Lie To Me episode 12

1 Apr

Sesudah dinner romantis, Ki Joon mengantarkan Ah Jung menuju kamarnya.

“Selamat malam, aku akan membangunkanmu besok pagi.” ucap Ki Joon.


Di tempat lain, masih di pulau Jeju. So Ran diam-diam menantikan kedatangan Jae Bum, dan ternyata orang yang dinantikan pun datang. Jae Bum berdiri di balik pohon dan kemudian berlari dramatis ke arah So Ran.

Jae Bum mencoba meminta maaf pada So Ran, tapi So Ran masih kesal dengan sikap Jae Bum. Saat Jae Bum mencoba untuk memeluk So Ran, tanpa sengaja badan Jae Bum malah terdorong oleh So Ran ke arah kolam renang. Alhasil, Jae Bum terjatuh ke dalam kolam renang.

Parahnya, sesudah jatuh, Jae Bum langsung mengambang. Mengambang.. mengambang..
So Ran mulai panik, karena badan Jae Bum yang engga bergerak, “Jangan seperti ini. Apa yang kau lakukan? Ayo keluar! Honey. Honey. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Help! Apakah ada orang di sana? Apa yang harus aku lakukan? Cheon Jae Beom, apa yang harus aku lakukan?” So Ran panik setengah mati.

So Ran membantu Jae Bum untuk keluar dari kolam renang, tapi So Ran malah ikutan ketarik ke dalam kolam renang. 

Tapi engga lama kemudian, badan Jae Bum bergerak dan kembali normal.. Jae Bum berkata, “Dear, aku salah.”
” Bagaimana kau tahu bahwa aku ada di sini?” tanya So Ran.
“Ah Jeong mengatakan kepada aku.”
“Ah Jeong, lagi? Ah Jeong, Ah Jeong, Jeong Ah!  Apakah kau akan ke rumahnya lagi untuk mencari dia?”

“Apa yang bisa aku lakukan? Kau tidak ada. . . Bila Kau tidak ada di sini, di mataku, aku tidak bisa melihat hal lain. Aku khawatir tentangmu. Aku merasa cemas. Aku benar-benar berdiri di Jembatan Sungai Han, berpikir tentang bunuh diri. Jadi wajahku akan muncul di televisi. Dengan cara itu, tidak peduli di mana Kau berada, Kau dapat melihat aku. Aku bahkan punya pikiran semacam ini.” Jae Bum menjelaskan panjang lebar.
“Benarkah? Benar-benar. . . Sungguh, Kau berpikir tentang bunuh diri?” tanya So Ran.
“Tanpa Kau, bagaimana aku bisa hidup?Aku tidak bisa hidup untuk sehari saja. Aku bahkan tidak bisa bernapas selama satu jam. ” jawab Jae Bum.
Dan mereka saling berpelukan.

Ki Joon mengantarkan Ah Jung pulang. “Terima kasih! Terima kasih banyak!” ucap Ah Jung.

“Istirahatlah dengan baik, dan aku akan menemuimu besok.” jawab Ki Joon.

“Besok? Besok aku akan sibuk. . . “
“Aku juga. Jam berapa kau bebas?” tanya Ki Joon.


Ah jung berpikir, “Aku benar-benar sibuk, sulit untuk mengatakannya. . . pukul 8?” tanya Ah Jung.


“Pukul 7.” jawab Ki Joon.
“Bagaimana kalau 7.20”
” Oke,: baiklah…” 


“Aku pulang!” Ah Jung sampai di rumah.
“Apakah hal-hal  itu berjalan dengan baik?” tanya Ayah.
“Aku pikir itu berjalan lancar. Namun kita masih harus menunggu dan melihat bagaimana hasilnya.  Apa ini?” Ah Jung melihat banyak makanan diatas meja. “Apakah Kau membuat ini semua”

“Delicious!”
“Ada seseorang yang memasakkannya untukku.” jawab Ayah.


“Siapa?” Ah Jung penasaran.
“Ah. . . itu. . .”
“Siapa?” tanya Ah Jung, ia tersenyum.


“Aku sudah makan.” Ayah malah mengalihkan pembicaraan. “Cepat, cuci tangan dan makan, oke? Cepat dan makan, oke?”
Ah Jung bergumam, “Aneh. Ini cukup lezat. Meskipun aku tidak tahu siapa yang membuatnya.” 


Ah Jung masuk ke kamarnya, handphonenya berdering.
“Hello?” ucap Ah Jung.
“Ini Yoon Joo.”
“Yoon Joo.” Ah Jung sedikit terkejut.
“Ya. Bisakah kita bertemu sekarang?”
“Sekarang?”
“Ya, aku berada di dekat rumahmu sekarang.”

“Silakan duduk.” ucap Yoon Joo saat Ah Jung datang. “Aku minum sambil menunggumu tapi. . . Apakah Kau ingin kita minum bersama-sama?”
Ah Jung mengangguk. Yoon joo menuangkan minuman Ah jung.

“Aku baru saja kembali dari Jeju Island. Aku tahu kalian berdua pergi ke Jeju Island. Aku tahu aku tidak seharusnya mengikuti kalian, tapi. . . Aku tiba di bandara tanpa mengetahui apa yang harus aku lakukan.” ucap Yoon Joo.

“Jika Kau pergi ke Jeju Island itu berarti. . . ” Ah jung engga meneruskan kata-katanya.
“Ya, aku melihat kalian berdua. Tapi, untuk beberapa alasan, aku tidak bisa mendekati dan berbicara dengan kalian. Ah Jeong. Katakan padaku. Bagaimana untuk mu?” tanya Yoon Joo.
“Apa?”
“Oppa dan aku putus dalam pertunangan kami. Tapi, Kau menikah dengannya setelah satu kebohongan, meskipun itu hanya sebuah pernikahan palsu.  Karena Sang Hee.”
“Apa?”

“Saat itu, Sang Hee juga memiliki perasaan untukku. Karena adiknya, ia memutuskan untuk membatalkan pernikahan kami. Aku hanya bersembunyi untuk sementara waktu. Aku tidak berpikir ini adalah sesuatu yang harus aku dengar. Oppa adalah cinta pertamaku. Orang yang aku pikir akan menjadi milikku sampai aku mati.  Ah Jeong, kau tahu bagaimana rasanya?”

“Meskipun sulit untuk menerimanya, dalam situasi seperti ini. . . Aku rasa aku bisa memahami perasaanmu, sedikit.”


Setelah berkata seperti itu, Ah Jung pergi meninggalkan Yoon joo. Banyak ia pikirkan, tentang perasaan berasaan bersalahnya pada Yoon Joo. Kayak sebuah karma, cinta pertama Ah Jung diambil So Ran sekarang giliran Ah Jung yang mengambil cinta pertama Yoon Joo. Yaa, cinta blibet…

Pertemuan penting dilaksanakan di hotel Ki Joon. Ketua Chen duta dari Jepang juga menghadiri rapat itu. Setelah rapat selesai, Ki Joon memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya pada Ketua Chen.

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepada Ketua.Pertama-tama, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud sengaja menipumu.  aku belum menikah.” ucap Ki Joon.
” Apa sebenarnya yang Kau coba katakan?” tanya Ketua Chen.
Ki Joon menjawab, “Aku mengambil kesempatan dan berbohong.Untuk mendapatkan bantuanmu, aku membuat kebohongan bahwa aku sudah menikah. Untuk terus melakukan bisnis yang baik, aku ingin mengatakan padamu kebenarannya. Aku merasa sekarang adalah waktu untuk memberitahukan kebenaran. Aku ingin semuanya adil dan transparan. Sekali lagi, aku meminta maafmu.”


“Kau berbohong padaku.”
Ki Joon memastikan pada Ketua Chen, “Aku telah berbohong kepadamu. Ini perilaku yang tidak bisa dibenarkan, karena kesalahanku. Namun, rencana bisnis perusahaan kami benar-benar murni dan tidak ada unsur kebohongan. Tolong percaya padaku.” 


Bibi Ki Joon marah besar mengetahui keputusan Ki Joon untuk berkata jujur tentang pernikahan palsunya. Pengakuan Ki Joon pada Ketua Chen benar-benar akan berdampak sangat buruk pada bisnis hotel mereka. Peluang membangun cabang di Jepang akan sulit, kalau Ketua Chen sampai tidak mau lagi berhubungan dengan hotel Ki Joon.

“Apakah Kau gila? Sebelum kontrak ditanda tangani, Kau hanya harus melakukan hal ini? Maaf. Mengapa? Mengapa? Mengapa kau berbohong kepadaku juga, dan memilih untuk jujur saat ini? Kau seharusnya terus sampai akhir. Kenapa harus Kau mengakuinya dan meminta maaf? Mengapa Kau melakukan hal itu? Apa tujuanmu?” ucap Bibi kesal.

“Aku benar-benar minta maaf. Aku akan bertanggung jawab penuh.” jawab Ki Joon.

Ki Joon menjemput Ah Jung, “Aku bertanggung jawab pada tugas baru. Apakah Kau ingin melihat-lihatnya?” Ah Jung memperlihatkan brosur acara yang diadakan kantornya.


“Apa itu?” tanya Ki Joon.
“Untuk mempromosikan musik tradisional kita. Apakah Kau ingin tiket gratis?”


“Lupakan saja, siapa yang akan menonton ini?” jawab Ki joon. “Kali ini kita akan pergi menemui Sang Hee.”
“Sang Hee.. Memang ada apa?” tanya Ah Jung.
“Kita hanya berkunjung saja.” jawab Ki Joon.

Mereka sampai di restaurant milik Shim Ae Kyung yang juga kebetulan Sang Hee selalu berada di sana. Sang Hee sedikit terkejut melihat kedatangan Ki Joon bersama Ah Jung, “Mengapa Kalian berdua tiba bersama?”
“Apa yang kau lakukan? Ada Apa dengan ekspresimu?” tanya Ki joon.


“Mengapa kalian berdua di sini bersama-sama?” tanya Sang Hee.
Ki joon menjawab dengan tersenyum ke arah Ah Jung. “Pernahkah Kau mendengar bahwa seorang suami harus mengikuti istrinya?” 


Saat Ah Jung dan Ki Joon menikmati kebersamaan mereka, di balik pintu, Yoon Joo menghentikan langkahnya dan melihat Ki Joon-Ah Jung dari kejauhan.

Melihat kedekatan Ki Joon dan Ah Jung, Yoon Joo langsung pergi..

Tapi, Sang Hee mengetahui kedatangan Yoon Joo. Sang Hee pergi menemui Yoon Joo. Sang Hee datang dan menahan tangan Yoon Joo.
“Kau pasti sangat terkejut.” ucap Sang Hee.
“Tidak.” jawab Yoon joo.

“Haruskah kita pergi dan minum?” Sang Hee khawatir dengan keadaan Yoon Joo.
“Aku bilang aku baik-baik saja.” jawab Yoon Joo.
“Lihatlah aku. Pada awal berpacaran, dua orang saling bergenggaman tangan. . . Setelah salah satu melepaskan tangan mereka dari tangan yang lain, tampaknya semuanya akan berakhir.” Sang Hee memegang kedua tangan Yoon Joo.

“Apakah Kau mengatakan bahwa aku hanya memegang satu tangan?” tanya Yoon Joo.
“Ada juga orang yang belum menggenggam tangan orang yang ia sukai tapi semuanya sudah berakhir begitu saja.” ucapnya, mencoba mendeskripsikan dirinya sendiri. Sang Hee belum sempat menggenggam tangan Ah jung, ia belum sempat menyatakan rasa sukanya pada Ah Jung, tapi tanpa perlu berpegangan tangan, semuanya sudah hancur.


“Namun, setidaknya Kau sudah mencoba berpegangan padanya.” ungkap Sang Hee. “Ini adalah sesuatu yang, aku benar-benar tidak ingin mengatakannya.” kata Sang Hee. “Sepertinya. . . Kau harus melepaskan hyung.”

Sang Hee frustasi, kedua kalinya, ia jatuh cinta pada seseorang yang juga dicintai oleh Ki Joon.


Sekembalinya So Ran dari Jeju, ia langsung bertemu dengan teman-teman mereka. Masih dengan membicarakan topik tentang Ah Jung. So Ran mengatakan pada teman-temannya tentang kepalsuan pernikahan Ki Joon dan Ah Jung. Engga lupa, So Ran juga menceritakan tentang wanita yang disukai oleh Ki Joon.


Yoon Joo meminta Ki Joon untuk datang menemuinya.
“Bagaimana kabarmu? Kau pasti sangat sibuk.” tanya Yoon Joo saat Ki Joon datang.
Ki Joon bertanya, “Apa yang terjadi?”

Yoon Joo menjawab,”Aku merindukanmu. Kau bilang aku harus menata kembali perasaanku, tapi aku tidak bisa. Aku tahu kau tidak menyukainya, tapi aku bertemu Gong Ah Jeong. Aku bertemu dengannya dan mengatakan apa yang aku benar-benar merasakan.  Aku bisa berbicara dengannya dengan tulus.”

“Yun Ju, aku sudah berubah pikiran. 
Kadang kita jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya tidak kita cintai.”

 Saat itu, putus denganmu adalah takdirku. Seperti mu, aku juga berusaha keras. . . tapi aku berusaha untuk tetap menerimanya. Sekarang. . . giliranmu. Aku menyukai Gong Ah Jeong.”

“Sama seperti yang Kau katakan, aku tidak ingin menjadi seorang pengecut lagi. Tidak peduli apa yang Kau katakan, Aku tidak akan mendengarnya. Di mataku, aku tidak melihatmu.”

“Oppa…..”


Setelah menemui Yoon Joo, Ki Joon langsung bertemu dengan Ah Jung.

“Aku mendengar kau bertemu Yun Ju. . . kapan kalian bertemu?” tanya Ki Joon.

“Apa yang akan Kau lakukan jika Kau mengetahuinya? Tidak ada yang akan berubah. Itu saja. . . Aku mengerti bagaimana perasaan Miss Yun Ju. Sama seperti sebelumnya, So Ran menyakitiku. Sekarang, entah kenapa aku merasa kalau aku sudah menyakiti Yoon Joo. Sekarang saat aku melihatnya, aku merasa kasihan padanya. Kemudian ketika aku bisa memahaminya. . . Aku merasa buruk.” Jawab Ah Jung.

“Apakah Kau. . . baik-baik saja sekarang?” tanya Ki Joon, ia langsung memeluk Ah Jung.
“Ya. . . “
“Aku meminta padamu. “Mulai sekarang, semua hal yang terjadi padamu, Kau harus memberitahukank, apapun itu. Apa yang Kau makan saat  sarapan, apa lauk nya. . . Apakah Kau merasa baik atau buruk, atau jika Kau memotong atau mengeriting rambutmu. . . Berapa kali Kau mencuci tangan . . . Aku ingin tahu semuanya. Jadi, semua hal yang terjadi padamu. . . Kau harus memberitahukan padaku. Dan aku tidak akan membiarkan Kau menyakiti dirimu sendiri lagi.” ungkap Ki Joon dengan lebaynya.. HAHHAA..

“Kau tampak seperti orang yang berbeda. Terima kasih. Apakah Kau khawatir tentang aku? Itulah mengapa Kau datang?” ucap Ah Jung, tersenyum di pelukan Ki Joon.


Buat menunjukkan keseriusannya pada Ah Jung, Ki Joon memberanikan diri untuk menemui Ayah Ah Jung.
“Apa yang kau lakukan?” Ah Jung kaget saat melihat Ki Joon ada didepan pintu rumahnya.
“Apakah Ayahmu ada di dalam?” tanya Ki Joon gugup.. haha.
“Apa yang kau lakukan?”
“Tolong biarkan aku masuk?”
“Tunggu sebentar. . . ” Ah Jung berusaha untuk mencegah Ki Joon untuk masuk.
Tapi Ayah Ah Jung datang menghampiri mereka, “Apa yang terjadi?”
Ki joon membungkuk memberikan salam. “Senang bertemu dengan anda.” 

Pertemuan dengan calon mertua yang menegangkan bagi Ki Joon. Ki Joon duduk sangat tegak dan ia gugup.. hehe..
“Minum.” suruh Ayah.
“Ya, Paman.” jawab Ki Joon.

“Apa kau bunga sakura yang dimaksud Ah Jung.” tanya Ayah, mengingat kejadian saat Ah Jung menangis dibawa pohon sakura dan berkata kalau sakura tidak akan mekar lagi. “Apakah Kau tahu berapa banyak Ah Jeong menangis saat ia melihat bunga sakura yang layu?”
“Dad!” panggil Ah Jung.

“MInumlah!”
“Ya.” jawab Ki Joon tegas.
“Cepat, minum itu.”
“Ya.”
” Ayah, minum perlahan-lahan.” pinta Ah Jung.

“Apakah yang mempesona dari dirinya? Aku mengacu pada saat Kau berdua pertama kali bertemu. Aku bertanya apakah Ah Jeong itu mengagumkan?” tanya Ayah pada Ki Joon.
“Dia seperti Polaris, reinkarnasi dari bintang jatuh.”  jawab Ki Joon.


Dan pertemuan pun berlanjut dengan adu minuman, siapa yang berhasil bertahan meminum banyak minuman tanpa mabuk, orang itu yang menang.


~~~Ayah Ah Jung vs Hyun Ki Joong~~~

Dimulai dari dua gelas ukuran sedang…


Diakhiri dengan dua mangkok ukuran besar.. hahaa..


~~~Ayah Ah Jung vs Hyun Ki Joong~~~

Ah Jung kebingungan dengan tingkah aneh dua orang yang ia sukai.. 

Saat Ki Joon tertidur di kamar Ah Jung, Ah Jung dan Ayahnya datang melihatnya.
“Apa yang Kau sukai darinya?” tanya Ayah.
“Dia tampan!” jawab Ah Jung. 

“Alisnya tidak lebih tebal dari ayah, Meskipun dia memiliki rambut yang lebih banyak daripadaku. . .” Ayah menunjuk alis Ki Joon.

“Dia tinggi.” Ah Jung memberi alasan lain.
“Apa gunanya tinggi badan manusia? Itu hanya berguna saat memegang pegangan di dalam bus.” Jawab Ayah.
“Dia tidak naik bus.” jawab Ah Jung.
“Apa? Dia tidak naik bus? Orang ini!”

Pagi harinya, Ah Jung-Ayah-Ki joon sarapan bersama.. Tapi pertempuran mereka belum selesai..

“Aku menang.” ucap Ayah.
“Apa?” Ki Joon menatap Ayah dengan wajah engga mengerti.
“Kau pingsan pertama.”
“Apa yang kau katakan? Aku melihatmu pingsan di hadapanku.” jawab Ki Joon.
“Kau lihat? Tapi aku masih menang.” jawab Ayah engga mau kalah.

“Mengapa?” tanya Ki Joon.
“Aku terbangun pertama, bukan? Jadi, itu dianggap aku menang.”
Ah Jung mencoba membela Ki Joon, “Ayah, Kau tidak bisa mengatakan bahwa Kau menang karena itu.”
“Jelas bahwa aku menang.” jawab Ayah.
“Ayah menang dan Ki Joon, semuanya menang.” ucap Ah Jung mengakhiri pertempuran.. hahaa..

Karena merasa hubungan bisnisnya dengan Ketua chen berada dalam bahaya, Bibi Ki Joon langsung meminta bantuan pada keluarga Yoon Joo. Ayah Yoon Joo adalah salah satu orang penting yang kekutan politiknya bisa mengangkat siapapun. 


Selesai mengadakan pertemuan dengan ibu dan Ayah Yoon Joo, bibi Ki Joon pergi untuk menemui Ki Joon.


“Aku mendengar bahwa Ketua Chen bertemu orang-orang dari Great Hotel.” kata bibi.
“Aku juga menerima laporan.” jawab Ki joon.

“Apa yang ingin Kau lakukan?” tanya bibi. “Kau berencana hanya menonton  saat semuanya sudah terlanjur terjadi seperti ini? Duduk dan hanya menonton? Meskipun Kau mengatakan untuk menanggung semuanya, apa kau punya rencana?  Kau. . . Dengan Yoon Joo.”

“Bibi. Apa kali ini, kau berharap bahwa aku harus bersama lagi dengan  Yun Ju?” tanya Ki Joon.
“Hanya itu jalan keluarnya, kita membutuhkan bantuan ayah Yoon Joo.”

 

Berita buruk datang dari Yoon Joo, karena stress dan frustasi, Yoon Joo mengabaikan kesehatannya, ia sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. *Dekorasi rumah sakitnya mirip ruang inapnya Ji Hyun di 49 Days, mirip sedikit.. hehe..*

Ji Hyun dapat kabar dari bibi bahwa Yoon Joo sakit, ia disuruh untuk menengok keadaan Yoon Joo.

Ki joon pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Yoon joo, tapi ia hanya datang sebentar lalu pergi.

Setelah mengunjungi Yoon Joo di rumah sakit, Ki Joon langsung datang ke acara yang Ah Jung.

Ah jung memberikan sambutan, dan cuma Ki Joon yang heboh dengan tepuk tangannya.

Sesudah pementasan, Ah Jung langsung menemui Ki Joon.

Ki Joon memberikan semangat dan ia menyerahkan bunga cantik pada Ah Jung. Tapi Ah Jung malah kesal, “Bagaimana Kau dapat melakukan hal itu? Berapa banyak tiket yang kau beli? 10?” tanya Ah Jung.
“Tidak.”
“50?” tanya Ah Jung.
Ki Joon menggeleng.

“100? 300? Mengapa kau mempermalukanku?” Ah Jung kesal, Ah Jung pikir semua tiket habis dibeli oleh orang-orang yang akan menonton pertunjukkan, tapi ternyata semua tiket hanya dibeli oleh Ki Joon.

“Aku bahkan tidak tahu itu. Tunggu. Karena ini adalah acara yang direncanakan dengan baik, aku pikir banyak orang akan datang untuk melihatnya. Jadi aku memberikan tiket dengan Cuma-Cuma, tapi aku benar-benar tidak tau kenapa mereka tidak datang., Aku pikir Kau akan suka kalau tiket terjual habis. Jadi aku membeli semua tiket.” jawab Ki Joon.

Ah Jung kesal dengan sikap Ki Joon, ia berjalan pulang dan sebentar singgah di bangku dibawah pohon Sakura. Tanpa sepengetahuan Ah Jung, Ki Joon mempersiapkan kejutan untuk Ki Joon, ia menata lampu hias di seluruh dahan pohon sakura. Lampu itu berkelip bertepatan denga Ah Jung datang. Ah Jung terpukau dengan kejutan itu.

“Kau terkejut, kan? Aku lega. Aku khawatir kalau Kau tidak akan terkejut.” ucap Ki Joon yang sibuk dengan kabel-kabel lampu hias. Hahaa.. engga profesional deh, Ki joon mesti sibuk dengan kabel-kabel agar lampu hias tetap menyala.



“Tentang tiket, aku tidak tahu cara yang tepat untuk menanganinya. Karena Kau bekerja sangat keras, aku tidak ingin kau kecewa. Maafkan aku. Aku pikir aku belajar sedikit demi sedikit. Aku belajar cara-cara untuk mencocokkan diri dengan Gong Ah Jeong.” ucap Ki Joon.
“Bukankah itu sangat indah dan cantik?” 


Bibi masih menekankan keputusannya agar Ki Joon kembali bersama dengan Yoon Joo,, “Bisnis itu tidak bersih dan sederhana seperti yang Kau pikirkan. Setidaknya mengenai hal ini, Kau harus mendengarkanku.” ucap Bibi.

“Bibi.”

“Dengarkan aku. Jika Kau terus memperlakukan Yun Ju seperti orang asing. . . maka aku akan membiarkan pihak direksi menggeser kedudukanmu. Makan malamlah bersama dengan keluarga Perwakilan Park hari ini, tidak peduli apapun, Kau harus datang. Ini adalah kesempatan terakhimu.” 


Menteri meminta Ah Jung untuk menemuinya. Menteri bertanya, “Apakah kau tahu Perwakilan Park Seung Gun?”

“Perwakilan Park Seung Gun? Aku tidak tahu. Aku belum pernah melihat dia sebelumnya.” jawab Ah Jung.

“Sejauh yang aku tahu, putri Perwakilannya dan Presiden World Hotel Hyeon Gi Jun sudah menikah. Mengapa Kau berbohong? Walaupun aku tidak tahu alasan mengapa Kau berbohong, Kau adalah seorang Pegawai Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.”

Pihak keluarga Yoon Joo datang, tapi Ki joon belum juga datang ke pertemuan penting itu. 

“Kau bilang kau akan memisahkan bisnis dan masalah pribadi, Maka Kau lebih baik datang segera! Ini adalah bisnis. Ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan masa depan perusahaan kita. Ki Joon. Aku memohon padamu. Bahkan jika aku membiarkan orang lain yang mengaturnya, aku tidak bisa membiarkan Great Hotel menang, mengambil kesempatan untuk memasuki pasar yang Cina, kita harus mengambil kesempatan itu! Kau memahami apa yang bibi pikirkan, kan?

“Maaf, bibi..” ucap Ki Joon.


Ah Jung sedikit terusik dengan apa yang dikatakan menteri tadi di kantornya, tentang Yoon Joo dan Ki Joon yang akan segera menikah. Ah Jung menelpon Ki Joon untuk menenangkan perasaannya.
“Aku benci kesalahpahaman dan kecurigaan. Awalnya, aku ingin menyimpan semua hal ini untuk diriku sendiri. Apakah Kau tahu Perwakilan Park? Aku seharusnya tidak menyebutkan hal itu. Aku merasa benar-benar buruk hari ini. Jangan pikiran apa yang aku katakan.” ucap Ki Joon di telepon. Ia lalu memutuskan sambungan teleponnya.

Kemudian, engga berapa lama, Ki Joon langsung mengirimkan pesan pada Ah Jung. Isi pesannya.

~Aku tidak tahu mengapa, tapi aku merindukanmu hari ini.~
~Mengapa kau tampak begitu gelisah?~


Tapi, demi Ah Jung, Ki Joon rela buat menghiraukan urusan bisnisnya. Bukannya pergi untuk menemui keluarga Yoon Joo dan menyelesaikan permasalahan bisnisnya. Tapi, Ki Joon malah pergi menemui Ah Jung. Ki Joon datang menemui Ah Jung. Saat bertemu, keduanya saling berpelukan.


Apa yang bakal terjadi dengan bisnis Ki Joon? Apa posisi Ki Joon sebagai presiden hotel bakal lenyap?
Bakal kayak gimana usaha Yoon Joo buat ngedapetin kembali Ki Joon?
Bakal kayak gimana alur cerita baru yang dibuat sama script writer baru?
Sejauh ini, semuaanyaaa masih sama.. Semoga di episode berikutnya bakal nemuin konflik yang lebih kereen, biar drama Yoon Eun Hye yang satu ini booming.. ^_^


bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: