa yang memulai rumor itu, dan jika perlu aku bahkan akan mengambil tindakan hukum. Kenapa tidak ada yang mengatakan apa-apa?” ucap Ki Joon, suaranya sangat keras, sampai semua orang yang ada di hotel mendengar apa yang ia katakan.

“Ini adalah sesuatu yang memerlukan waktu. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara terburu-buru. Lihat. Jadi, kau harus pergi mencari petunjuk mengenai gadis itu.” bisik sekretaris. Sebenernya engga bisa dikategorikan berbisik, wong semua orang denger apa yang dibisikkin oleh Sekretaris pada Ki Joon. hehe

“Aku akan  benar-benar membawa ini masalah ke pengadilan.” kata Ki Joon dengan lantang.
Lagi-lagi sekretaris menyela perkataan Ki joon. “Tentu saja!? Tidak, kau jangan melakukan hal itu.”
“Apa maksudmu?”
“Maksudku, kau benar-benar tidak boleh terlalu keras pada wanita si penyebar rumor itu.” jawab sekretaris memberikan saran. “Aku pikir membawa hal ini ke pengadilan akan menarik cukup banyak perhatian .”
“Kau pikir orang-orang tidak akan percaya padaku?” tanya Ki Joon.
Sekretaris mengangguk dengan pasti. “Tentu saja!”
“Maksudmu … semua orang akan percaya padanya.”
” Bagaimana bisa ada asap tanpa ada api?? Oke jangan terburu-buru? “
Salah satu teman Ki Joon datang dan menghampiri Ki Joon.
“Hyun.  Apa yang kalian bicarakan? Hyun Gi Joon. Ada masalah apa? Ah … Aku hampir lupa. Kau tahu ada pesta akhir pekan ini, kan? Jangan bilang kau terlalu sibuk sehingga kau tidak bisa datang?”
“Oke, aku mengerti.” jawab Ki Joon.

“Pastikan untuk membawa istri mu?! Semua orang sudah tahu kau sudah menikah.” celetuk temannya.
“Itu tidak benar. Itu semua hanya rumour.”
“Aku tahu … Bukankah itu karena bibimu tidak menyetujuinya kakn?”
” Apa? ” Ki Hoon terkejut.
“Tidak perlu untuk menyembunyikannya dari kita Kami selalu akan berada di pihakmu. LOVE IS FOREVER!” ucap sang teman seraya membentuk tangannya berbentuk love. “Fighting. ” 

“Hei,! aku sudah bilang aku tidak menikah!” teriak Ki Joon yang mulai frustasi.
” Boss! Jangan mengatakan apapun. Jangan bilang apa-apa!” ucap Secretaris menenangkan.

Tiba-tiba semua, berubah jadi horor, bayangan Ki Joon yang meneriaki Ah Jung terus terngiang-ngiang dikepalanya.
 “Bagaimana aku terjebak dalam desas-desus dengan Gi Hyun Joon ?  ini benar-benar gila.” ucap Ah Jung pada dirinya sendiri.

Ki Joon masih terus menelponnya, tebakan Ah Jung kalau Ki Joon akan mencarinya di perusahaan, itu 100 persen benar.


Ki Joon menunggu Ah Jung. Ia sama sekali engga menyadari kalau Ah Jung berada engga jauh dari tempatnya berdiri. Ah jung bersembunyi di balik poster. Di otaknya bermacam-macam cara untuk kabur. Masalahnya adalah pintu keluar di perusahaan Ah Jung hanya ada satu dan di pintu itu Ki Joon tengah menungguinya.

Ah Jung berpikir untuk ;
1. Kabur dengan ditutupi poster.
2. Lari secepat mungking.
3. Meminta bantuan temannya.

dan semua hal yang ia pikirkan hasilnya akan gagal total.
saat :
1. Ah Jung kabur dengan ditutupi poster, maka ia malah akan jadi pusat perhatian dan Ki Joon bakal menemukannya.
2. Lari secepat mungkin, ini lebih parah, karena Ki Joon benar-benar akan membunuhnya. ahahaa.
3. Meminta bantuan temannya, ah semua teman Ah Jung engga ada yang bisa diadalkan.


hampir saja tamat riwayat Ah Jung. Untugnnya ada duta besar yang berjalan di dekatnya. Engga mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Ah Jung segera membuka topik pembicaraan dengan sang duta besar. Tentang rencananya untuk menggabungkan antara wisata dan pembudidayaan kebudayaan korea. Dan hal ini berhasil. daebak Ah Jung.. Ah Jung berhasil kabur, walaupun Ki Joon melihat Ah Jung pergi, tapi canggung untuknya menghentikan Ah Jung begitu saja, terlebih ada duta besar di dekat Ah Jung.
Ah Jung datang ke restaurant milik ahjumma. Dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Sang Hee.

Sang Hee dan Ah jung, saat mereka saling berpandangan, keduanya terdiam sejenak, mengingat-ingat sesuatu daa..
“Pencuri !” ucap Ah Jung bersamaan dengan apa yang diucapkan Sang He, “surat pengunduran diri!” keduanya saling menunjuk.

“Apakah ini disebut nasib?… ” ucap Sang hee.
“Aku benar-benar butuh ketenangan” jawab Ah jung, ia mengacak-acak rambutnya. Karena risih, Ah Jung memutuskan untuk pergi.
Merasa engga dipedulikan, Sang Hee berusaha mengikuti Ah Jung.
“Ya.  Bagaimana kau bisa pergi begitu saja seperti itu? Itu adalah takdir yang membawa kita bertemu dan bersama kembali.”
“Jangan bilang kalau itu takdir.” jawab Ah Jung seraya tersenyum. Ia menaggap celotehan Sang Hee tentang takdir itu sangat lucu.
“Mestinya kau berterima kasih? Karena aku, kau tidak jadi dipecat.” ucap Sang hee,
“Konyol, kan?” jawab Ah Jung.

Sang Hee terus melanjutkan kata-katanya, ia sama sekali engga peduli kalau Ah Jung benar-benar tidak memperdulikannya. “Jika aku tidak mengambilnya, kau pasti akan melemparkannya ke.”
“Aku tidak benar-benar akan melakukan hal itu.” jawab Ah Jung, ia menatap aneh ke arah Sang Hee.
“Tidak, Kau pasti akan melakukan hal itu .” jawab Sang Hee.

Ah Jung terus berjalan tanpa menghiraukan Sang Hee.
“Kalau dia pergi berarti itu hanya kebetulan, tapi kalau aku bisa mendapatkannya, berarti itu adalah takdir.” ucap Sang Hee pada dirinya sendiri.
” Hey, Gong Ah Jung.”


Sang ahjumma dan ahjussi saling membicarakan tentang Sang Hee. Mereka membicarakan tentang latar belakang keluarga Sang Hee. Sang Hee dibesarkan oleh keluarga konglongmerat, ada konflik yang membuatnya enggan untuk kembali ke rumahnya sendiri. Sang Hee juga adik kandung dari Ki Joon. Karena Sang Hee, Ki Joon mesti membatalkan pertuangannya.
Dan akhirnya, Sang Hee berhasil mengajak Ah Jung untuk makan bersama.
“Sup di sini belum berubah sama sekali. Rasanya seperti sebelumnya, ketika aku dan teman-temanku datang ke tempat ini. Kenapa kau tidak pernah menanyakan namaku.”
“Nama?” tanya Ah Jung.
” Apa kau tidak tertarik?”
“Kita tidak memiliki hubungan apapun. Kenapa harus mengetahui namamu.”
Engga peduli, Sang Hee langsung menyebutkan namanya, “Hyun Sang Hee. Kau harus ingat bahkan kalaupun kau tidak tertarik untuk mengetahui namaku.” ujar Sang seraya pergi begitu saja.

“Hyun Sang Hee?” Ah Jung mengulang kata-kata sang hee. Kenapa Ah Jung harus berhadapan lagi dengan orang yang punya marga Hyun. Hhaaha.. Ia jadi teringat dengan Hyun Ki Joon. “Apakah ada banyak orang dengan nama marga Hyun? Mengapa harus itu Gi Hyun Joon?!” 

“Apakah kau khawatir aku tidak akan melakukan pekerjaan ini dengan baik.” ujar Ki Joon saat ia dan presiden yang engga lain adalah bibinya sendiri.
” Kau akan melakukannya dengan baik. Kalau tidak, kenapa kau bisa ada di sini. Ini adalah masalah hidup dan mati. Masa depan hotel akan diputuskan di sini. Bisnis itu seperti perang.” bibi KI Joon memberikan pesan pada keponakannya.
“Apa kau mencoba untuk menakut-nakutiku.” Tanya Ki Joon seraya tersenyum.

Bibi pun menyiinggung tentang Sang Hee yang belum juga kembali ke rumah.
“Tingkah kalian berdua sangat memalukan. Hanya karena perempuan, hampir saja hubungan persaudaraan diantara kalian menjadi putus. “

Ki Joon berada di kantornya, ia sangat merindukan Sang Hee, sebagai seorang kakak ia merasa khawatir dengan kehidupan Sang Hee. Dan saat melihat foto dirinya, Sang Hee dan perempuan yang disukai oleh keduanya, handphone Ki Joon langsung berdering, dan yang menelpon adalah……… Ah Jung.. Ah Jung berbicara di telepon dengan berbisik. “Halo?! It’s Gong Ah Jung. Bagaimana kalau kita bicara secara pribadi? Apa kau mendengarku? Presiden Hyun Joon Gi! “

Tebak, tempat paling amaaaaaaaaaan di korea apa? Menurut Ah Jung, tempat teraman adalah arena perahu dayung. 

Dengan style ala mata-mata, Ah Jung menyuruh Ki joon untuk menaiki perahu. Dengan enggan, Ki Joon akhirnya menaikinya.

“Cepat, injak pedalnya! Mr Joon. ” seru Ah jung. Ia kesal, perahu bebek yang ia dan ki joon tumpangi engga juga berjalan cepat.
Mau engga mau Ki Hoon pun ikut mengayuh perahu dengan menginjak pedalnya beberapa kali. Dan akhirnya mereka sampai di tengah danau. Keduanya langsung berbicara,

“Mr. Gi Hyun Gi Hyun Joon. Aku sudah memberitahumu dengan jelas. Aku tidak pernah mengatakan kalau aku menikah denganmu.” ujar Ah Jung.
“Miss Gong Ah Jung.”
“Itu benar! Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Apakah itu masuk akal?! Semua ini hanya lelucon … Kalau aku mengatakan, aku belum menikah, orang akan berpikir itu aneh. So, Aku mengatakan pada teman-temanku kalau aku sudah menikah.” Ah Jung menceritakan hal yang sebenarnya.

“Jadi kesimpulannya, bahwa kau mengatakan kalau kau sudah menikah, tetapi kau tidak pernah mengatakan bahwa kau itu menikah denganku.” terka Ki Hoon.
“Kau sangat cerdas!”

Saat sedang berbicara tiba-tiba ada sepasang kekasih yang tengah berseteru di dalam perahu. Dan tiba-tiba saja lelaki yang berseteru itu mendorong wanita kekasihnya itu hingga jatuh. Rasa kemanusiaan Ah Jung langsung meluap. Tanpa pikir panjang Ah Jung langsung menceburkan diri ke dalam danau. Berniat untuk menyelamatkan perempuan yang terjatuh itu, malah Ah Jung sendirilah yang berteriak-teriak kegirangan. Seraya melambaikan tangan Ah Jung berkata “Tolong aku.. Tolong aku..”


Ah Jung melakukan hal itu agar Ki Joon bisa ikut menceburkan diri ke dalam danau, dan daebak! HhHAHAA.. Ki Joon pun ikut menceburkan diri ke dalam danau. Dan keduanya berhasil menyelamatkan perempuan yang terjatuh itu.

 Setelah keluar dari arena danau, Ki Joon tertimpa kemalangan. Dompet, telepon dan kunci mobilnya hilang saat di danau. Dan apa reaksi Ah Jung, tentu saja, Ah jung tertawa senang. Ah Jung bener-bener seneng liat Ki Joon menderita.
“Dompetmu… telepon … kunci mobil. Sepertinya kau kehilangan semuanya.” ujar Ah Jung seraya memamerkan kunci mobilnya. “Ayo masuk, aku akan mengantarkanmu pulang.” ajak Ah Jung.

Ego Ki Joon langsung meninggi, “Pergi saja.”
“Apa kau benar-benar tidak akan menyesalinya?”

Tapi beberapa detik kemudian, Ki Joon langsung berubah pikiran, ia menuju ke mobil Ah Jung.

Mereka sampai tepat di depan rumah Ki Joon. Ki Joon keluar dari mobil dan ia mengajak Ah Jung untuk mampir ke rumahnya terlebih dulu.
“Tidak apa-apa, aku akan pulang dan segera mem-blow-dry rambutku.” ucap Ah Jung.
Ki Joon menjawab,  “Kita harus melanjutkan pembicaraan kita.”

 Akhirnya Ah Jung mampir terlebih dulu ke rumah Ki Hoo. Dengan style detektivenya, Ah Jung berkata “Mari berhati-hati, dinding juga punya telinga.”



Ah Jung dan Ki Joon membicarakan tentang rumor pernikahan itu. Dan Ah Jung sampai ke sebuah kesimpulan berikut solusi, ” Solusinya adalah, kau hanya perlu mengumpulkan orang-orang itu dan membiarkan aku untuk menjelaskan semuanya.”

Ki Joon tersenyum mendengar pemikiran Ah Jung yang begitu simple, “Apa kau selalu berpikir sederhana seperti itu setiap menghadapi masalah?” tanya Ki Joon.
“Kenapa harus ribet?” jawab Ah Jung.

Ah Jung berbincang dengan ayahnya disebuah taman bunga. Ayah Ah Jung berbicara tentang masa lalu dirinya dan teman-temannya. Ah Jung mendengarkan dan sesekali membuat lelucon sehingga membuat ayahnya tersenyum.


Saat ditanya oleh sekretaris bagaimana dan harus seperti apa dalam menangani rumor pernikahan itu, Ki Joon langsung menjawab, “Mungkin Aku sudah salahpaham padanya. Mungkin dia bukan pembuat onar.”
” Ada apa??” tanya sekretaris heran. “Hanya kurang dari sehari dan kau bilang hal-hal baik tentangnya.” 



“Kenapa kau seperti ini?” tanya Ki Joon pada Park Ji-Yun.
” Apa maksumu?” jawab Park Ji-Yun yang engga lain adalah rekan kerja Ki Joon sekaligus temannya.
“Aku akan mengatakannya dengan jelas sekarang. Aku tidak tidak menikah. Kau masih temanku, kan?”
“Aku tidak punya teman di perusahaan. Jangan berbicara informal padaku.” jawab Park Ji-Yun seraya tersenyum tipis, ia menyembunyikan kelegaannya karena rumor itu ternyata tidak benar.
Di tempat lain, So Ran dan temannya masih membicarkaan tentang pernikahan Ah Jung. 
“Sepertinya kau sangat memandang rendah Ah Jung.” ucap teman So Ran, So Ran mulai menjelek-jelekan Ah jung.
“Karena aku rasa dia patut dipandang rendah. Apakah kalian semua berpikir kalau dia orang yang hebat” tanya So Ran.
” Dia lebih baik dari pada kau saat di kampus dulu.” jawab So Ran.
“Dia  hanya beruntung.”

Berniat untuk mengembalikan surat pengunduran diri yang Ah Jung tulis di atas sapu tangan, Sang Hee malah menghilangkan sapu tangan itu. Bukan hanya hilang, sapu tangan berisi surat pengunduran diri Ah Jung itu dijadikan tissue toilet oleh Ahjussinya.. Hahaha..

Sang Hee berusaha untuk meminta maaf, “Maafkan aku.”
“Pergi!” suruh Ah Jung.

Tapi, Sang Hee tiba-tiba malah memeluk Ah Jung. Ah Jung gugup, semua orang yang ada di sekitar mereka, terus memperhatikan Sang Hee yang tengah memeluk Ah Jung.
“Hey Hei, biarkan aku pergi!? Hei, apa yang kau lakukan.” Ah Jung berusaha untuk melepas pelukan Sang Hee. 

Wanita yang melihat Ah jung dipeluk oleh Sang Hee, mereka sangat iri. 

Sang Hee akhirnya melepaskan pelukannya, “Apakah kau benar-benar merasa baikan sekarang?”
Ah Jung kesal, “Apakah kau tahu, ini adalah tindak kriminal?”
Sang Hee berpikir keras, “Ini benar-benar aneh. Biasanya sangat mempan.”

Tanpa sengaja, Ah Jung mendengar wanita-wanita yang ada di sekitarnya. Para wanita saling bergosip dan memuji Sang Hee, kalau Sang Hee itu tampan dan sangat seksi. Kya! 

Ah Jung benar-benar baru sadar kalau Sang Hee itu tampan, Ah Jung merubah pemikirannya. Ia membuat siasat baru. Ah Jung berpikir untuk mengajak Sang Hee pergi bersamanya saat melakukan pertemuan dengan Ki Joon.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sang Hee yang melihat mimik wajah Ah Jung yang berubah aneh.
“Apakah kau malam ini tidak ada acara?” tanya Ah Jung.
“Ah. Aku tahu itu akan berhasil.”
“Jangan salah sangka. Aku haya ingin memberikanmu kesempatan untuk menebus kesalahanmu”

Sebelum pergi menemui Ki Joon, Ah Jung membeli pakaian diantar oleh Sang Hee. Sang Hee memilihkan baju terbaik dan termodist untuk Ah Jung. Tapi, sayangnya, Sang Hee membiarkan Ah Jung membayar sendiri pakaian yang ia beli. Kekkee.

Hubungan Sang Hee dan Ki Joon sedang tidak membaik. Apalagi Sang Hee, Sang Hee merasa bersalah karena dirinyalah Ki Joon membatalkan pertunangannya sendiri. Dan saat mengetahui kalau Ah Jung mengajaknya ke Hotel World, Sang Hee menolak untuk masuk ke dalam hotel.
Dan tanpa sengaja, saat Ah Jung sedang merapikan dandanannya yang berantakan, ia bertemu dengan So Ran. 
“Gong Ah Jung, kita bertemu lagi.” sapa So Ran dengan sinis.
” Apa yang kau lakukan di sini??” tanya Ah Jung mencoba menyimpan kekesalannya.
“Aku sedang bersama suamiku. Bagaimana denganmu?” tanya So Ran.
“Aku Juga sedang dengan suamiku. .”
“Oh  Suami asli?” singgung So Ran. 

“Apa pekerjaan suamimu?? Berapa umurnya?” tanya So Ran.
“Kenapa kau Tanya seperti itu? Bukankah seharusnya sebagai teman kau senang, kalau aku sudah menikah.” jawab Ah Jung.

“Kau menikah? Aku benar-benar tidak percaya.” ujar So Ran.
Ah jung hanya berusaha menenangkan dirinya.
“Kau tau, Jae Bum tidak benar-benar menyukaimu. Ia hanya tidak tega saja mengatakan kalau ia tidak menyukaimu. Ia bahkan menyuruhku untuk mengatakan hal ini. Tapi sayangnya, aku sangat kasihan padamu, aku takut nanti kau malah tidak lulus ujian, jadi aku berusaha untuk memendam kata-katanya. Apa aku terlihat seperti mencuri cinta pertamamu?”

“Kalau kau adalah memang benar-benar temanku, seharusnya kau merasa menyesal dan merasa bersalah padaku.” jawab Ah Jung. Ah Jung mencoba untuk tidak menangis.
“Aku tau, kau hanya berbohong kalau kau sudah menikah. Kau tau. Aku Yoo So Ran dan kau Gong Ah Jung. Jangan menyebarkan rumor aneh.” jawab So Ran, ia kemudian pergi meninggalkan Ah Jung.


Dan balas dendam pun dimulai, berniat untuk mengklarifikasi hubungannya dengan Ki Joon. Karena ambisinya sendiri, Ah Jung jadi memperkeruh masalah. Ia ingin membuktikan pada So Ran kalau dirinya bisa hidup lebih baik dan mendapatkan pria yang lebih baik ketimbang So Ran.

Alhasil, saat Ki Joon muncul di hadapan Ah Jung dan So Ran-Jae Bum berjalan engga jauh dari Ah Jung. Ah Jung dengan lantang memanggil Ki Joon, ia berkata “Honey, aku di sini.”

bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: